Personal Success

Mengapa Personal Branding itu Penting Bagi Orang Yang Ingin Sukses?

Personal branding merupakan sebuah strategi. Strategi untuk mengoptimalkan potensi dan sumber daya internal yang kita miliki, mengemasnya sedemikian rupa, kemudian take action dan yang terakhir mengkomunikasikannya dengan berbagai cara yang efektif untuk mendapatkan kepercayaan banyak orang. Personal branding adalah bagian dari personal strategy karena cara-cara yang terangkum dalam personal branding pada akhirnya adalah untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan.

 

Dengan kata lain, personal branding adalah sebuah pilihan strategi untuk meraih apapun tujuan yang ingin diraih. Jadi apabila saat ini anda sedang berpikir bagaimana cara untuk meraih tujuan-tujuan anda, maka mulailah untuk melakukan personal branding.  

 

Ada beberapa asumsi mengapa personal branding dapat digunakan sebagai strategi untuk mencapai tujuan, antara lain :

 

KEPERCAYAAN adalah sebuah KEKUATAN luar biasa

Melalui buku “Sukses Jual Diri : Re-Thinking Personal Branding Through 12 Elements of Personal Competitive Advantage”, saya menjelaskan bahwa kepercayaan itu adalah segalanya bagi manusia. Seseorang harus mendapatkan kepercayaan dari orang lain dan sebaliknya seseorang pun harus mampu memberikan kepercayaan kepada orang lain. Sama halnya kita pun harus mempercayai perusahaan yang menghasilkan sebuah produk selain produk itu sendiri. Sebaliknya perusahaan yang menghasilkan produk tersebut harus mendapatkan kepercayaan masyarakat agar masyarakat bersedia membeli produk tersebut. Melalui personal branding, kita berupaya mengoptimalkan seluruh potensi, kemampuan, pengetahuan, nilai-nilai diri, kreatifitas menjadi sebuah proses yang mengesankan dan output yang extra-ordinary. Hanya dengan proses dan hasil yang mengesankan dan memuaskan itulah kepercayaan mampu di dapatkan.

 

Setiap orang tanpa terkecuali adalah PENJUAL, minimal mereka SALESMAN untuk dirinya sendiri

Siapa bilang anda bukan penjual, apapun status, profesi, dan latar belakang anda, kita semua adalah penjual bagi diri kita sendiri. Apabila anda pernah mengatakan kepada diri anda sendiri dan orang bahwa anda tidak suka dan tidak cocok berprofesi sebagai salesman, maka apa yang anda katakan tidak sepenuhnya tepat. Apakah kehidupan kita tidak diisi dengan melakukan persuasi, mempengaruhi orang lain, meyakinkan orang lain dan berkomunikasi dengan orang? Apabila ada yang mengatakan saya tidak pernah melakukan 4 (empat) hal tersebut dalam hidupnya, saya yakin dia belumlah merasakan kehidupan yang sesungguhnya. Jelas empat hal tersebut menjadi penting karena apapun yang kita ingin kita raih dalam kehidupan ini selalu disertai dengan upaya persuasi, mempengaruhi, meyakinkan dan berkomunikasi dengan orang lain. Dengan melakukan personal branding, upaya kita “menjual diri” menjadi lebih sistematis, terukur, terencana dan disertai dengan strategi dan taktik yang efektif.

 

Peluang akan lebih mudah diperoleh apabila semakin banyak orang mengetahui KUALITAS, KEUNIKAN, POSITIONING dan DIFERENSIASI diri kita

Pernahkah anda mendengar pepatah yang mengatakan,”bukan sekedar seberapa banyak teman yang kita miliki, tetapi seberapa banyak teman yang mengenal kita”? Pepatah ini dengan jelas mengatakan bahwa jangan hanya fokus untuk memperbanyak pertemanan dan memperbesar jejaring, namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana jejaring anda tersebut mengetahui siapa diri anda sesungguhnya. Yang dimaksud mengenal dan mengetahui siapa diri kita adalah mereka mengetahui kualitas, keunikan dan diferensiasi dari diri kita. Dalam personal branding, setiap keunikan, keunggulan dan diferensiasi harus ditonjolkan. Karena hal ini diyakini mampu membedakan diri kita dengan orang lain. Apabila kita dikenal karena keunikan dan diferensiasi yang dimiliki maka hal ini akan menjadi perhatian orang lain. Tentunya akan semakin memperbesar sebuah peluang yang dapat anda raih. Kualitas diri kita juga harus dapat ditonjolkan dan ditunjukkan agar jejaring mengetahui siapa sesungguhnya anda dan seberapa tepat diri anda mampu mengisi peluang yang mereka berikan kepada anda. Melalui personal branding setiap keunikan, diferensiasi dan kualitas diri dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi bagian tidak terpisahkan dari diri kita.

 

Tempat yang tepat dan orang yang tepat akan MEMPERPESAR kesuksesan

Personal branding juga berkaitan dengan bagaimana kita memilih saluran distribusi yang tepat bagi personal brand. Seseorang bisa memilih tempat dan media seperti apa yang ingin dimasuki agar semakin banyak orang mengenal dan mengetahui kualitas, keunikan, positioning dan diferensiasinya. Penyanyi pemula bisa menyanyi di klub malam atau café, sebelum ia masuk dapur rekaman. Namun seorang penyanyi pemula bisa menyesuaikan distribusinya dengan nilai-nilai dirinya, positioning, dan diferensiasinya. Bisa saja ia memilih menyanyi di acara-acara perkawinan, launching produk atau menjadi guru vocal sebelum ia masuk dapur rekaman. Seorang penyanyi juga harus memilih media komunikasi untuk semakin memperkenal siapa dirinya. Ia bisa buka account di facebook dan twitter. Bergabung dengan milis yang berhubungan dengan musik dan profesi menyanyi serta membuat video yang memperlihatkan kualitas suara dan kemudian di upload di youtube. Setiap orang yang menjalankan profesi harus dapat menemukan dan menentukan distribution channel yang tepat dan efektif sekaligus media komunikasi yang akan digunakan. Dengan mengoptimalkan channel yang tepat dan berada di sebanyak mungkin orang-orang yang tepat maka pintu kesuksesan akan semakin terbuka lebar.

  • Share/Bookmark

Be the first to comment - What do you think?  Posted by Rezi Arlansyah Soripada - May 26, 2010 at 6:56 am

Categories: Personal Success   Tags:

You Sell a Great Product…YOURSELF!

Judul tulisan ini persis sama dengan judul pengantar di buku saya Sukses Jual Diri. Kata pengantar dalam buku saya itu ditulis oleh rekan saya yaitu Anthony Dio Martin. Saya sengaja mengunakan judul pengantar dari buku Sukses Jual Diri sebagai judul tulisan saya kali ini. Namun isi dari tulisan ini berbeda dengan isi pengantar dari buku saya tersebut.

 

Mungkin diantara anda ada bertanya-tanya apakah diri kita bisa disebut sebagai produk? Apakah diri manusia layak disejajarkan dengan sebuah produk? Bila berbicara produk sebagai barang dan jasa tentu manusia tidak bisa disejajarkan oleh produk. Produk barang dan jasa yang menciptakan adalah manusia. Yang mengendalikan dan mengembangkan produk barang dan jasa juga manusia. Manusia berada pada tingkat tertinggi di atas produk barang dan jasa. Namun ada persamaan antara manusia dengan produk. Manusia dan produk dapat memberi manfaat yang dibutuhkan, diinginkan dan diharapkan bagi orang-orang yang membutuhkan, menginginkan dan mengharapkanya. Manusia dan produk sama-sama tidak hanya mengandalkan dari apa yang bisa diberikan atau hasil akhirnya namun juga pada prosesnya. Kita bicara kualitas dan nila tambah disini. Apakah prosesnya mengesankan dan menyenangkan atau justru prosesnya tidak menyenangkan dan penuh kekecewaan.

 

Saya akan mengatakan sebuah kenyataan yang menurut saya tidak terbantahkan. Saya berkesimpulan bahwa,”tidak ada satu pun produk di dunia yang bisa menandingi kehebatan manusia sebagai produk”. Dengan kata lain produk terhebat di jagad raya ini adalah KITA, ANDA, SELURUH MANUSIA di bumi ini.

 

Wright bersaudara pertama kali mampu menerbangkan pesawat ciptaannya yang menjadi awal dari sejarah pesawat terbang di dunia. Yang hebat, tentu Wright bersaudara. Dari pesawat terbang sederhana dan konvensional sampai Airbus A380 yang bertingkat dua dan mampu mengangkut hampir 800 penumpang , yang hebat bukan kecanggihan A380 namun para desainer dan pembuatnya. IPOD kesayangan anda yang telah memanjakan anda dengan ribuan lagu dan ratusan film yang mudah diputar dan di download serta sangat ringkas disimpan disaku atau kantong anda tentu yang hebat bukan IPOD itu sendiri namun Steve Jobs sebagai pencetus ide pertama, para desainer dan pembuatnya. Anda betah berlama-lama sambil menikmati enaknya kopi di Starbuck. Anda merasa menemukan rumah kedua disana. Namun bukan suasana gerai Starbuck dan kopinya yang hebat, melainkan Howard Schultz sang komandan Starbuck, para Manajer dan baristanya yang hebat.

 

Manusia adalah produk luar biasa ciptaan Tuhan yang mampu menciptakan apapun melebihi apa yang kita kira kita tak mungkin melakukannya. Kehebatan manusia tidak lepas dari mikro prosesor maha hebat yang terpasang di kepala kita yaitu otak. Seluruh manusia di dunia diberikan mikro prosesor yang sama bentuknya, sama kualitasnya dan sama hebatnya.

 

Tidak ada yang berbeda antara kualitas otak anda dengan Albert Enstein. Lalu mengapa ada individu yang mampu meraih sukses luar biasa dan individu yang biasa-biasa saja? Bukankah seharusnya dengan kualitas otak yang sama akan menghasilkan individu dengan pencapaian sukses yang sama pula? Kehebatan mikro prosesor ini didukung oleh lima panca indera manusia serta kedua tangan dan kaki kita. Rangsangan dan perintah dari otak ini yang menggerakkan dan mempengaruhi apapun dalam diri kita. Melalui otak kita inilah tercipta sumber daya internal yaitu pikiran yang mempengaruhi dan menentukan seberapa baik diri kita, Kemampuan, pengetahuan, dan nilai-nilai diri kita.

 

Melalui mikro prosesor yang super canggih serta sumber daya internal yang luar biasa inilah kita menjadi sebuah produk luar biasa dan terhebat di muka bumi ini. Kita bisa menciptakan apapun yang bermanfaat dan menghilangkan apapun yang tidak bermanfaat. Ketika menjalani kehidupan sosial, karir, keluarga dan lainnya, kita sebagai sebuah produk selalu menggunakan otak dan sumber daya internal kita. Otak dan sumber daya internal bagi setiap manusia merupakan komoditas karena siapapun memilikinya. Yang membedakan antara satu individu dengan individu lainnya adalah optimalisasi sumber daya internal mereka.

 

Ketika atasan puas dengan hasil pekerjaan anda maka sedang mengoptimalkan produk diri anda melalui sumber daya internal anda. Ketika anda berhasil mempengaruhi orang lain untuk membeli produk barang yang ditawarkan maka anda telah mengoptimalkan produk diri anda melalui sumber daya internal anda. Ketika anak anda mendapatkan hadiah karena berhasil mendapatkan nilai bagus maka anak anda telah mengoptimalkan produk dirinya melalui sumber daya internalnya. Ketika istri anda membuat masakan yang lezat dan dinikmati oleh anda sekeluarga beserta saudara-saudara lainnya, maka istri anda sedang mengoptimalkan produk dirinya melalui sumber daya internal.

 

Setiap hari, setiap saat, kapan pun dan dimana pun, kita selalu bisa mengoptimalkan diri melalui sumber daya internal diri kita. Apapun yang kita lakukan kita sedang menjual produk diri kita. Perilaku dan tindakan kita yang baik dan beretika berarti anda sedang menjual produk diri anda dengan baik. Sebaliknya ketika perilaku, tindakan dan apapun yang anda hasilkan tidak membawa manfaat bagi orang lain dan hanya membuat orang lain kecewa, marah dan takut maka produk diri anda yang luar biasa ini telah anda sia-siakan. Pahamilah, bahwa suka tidak suka anda selalu menjual diri anda. Menjual yang terbaik dan bermanfaat bagi diri anda dan sebanyak mungkin orang atau menjual sesuatu yang buruk dan tidak bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

SELAMAT MENJUAL PRODUK LUAR BIASA YAITU DIRI ANDA SENDIRI, SEKARANG JUGA!

  • Share/Bookmark

Be the first to comment - What do you think?  Posted by Rezi Arlansyah Soripada - April 26, 2010 at 12:57 am

Categories: Personal Success   Tags:

Mengapa Kita Harus Menjual Diri?

Secara sederhana menjual bisa diartikan sebagai proses menawarkan sesuatu agar orang lain bersedia menggunakan dan membelinya. Lalu apa perbedaan antara memasarkan dan menjual? Secara sederhana memasarkan merupakan sebuah proses memperkenalkan, menyebarluaskan suatu informasi berharga untuk mempengaruhi orang lain agar mau menggunakan atau membeli sesuatu yang kita tawarkan. Melalui aktivitas ini kita bisa mengetahui dan memahami karakteristik, spesifikasi, benefit, kualitas, harga, dan lainnya dari suatu produk. Melalui aktivitas pemasaran diharapkan terbentuk persepsi positif yang tentang produk dan mengangkat citranya sehingga konsumen tergerak untuk membelinya. Aktivitas menjual adalah bagian dari aktivitas pemasaran. Ketika aktivitas pemasaran berjalan dengan baik dan efektif maka hal ini mampu meningkatkan penjualan.

 

Selama ini mungkin kita lebih memperhatikan aktivitas penjualan yang dilakukan oleh perusahaan dalam bisnis mereka. Mereka memasarkan produk dan menjualnya melalui saluran distribusi yang tersedia dan masyarakat membelinya sesuai kebutuhan dan keinginannya. Namun aktivitas penjualan sesungguhnya bukan hanya dilakukan oleh institusi bisnis agar produknya dibeli oleh masyarakat. Aktivitas penjualan juga harus dilakukan oleh setiap individu, apapun profesi yang dijalaninya, apapun latar belakangnya, baik dalam karir maupun kehidupan sosial mereka. Sama halnya dengan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, aktivitas pemasaran dan penjualan adalah bagian penting dalam upaya kita mencapai tujuan dan kesuksesan.

 

Dalam konteks memasarkan diri, bagaimana agar diri kita dikenal oleh orang-orang dan pihak yang kita ingin mereka mengetahui siapa diri kita. Bagaimana orang-orang dan pihak-pihak tersebut mengetahui seperti apa pemikiran kita, ide-ide, pengetahuan, skills, nilai-nilai diri kita, dan track record kita. Menyebarluaskan informasi tentang siapa diri kita sesungguhnya dan membentuk persepsi yang tepat sesuai yang kita inginkan dalam diri audiens kita. Selain itu kita juga perlu menentukan saluran-saluran yang tepat untuk memperkenalkan dan menunjukkan kualitas dan potensi diri kita sesungguhnya agar audiens mengetahui siapa diri kita sesungguhnya. Strategi dan taktik berikut implementasinya banyak berperan ketika anda berupaya memasarkan diri anda dihadapan audiens.

 

Potensi dan kualitas diri kita harus dapat di implementasikan dengan baik melalui action yang tepat dan efektif. Take action inilah inti dari aktivitas menjual diri kita. Akan sangat berbeda ketika kita berupaya menjual potensi dan kualitas diri kita dengan menjual produk. Dalam menjual produk, kita dapat menawarkan langsung kepada calon pembeli dan meminta mereka untuk membeli. Kita dapat menjelaskan kualitas dan keunggulan dari produk dan manfaat bisa akan didapat dari calon pembeli apabila menggunakan produk tersebut. Kita bisa memuji dan mengklaim bahwa produk kita adalah yang terbaik – akan lebih baik mengatakan pula kelebihan dan kelemahannya. Namun lain halnya ketika kita berupaya menjual diri kita dihadapan orang-orang dan pihak yang kita tuju. Kurang tepat apabila kita menjual diri kita dengan cara seperti ketika kita menjual produk. Pendekatannya sangat berbeda.

 

Aktivitas menjual diri kita harus difokuskan melalui kinerja kita, pencapaian tujuan, implementasi kemampuan dan pengetahuan, implementasi nilai-nilai diri, dan lainnya. Ketika seorang salesman mampu mencapai target penjualan untuk suatu periode yang ditetapkan maka ia sedang menjual dirinya. Ketika seorang pembawa acara membawa acara dengan sangat baik, menarik, dan mempesona audiensnya maka ia sedang menjual dirinya. Ketika seorang dokter mampu melaksanakan operasi kepada pasiennya dengan baik dan akhirnya membawa kesembuhan bagi pasien tersebut maka ia sedang menjual dirinya. Ketika anda memberikan ide-ide kreatif kepada atasan anda, anak buah anda atau bahkan kepada teman-teman anda maka anda sedang menjual diri anda. Ketika anda mengedepankan kejujuran, keterbukaan, dan tanggung jawab maka anda sedang menjual diri anda. Inti dari menjual diri kita adalah action communication. Dalam buku saya SUKSES JUAL DIRI: Re-Thinking Personal Branding Through 12 Elements of Personal Competitive Advantages, saya menjelaskan bahwa menjual diri kita harus mengutamakan aktivitas action communication.

 

Lalu mengapa kita harus menjual diri? Secara sederhana, ada 2 alasan mendasar mengapa kita menjual diri kita. Pertama, agar orang lain percaya kepada diri kita. Persisnya percaya akan kemampuan kita, pengetahuan kita, kinerja kita, dan potensi diri kita. Sebagai contoh anda ingin dipercaya oleh atasan anda sebagai seorang profesional yang dapat diandalkan. Agar atasan anda percaya kepada anda, maka anda harus menjual diri anda dengan serangkaian action communication yang tepat. Seperti mampu mencapai target pekerjaan yang diberikan, meraih kinerja yang diharapkan, mengatasi dan mengatisipasi masalah dengan baik, memberikan ide-ide, dan lainnya. Kedua, untuk mencapai tujuan kita. Mencapai tujuan membutuhkan upaya. Action communication adalah fokus utama dari aktivitas menjual diri kita. Action communication adalah upaya untuk mencapai tujuan kita.

 

Sebagai contoh seorang penyanyi pemula ingin agar ia sering mendapatkan tawaran bernyanyi di berbagai acara. Untuk mencapai tujuannya ini, ia harus melakukan action communication yang merupakan bagian terpenting dari aktivitas menjual diri. Ia bisa meningkatkan kualitas suaranya, menampilkan atraksi panggung yang mengesankan, berkomunikasi dengan baik dengan audiens, sangat menghibur, lagu-lagu yang dibawakan sangat bervariasi, dan lainnya. Contoh lainnya, seorang pembicara publik ingin mendapatkan 1 milyar pertamanya dari profesinya ini. Tentu ia harus menampilkan action communication yang efektif dan bernilai tambah. Ia bisa menyampaikan materi pelatihan dengan baik dan sangat jelas, mampu tampil sebagai entertainer sehingga audiensnya terhibur, memberikan banyak contoh aplikatif dalam penyampaian materinya, menggunakan multimedia sebagai pelengkap penyampaian materi, memberikan perhatian lebih kepada sebanyak mungkin audiensnya, melakukan tehnik improvisasi agar tidak membosakan audiens, dan lainnya.

 

Mulailah dengan menjual diri anda ke sebanyak mungkin orang saat ini juga. Buatlah apapun yang anda katakan dan apapun yang anda lakukan, haruslah dalam kerangka sedang menjual diri anda. Jualah diri anda ke banyak orang tanpa orang lain menyadari bahwa anda sedang menjual diri anda. Raihlah banyak kesempatan berharga dan hasil yang anda inginkan bahkan hasil yang tidak anda duga-duga dari aktivitas action communication anda. Sukses jual diri, sukses tanpa batas!

  • Share/Bookmark

Be the first to comment - What do you think?  Posted by Rezi Arlansyah Soripada - April 5, 2010 at 3:10 pm

Categories: Personal Success   Tags:

Kita Adalah Owner & CEO Dari Me Incorporation

Beberapa waktu yang lalu tepatnya 30 Januari 2010 saya mem-posting tulisan berjudul me incorporation! Tulisan tersebut saya tempatkan pada kategori career coach. Diakhir tulisan itu saya berjanji untuk membuat tulisan tentang bagaimana kita memainkan peran kita sebagai pemimpin sekaligus manajer bagi me incorporation. Untuk memahami seperti apa konsep me incorporation, silahkan anda membaca tulisan saya terdahulu tentang me incorporation. Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan yang menjelaskan apakah me incorporation itu. Anda bisa mengartikan me incorporation sebagai PT. Diri Saya Sendiri.

 

Salah satu alasan mengapa banyak individu sering mengalami kegagalan, penolakan, sulit sekali mendapatkan kepercayaan orang dan selalu berjalan ditempat baik dalam kehidupan sosial, keluarga dan karir adalah karena mereka tidak mengelola diri mereka dengan baik, efektif dan bernilai tambah. Sama halnya dengan sebuah perusahaan yang harus dikelola dengan baik dan efektif sehingga mampu terus mencapai tujuan-tujuannya dan berkembang, setiap individu pun harus melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh perusahaan. Dalam konteks bagaimana mengelola diri kita sebaik dan seefektif mungkin sehingga memiliki keunggulan daya saing, maka fokus kita terletak pada bagaimana mengelola ke dalam dan keluar diri kita.

 

Apabila kita begitu baik dan efektif dalam mengelola potensi dan kemampuan dalam diri kita namun lemah ketika mengimplementasikan, menunjukkan dan menyebarkan kualitas dan nilai tambah dalam diri kita maka akan mempengaruhi seberapa cepat dan tepatkah kita mampu mencapai tujuan-tujuan kita serta mengelola hambatan dan tantangan yang dihadapi. Sebaliknya ketika kita membuat dan menyebarkan janji dan klaim atas suatu tindakan dan hasil yang dapat dan pasti kita raih namun ternyata kemampuan kita tidak mendukung, potensi tidak dioptimalkan dan strategi di tinggalkan maka pencapaian tujuan dan meraih keberhasilan akan semakin jauh untuk diraih.

 

Oleh karena itu penting kiranya kita menyeimbangkan antara pengelolaan internal ke dalam diri kita dan pengelolaan eksternal ke luar diri kita. Disinilah letak persamaan antara sebuah perusahaan dengan diri kita. Sebuah perusahaan tentu dimiliki oleh beberapa atau sekelompok orang. Diri setiap manusia dimiliki oleh mereka sendiri, bukan orang tua, pasangan, anak dan saudara kita. Sebuah perusahaan dikelola oleh pemiliknya dan atau seorang CEO (Chief Executive Officer). Diri kita dikelola oleh pemilik dari diri kita sendiri yaitu diri kita sendiri, bukan orang lain diluar diri kita. Sebuah perusahaan memiliki tujuan-tujuan yang harus dicapai yang ditentukan oleh CEO dan atau dipengaruhi oleh owner-nya. Diri setiap manusia tentu memiliki tujuan-tujuan yang ingin diraih yang ditentukan oleh pemilik dan CEO dari diri kita yaitu diri kita sendiri. Agar setiap perusahaan mampu bertahan dan berkembang, mereka tentu membutuhkan pendapatan dari hasil penjualan produk dan jasa yang dihasilkan. Setiap manusia apabila ingin bertahan dan berkembang dalam kehidupannya, maka mereka membutuhkan pendapatan dari pekerjaannya. Ketika manusia bekerja maka mereka sedang menghasilkan produk dan jasa yang mereka dapat hasilkan, yaitu apa yang sedang mereka kerjakan atau hasilkan.

 

Sebuah perusahaan membagi pencapaian tujuannya ke dalam beberapa peran dan tugas, seperti operasional, sales dan marketing, keuangan, human resource management, investasi, dan teknologi informasi. Setiap manusia juga memiliki peran dan tugas yang persis sama dengan perusahaan. Setiap manusia memiliki peran dan tugas operasional, sales dan marketing, keuangan, HR management, dan investasi atas diri mereka sendiri. Setiap perusahaan membutuhkan serangkaian strategi, taktik dan action disetiap peran dan tugas mereka untuk mewujudkan tujuan-tujuannya. Hal yang sama juga dihadapi oleh diri kita. Kita membutuhkan strategi, taktik dan action disetiap peran dan tugas kita untuk mewujudkan tujuan-tujuan yang ditetapkan.

 

Telah dijelaskan di atas bahwa pencapaian suatu tujuan dari perusahaan dan individu harus mencakup beberapa peran dan tugas. Suatu perusahaan yang pemasaran produk atau jasanya bagus dan penjualannya baik namun pengelolaan keuangannya lemah maka suatu saat perusahaan akan mengalami kesulitan. Suatu perusahaan yang pengelolaan keuangannya baik namun pengembangan SDM dan pemasarannya tidak berjalan baik, maka suatu saat perusahaan akan mengalami kesulitan pula. Apa yang dialami perusahaan juga dialami oleh setiap individu.

 

Apabila kita memiliki kemampuan dan pengetahuan yang bagus namun dua-duanya belum dapat menghasilkan kinerja terbaik, maka suatu saat atasan atau customer kita akan memilih orang lain yang lebih bagus dari kita. Ketika kita mampu memasarkan hasil kerja dan pencapaian tujuan kita kepada atasan, customer atau prospektif klien dengan baik namun apa yang kita bisa hasilkan tidak mengalami perubahan walaupun lingkungan eksternal berubah, maka suatu saat diri kita akan kalah bersaing dengan individu yang selalu mampu meningkatkan hasil-hasilnya.

 

Sebagai seorang individu, kita memiliki peran dan tugas operasional, sales dan marketing, pengembangan usaha, keuangan, training dan development, investasi dan lainnya. Peran dan tugas ini diarahkan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin memastikan bahwa peran dan tugas-tugas tersebut dijalankan dengan baik dan efektif sesuai strategi dan tujuan yang akan dicapai. Kita adalah pemimpin tertinggi dan pemimpin satu-satunya dari diri kita sendiri. Kita adalah orang yang paling bertanggung-jawab atas kehidupan dan pencapaian tujuan kita. Oleh karena itu sebagai pemimpin utama dan pihak yang paling bertanggung jawab, kita harus memahami peran dan tugas operasional, sales dan marketing, pengembangan usaha, keuangan, training dan development, investasi dan lainnya.

 

Sebagai pemimpin utama dari me incorporation, kita harus memastikan bahwa peran dan tugas-tugas tersebut dijalankan dengan benar dan efektif secara terus menerus. Sebagai pemimpin utama, kita harus mampu menetapkan masa depan seperti apa yang akan diraih. Menentukan tujuan-tujuan berjangka dan kerangka waktu pencapaiannya. Sebagai pemimpin utama, kita harus menentukan passion dalam hal apa kita ingin berkarya. Bidang pencapaian yang mana yang ingin difokuskan berdasarkan kecintaan kita untuk memberikan hasil terbaik bagi sebanyak mungkin orang.

  

Mulailah detik ini juga untuk mentransformasi diri kita sebagai pemilik sekaligus pemimpin utama dari diri kita sendiri. Pemilik dan pemimpin utama dari me incorporation. Diri kitalah yang berkuasa dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada diri kita dan apa yang kita lakukan. Mulailah mengambil tanggung jawab ini. Ketika kita mulai mengambil tanggung jawab ini, maka kita akan semakin menghargai potensi dan sumber daya yang ada dalam diri kita. Kita akan mulai fokus untuk mengeksplorasi seluruh potensi yang ada dalam diri kita untuk mencapai apapun tujuan yang ingin dicapai. Kita semua adalah chief executive officer dari diri kita dan me incorporation. Dalam buku saya yang akan segera beredar di toko-toko buku pada akhir Maret 2010 ini berjudul “Sukses Jual Diri : Re-Thinking Personal Branding Through 12 Elements of Personal Competitive Advantage”, peran dan tugas-tugas dalam me incorporation tersalurkan impelementasinya dalam aktivitas personal branding dan model segitiga daya saing individu.

Nantikan buku “Sukses Jual Diri” pada akhir Maret 2010 ini.

  • Share/Bookmark

Be the first to comment - What do you think?  Posted by Rezi Arlansyah Soripada - March 10, 2010 at 3:13 am

Categories: Personal Success   Tags:

New Year, New Resolution & Achieving Your Goals

happy_2010_new_years_2010_greeting_cards-p137059697326968539q6k5_400[1]Tahun 2010 telah kita masuki. Lebih dari 2 minggu  sudah kita jalani kehidupan di 2010 atau 21 halaman telah kita selesaikan dari 365 halaman buku kehidupan tahun 2010. Masih ada 344 halaman yang bisa kita isi dengan sesuatu yang berharga dan penuh makna bagi kita, orang-orang yang kita cintai, dan orang-orang sekitar kita.

 

Biasanya setiap memasuki tahun baru, kita mengawali segala sesuatunya dengan awal yang baru. Ada sebuah harapan baru, semangat baru dan pembelajaran baru. Tentunya setiap tahun baru akan diikuti dengan serangkaian resolusi dan tujuan-tujuan yang ingin kita capai. 

 

Berbicara resolusi, tentu akan lebih baik apabila kita menyertainya dengan sebuah tujuan. Seringkali resolusi hanya menjelaskan sesuatu yang ingin kita lakukan namun secara garis besar saja. Sedangkan sebuah tujuan merupakan sesuatu yang ingin kita capai di suatu kerangka waktu tertentu. Resolusi adalah bagian dari sebuah tujuan yang ingin diraih. Di tahun 2010 ini mungkin anda memiliki tujuan yang ingin diraih, seperti “lulus kuliah”, “mendapatkan pasangan baru”, “menikah”, “memiliki berat badan ideal”, “mendirikan bisnis”, “meningkatkan jumlah klien”, “peningkatan penjualan dan keuntungan”, “melunasi tagihan kartu kredit”, dan banyak lainnya.

 

Ketika anda memiliki tujuan yang ingin dicapai di tahun 2010, itu merupakan sebuah awal yang bagus. Karena tidak semua individu bersedia menetapkan sebuah tujuan yang ingin diraih di tahun yang akan datang. Namun ketika memiliki sebuah tujuan yang ingin diraih, seberapa sering anda bisa mencapainya? Apakah anda selalu bisa mencapai tujuan di setiap tahun yang dijalani?

 

Saya sering mendengar langsung dari orang-orang yang saya temui maupun mendengar cerita dari orang lain bahwa seringkali sebuah tujuan yang telah ditetapkan untuk diraih ditahun yang berjalan seringkali tidak dapat dicapai atau seringkali meleset dari apa yang diinginkan. Mengapa sebuah tujuan menjadi sulit untuk diraih? Mengapa banyak orang tidak bisa meraih tujuan yang telah ditetapkannya untuk diraih? Mengapa ada sebagian orang yang mampu meraih tujuan-tujuannya? Berikut ini ada beberapa hal yang seringkali menjadi penghambat bagi seseorang dalam mencapai tujuan-tujuannya.

 

Pertama # samar-samar, tujuan yang tidak jelas.

Yang perlu dilakukan : tetapkan tujuan yang jelas dan terukur.

 

Seringkali kita membuat tujuan-tujuan yang tidak jelas, tujuan yang tidak spesifik  yang tidak menjelaskan hasil-hasil spesifik seperti apa yang harus dicapai. Sebagai contoh, ingin menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Tujuan seperti ini sangat mengambang dan membingungkan. Persisnya menjadi “lebih baik” seperti apa yang kita inginkan. Contoh lainnya seperti “saya ingin atasan saya berhenti mengkritik saya” atau “pegawai kepercayaan saya mengundurkan diri dan saya ingin kembali”. Tujuan-tujuan seperti ini berada diluar kontrol anda. Suatu tujuan haruslah sesuatu yang anda sendiri ingin capai bukan apa yang harus orang lain capai. Lebih baik apabila tujuan kita menjadi “bekerja lebih baik lagi sesuai yang ditetapkan oleh atasan”.

 

Kedua # kurang fokus.

Yang perlu dilakukan : menempatkan fokus kita setiap hari.

 

Kita memiliki tujuan atau sesuatu yang ingin kita raih namun kita kurang atau tidak memberikan perhatian yang besar dalam proses mencapainya. Menempatkan fokus kita pada pencapaian tujuan merupakan hal yang mendasar dan penting sehingga setiap hal dan situasi yang kita hadapi tidak luput dari pengamatan dan perhatian kita. Dengan fokus dan memberikan perhatian sangat besar pada proses pencapaian tujuan, kita akan selalu menjaga dan mengelola pikiran kita yang akan menggerakkan tindakan kita untuk mengendalikan proses agar tujuan kita semakin dekat dan akhirnya dapat kita raih.   

Ketiga #  lazyness dan ignorances.

Yang perlu dilakukan : memiliki komitmen untuk menyingkirkan hambatan.

 

Lazyness dan ignorances adalah musuh terbesar manusia. Kita semua memiliki potensi lazyness dan ignorances dalam diri. Saya katakan potensi karena keduanya bisa muncul mengganggu dan menghantui setiap pikiran, perilaku dan tindakan kita. Dengan komitmen yang tinggi kita bisa menyingkirkan lazyness dan ignorances sebelum keduanya menghalangi dan mengganggu proses kita mencapai tujuan. Melalui komitmen yang tinggi kita bisa mengatakan tidak kepada kemalasan dan mengenyampingkan sesuatu yang harus dikerjakan. Komitmen yang tinggi merupakan salah satu variabel dari personal power yang harus kita miliki dalam diri kita.

 

Keempat #  menggunakan cara yang keliru atau biasa-biasa saja.

Yang perlu dilakukan : pilih dan lakukan dengan cara yang tepat untuk meraih tujuan.

 

Seringkali tujuan yang tidak tercapai terjadi karena kita menggunakan cara-cara yang keliru atau cara-cara yang biasa-biasa saja. Ketika kita ingin meningkatkan hasil yang ingin dicapai maka kita harus meningkatkan lagi cara-cara kita mencapainya. Hasil yang biasa membutuhkan cara yang biasa, sedangkan hasil yang luar biasa tentu membutuhkan cara-cara yang lebih baik dari sekedar cara-cara untuk mencapai hasil yang biasa-biasa saja. Kita bisa mengetahui cara yang kita lakukan biasa-biasa saja adalah dengan memperhatikan apakah dengan cara-cara tersebut tujuan kita kita semakin dekat atau semakin jauh.

 

Dengan memperhatikan hal-hal yang dapat menghambat kita mencapai tujuan dan mulai melakukan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mematikan hambatan yang akan timbul, maka kita sedang memperbesar peluang dan semakin mendekatkan kita ke pencapaian tujuan. Semoga di tahun 2010 ini, kita berada di dunia baru, awal yang baru, hari yang baru, rencana yang baru, dan akhirnya setiap tujuan yang ingin kita capai di tahun 2010 ini dapat kita raih.

  • Share/Bookmark

Be the first to comment - What do you think?  Posted by Rezi Arlansyah Soripada - January 21, 2010 at 12:41 am

Categories: Personal Success   Tags:

Never Give Up Because Anything Is Possible ! (3)

gambar Anything_Is_Possible2[1]Tulisan ini merupakan sequel terakhir dari tiga rangkaian tulisan saya mengenai never give up because anything is possible !. Tiga seri tulisan yang diambil dari tayangan Kick Andy pada tanggal 25 November 2009 lalu di Metro TV.

 

Sudah enam orang sukses yang telah saya sharing kisah pengalamannya dalam mengubah jalan hidupnya dari pernuh keterbatasan dan serba kekurangan menjadi orang sukses dan berkelimpahan. Kisah-kisah pengalaman mereka ini membuktikkan tidak ada yang tidak mungkin dalam kehidupan ini. Semua hal yang kita inginkan dan harapkan memiliki kesempatan untuk terwujud sungguh besar. Bahkan bisa saya katakan luar biasa besar.

 

Meraih apa yang kita inginkan dan harapkan termasuk mengubah jalan hidup kita menjadi jauh lebih baik bukan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita alami dan bukan pula pada apa yang kita miliki diluar diri kita. Inilah yang menjelaskan mengapa banyak orang yang memiliki harta dan fasilitas serta perhatian dan kasih sayang dari orang-orang terdekatnya sangat berkecukupan bahkan berlimpah ruah, namun mereka kesulitan mengubah jalan hidupnya menjadi lebih baik. Bahkan banyak juga orang yang memiliki keterbatasan dan serba kekurangan juga mengalami kesulitan dan tidak kunjung mampu mengubah jalan hidup mereka menjadi lebih baik.

 

Dengan begitu, siapapun diri kita, apapun yang terjadi pada diri kita dan sebanyak apapun pengalaman yang kita miliki, tidak akan menjamin bahwa kita mampu meraih sukses dan mengubah jalan hidup kita menjadi lebih baik. Lalu apa yang perlu kita miliki agar kita bisa sukses dan mengubah jalan hidup kita menjadi berlipat-lipat lebih baik? Pada akhir tulisan ini, saya akan sharing persisnya hal seperti apa yang semua orang harus miliki agar mampu meraih sukses dan mengubah kehidupannya menjadi lebih baik.

 

Y.W Yunardy adalah contoh seorang profesional sukses yang merintis karirnya dari bawah. Kehidupan Y.W Yunardy tumbuh di keluarga sederhana. Orang tuanya mengalami kebangkrutan usaha karena dampak dari peristiwa G30S PKI. Sewaktu remaja ia sudah aktif membantu kehidupan keluarganya. Ia pernah menjadi penjual rokok, pernah pula bekerja di sebuah kasino. Ia membiayai sendiri kuliahnya. Setamat kuliah, ia pernah menjadi guru biologi di SMA. Kemudian ia mendapat kesempatan bekerja di perusahaan multinasional IBM di Jakarta sebagai Operator. Dengan tekun ia terus bekerja dan berprestasi sampai akhirnya ia berhasil menjadi Presiden Direktur IBM Indonesia. Selepas dari IBM Indonesia, ia pernah menjadi Presiden Direktur Excelcomindo, Presiden Direktur Bentoel International dan saat ini menjadi Presiden Komisaris PT. Rajawali Corporation. Kiat-kiatnya untuk mencapai sukses adalah bekerja dengan hati.

 

Ada mungkin tahu Panorama Tour, salah satu biro perjalanan terpadu terbesar di Indonesia. Panorama Tour tidak bisa dilepaskan dari sosok Adhi Tirtawisata. Sebelum aktif berbisnis, ia pernah menjadi buruh pabrik. Kemudian ketika berbisnis ia pernah menjadi juragan becak bahkan pernah menjadi Lawyer. Berawal dari hobi traveling ia kemudian ia beralih ke usaha jual beli tiket. Ia mengawali usahanya dari sebuah garasi berukuran 4 x 6 m yang ia sewa. Pada masa membangun bisnisnya, ia sangat sering mengantar sendiri tiket ke konsumen, menagih tagihan sendiri bahkan menjadi supir sekaligus guide bagi para tamunya. Dari jual beli tiket kemudian ia mulai merambah mobil travel. Perlahan tapi pasti usahanya terus berkembang. Ia adalah orang pertama yang mengagas city tour. Kala itu belum ada biro perjalanan yang mengembangkan konsep ini. Uniknya saking cintanya pada dunia pariwisata, ia bersedia mengganti nama belakangnya menjadi tirtawisata. Saat ini ia memimpin sekitar 3000 karyawan yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Bahkan usahanya sudah go public. Saat ini ia juga merambah bisnis properti. Moto hidupnya adalah rajin, jujur, setia, dan ingat Tuhan.

 

Yang terakhir adalah Bob Sadino. Bob adalah pribadi yang unik. Kemanapun pergi, ia selalu bercelana pendek yang menjadi kegemarannya. Ia adalah pemilik supermarket terkenal Kemchicks dan perusahaan produksi makanan Kemfoods. Awal ia terjun ke dunia bisnis sebetulnya tanpa kesengajaan. Suatu saat ia pernah menjadi kuli bangunan. Kemudian ia pernah menjadi pegawai. Sampai akhirnya suatu saat ia berpikir untuk menjajakan telur ke beberapa tetangganya yang kebetulan warga negara asing. Pada awalnya telur yang dijajakannya tidak terlalu laku. Kemudian ia berpikir untuk mendatangkan telur import sesuai selera para warga negara asing tersebut. Lalu ia titip kepada temannya di Belanda untuk membawakan telur dari sana. Telur-telur itu kemudian jual kepada para warga asing. Ternyata sambutannya begitu bagus. Maka sejak itu ia menyuplai telur ke para warga asing tersebut dan menjajakannya ke para tetangganya. Ia smpat kuliah namun hanya bertahan 3 bulan. Setelah itu ia tertarik untuk menjadi peternak ayam sambil terus menjadi penjual telur. Usahanya kemudian terus berkembang sampai akhirnya ia juga mengekspor sayur mayur. Ia membuka toko sayuran dan bahan makanan dan inilah cikal bakal berdirinya supermarket Kemchicks. Ia juga yang pertama kali mempopulerkan hidroponik di Indonesia. Kiat-kiatnya mencapai sukses adalah hilangkan rasa takut, jangan berharap banyak, ada kemauan di sertai tekad yang bulat, harus berani ambil peluang, tahan banting dan jangan cengeng.  Pada acara Kick Andy ia sempat mengatakan bahwa ia sering kecewa apabila mendengar orang mengatakan,” tidak bisa berbisnis karena tidak memiliki uang, namun ketika memiliki uang bingung mau bisnis apa”.

 

Setelah mengetahui kisah sukses berikut kiat-kiat sembilan orang sukses ini, anda pasti bertanya-tanya apa yang sesungguhnya menjadi faktor penentu untuk mengubah lumpur menjadi emas atau mengubah hambatan dan tantangan menjadi suatu kesuksesan terus menerus. Kiat-kiat mencapai sukses memiliki banyak sekali variabel. Kombinasi dari berbagai variabel apabila dijadikan satu dan diintegrasikan satu sama sama lain tentu akan semakin memperbesar peluang kita mencapai keberhasilan.

 

Kreatifitas, jujur, empati, skills, pengetahuan, kepemimpinan, komitmen, pantang menyerah, melayani, dan masih banyak lagi adalah contoh-contoh dari variabel untuk mencapai sukses. Namun variabel-variabel tersebut pertama kali tercipta dari suatu sumber daya yang luar biasa dahsyat serta strategi yang tepat dan efektif. Sumber daya ini begitu memberdayakan kita apabila kita bersedia dan fokus untuk mengoptimalkannya bagi upaya pencapaian tujuan kita. Sumber daya itu adalah pikiran. Segala sesuatu yang diciptakan oleh manusia bagi kehidupan ini semuanya berawal dari pikiran.

 

Inilah yang membedakan antara orang yang memiliki kualitas hidup yang luar biasa dengan orang yang memiliki kualitas hidup biasa-biasa saja. Mereka memulainya dari pikiran. Orang yang bekerja keras, berkomitmen, pantang menyerah, selalu belajar, dan lainnya untuk meraih sukses selalu mengijinkan tindakan-tindakan mereka tersebut di pikiran mereka. Mereka membuat gambaran yang jelas dan merasakan dengan kuat bahwa pencapaian sukses mereka akan dan harus diisi oleh serangkaian perilaku dan tindakan yang efektif, seperti kerja keras, pantang menyerah, dan lainnya.

 

Oleh karena itu sumber daya dan strategi merupakan landasan yang kuat bagi terciptanya proses dan hasil akhir. Proses harus diisi dengan perilaku dan tindakan yang tepat dan memberdayakan untuk meraih hasil akhir yang diinginkan. Sumber daya yang tepat bisa berupa penguasaan pikiran, tujuan yang jelas dan terukur, nilai-nilai diri yang tepat, belief system yang memberdayakan, metafora yang menguatkan, menjangkar emosi positif, dan membingkai segala sesuatu dalam bingkai positif. Sedangkan strategi lebih kepada tindakan dan aksi yang tepat untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

 

Mulailah merancang ulang hidup kita dan raihlah apapun yang menjadi keinginan dan harapan terdalam kita. Karena potensi kita jauh lebih besar dari keinginan dan harapan terdalam sekalipun. Ketika segalanya sangat mungkin kita raih, mengapa kita harus menyerah? Bukankah kita sudah dianugerahi kemampuan luar biasa untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang kita miliki secara gratis? Sedangkan dihadapan kita terbentang cara-cara dan tindakan yang bisa kita ambil sebagai strategi untuk meraih sukses. Lalu apa yang kita tunggu?

  • Share/Bookmark

1 comment - What do you think?  Posted by Rezi Arlansyah Soripada - December 20, 2009 at 11:03 am

Categories: Personal Success   Tags:

Never Give Up Because Anything is Possible ! (2)

Anything_Is_Possible 2Setelah tulisan never give up because anything is possible (1), saya akan menuliskan kembali pengalaman orang-orang yang berhasil membalikkan keadaan dari serba terbatas dan penuh kekurangan menjadi orang-orang yang luar biasa sukses. Apabila situasi anda saat ini tidak jauh berbeda dengan masa-masa awal mereka meniti sukses, maka saat ini juga anda pun bisa take action dan mencapai seperti apa yang mereka capai bahkan melebihinya.

 

Bila situasi anda saat ini lebih baik dari masa-masa sulit dan serba kekurangan yang pernah dialami oleh orang-orang ini, maka anda memiliki sumber daya yang cukup atau paling tidak anda bisa lebih mudah mendapat sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai sukses. Intinya apapun situasi yang kita alami saat ini, impian dan keberhasilan akan selalu mungkin dan pasti tercapai. Apabila kita memiliki strategi yang tepat, belief system yang pas dan kekuatan mental yang luar biasa.

 

Rudy Hadisuwarno, anda mungkin sering mendengar nama ini dan bahkan melihat papan nama salon bertuliskan nama ini. Apabila anda menyangka bahwa usaha salonnya dibangun dengan sekejap dan mudah maka anda sangat keliru. Rudy kecil hidup dalam keadaan yang serba susah. Ia besar di kota Pekalongan Jawa Tengah. Pada waktu G30S PKI usaha orang tuanya mengalami kebangkrutan. Sejak itu ia pindah ke Jakarta. Di ibukota ini ia sempat kuliah di Universitas Trisakti jurusan Arsitektur sesuai impiannya menjadi Arsitek. Namun situasi berkata lain. Berawal dari ketertarikannya dengan pangkas rambut, ia memutuskan untuk menekuni usaha pankas rambut. Usaha ini terletak disalah satu bagian rumah dari orang tua Rudy. Rumahnya pun terletak di gang sempit, buntu dan tidak bisa dimasuki kendaraan roda empat. Bermodal cermin pinjaman dan sebuah kursi dan meja, ia mulai menawarkan jasanya. Kala itu usahanya belum memiliki nama dan papan nama. Karyawannya hanyalah ia sendiri.

Pada saat awal usaha, pelanggannya lebih banyak dari para tetangga saja. Sedikit demi sedikit pelanggannya tidak lagi para tetangganya. Ia kemudian menaruh papan nama di pojok rumah  orang tuanya bertuliskan salon Rudy. Pada tahun 1968 yang total terjun sebagai peñata rambut. Pada masa itu tidak lazim bagi seorang pria menekuni profesi piñata rambut. Langkahnya ini menentang arus, namun keluarga tetap mendorong Rudy untuk menekuni profesinya. Usahanya terus berkembang. Pada tahun 1977 ia mendapat pengakuan internasional tata rambut.

Ia terus berinovasi dalam hal tata rambut dan terus menambah salonnya ke berbagai kota di Indonesia. Ia sempet menerima penghargaan Satya Lencana dari Presiden SBY. Saat ini memiliki kurang lebih 100 salon dengan 3000 orang karyawan. Kiat-kiat suksesnya adalah melihat kesempatan yang datang dan jangan ragu mengambil kesempatan tersebut.

 

Orang sukses lainnya adalah Suryatati A. Manan. Wanita ini berasal dari Tanjung Pinang. Ia adalah seorang Walikota yang terpilih 4 kali sebagai walikota Tanjung Pinang, mulai tahun 1996 sampai saat ini. Ia memimpin Tanjung Pinang dari mulai daerah tersebut merupakan daerah administratif sampai daerah otonom. Namun jalan yang harus dilaluinya untuk menjadi Walikota Tanjung Pinang harus dimulai dari bawah.

Awalnya ia adalah pegawai honorer di kantor pemerintah daerah dengan golongan II. Ia tidak pernah mengimpikan sama sekali untuk suatu saat ia bisa menduduki jabatan Walikota. Ia pernah berpikr bahwa jabatan maksimal yang suatu saat bisa ia capai hanyalah Sekretaris Daerah (Sekda). Ia pernah beberapa kali menjadi Camat. Pertama kali ia terpilih sebagai Walikota Tanjung Pinang melalui mekanisme birokrasi pemerintah dan DPRD. Masa jabatan kedua juga terpilih melalui mekanisme birokrasi. Namun ketika pemilihan Walikota Tanjung Pinang beralih menjadi pemilihan langsung daerah. Suryatati kembali terpilih 2 kali berturut-turut.

Selama kepemimpinannya, Tanjung Pinang mendapatkan penghargaan Adipura sebanyak 5 kali. Ia pun mendapat penghargaan MURI untuk suara pilkada terbanyak se-Indonesia yaitu sebesar 84,5%. Ia juga pernah mendapatkan penghargaan dari Vatikan, Roma atas andilnya dalam menjaga harmonisasi umat beragama di Tanjung Pinang. Kiat suksesnya pun unik, “percaya diri, jangan merasa pandai tapi harus pandai-pandai membawa diri”.

 

Selanjutnya adalah Purdi E. Chandra. Pemilik usaha bimbingan belajar terkemuka dan terbesar Primagama. Kesuksesannya saat ini harus dibangun dengan susah payah. Sejak kecil ia sudah usaha jual beli telur ayam. Kemudian ketika kuliah ia memberikan bimbingan belajar kepada murid-murid sekolah. Ia membuka bimbingan belajar di rumahnya dengan modal 300 ribu Rupiah pada tahun 1982.

Awalnya bimbingan belajarnya hanya memiliki 2 orang murid. Agar terlihat ramai, ia meminta para tetangganya untuk ikut bimbelnya walau gratis namun mereka meminta mereka untuk datang menggunakan sepeda motor atau sepeda. Tujuannya agar bimbelnya terlihat ramai. Cara ini dinilainya cukup efektif. Karena ingin fokus pada bimbelnya maka ia tidak melanjutkan kuliahnya. Sekarang bimbel Primagama telah memiliki 800 cabang di Indonesia dengan total murid 400 ribu, jumlah karyawan 5000orang dan alumni kurang lebih 2 juta orang. Moto suksesnya pun unik, “sekolah tidak usah pintar, tapi cari temen yang pintar dan jadikan karyawan”.

 

Itulah tiga orang sukses dari 9 orang sukses yang akan saya ulas dari seri tulisan never give up because anything is possible. Tiga orang lainnya akan saya ulas di tulisan berikutnya serial terakhir atau seri tiga. Luar biasa bukan, apa yang dialami para orang sukses ini dari kondisi serba kekurangan dan penuh ketrbatasan kemudian mereka merentas impiannya menjadi kenyataan.

 

Mereka sama dengan kita manusia biasa. Bahkan mungkin situasi mereka ketika awal meniti sukses tidak lebih baik dengan situasi yang anda alami saat ini bahkan mungkin anda jauh lebih baik dari mereka ketika mulai berjuang meraih sukses. Namun mereka memiliki suatu keharusan bukan sekedar keinginan. Kita mungkin masih dalam tahap keinginan sehingga tujuan dan impian kita belum juga terwujud. Pada tulisan saya terakhir never give up because anything is possible (3) akan saya ulas sdikit tentang bagaimana kita semua bisa mengubah Lumpur menjadi emas seperti orang-orang sukses ini. Nantikan tulisan saya berikutnya!

  • Share/Bookmark

Be the first to comment - What do you think?  Posted by Rezi Arlansyah Soripada - December 7, 2009 at 9:54 am

Categories: Personal Success   Tags:

Next Page »