Melibatkan Tuhan Dalam Memutuskan Pilihan
Pernahkah anda bimbang dalam memilih mana yang terbaik untuk diri anda? Pernahkah anda bimbang dalam memilih keputusan mana yang terbaik untuk diambil? Pernahkah anda memiliki keraguan dalam bertindak?Pernahkah anda merasa tidak memiliki petunjuk sama sekali dalam memutuskan sesuatu?
Apabila anda pernah mengalami beberapa atau bahkan seluruh pengalaman diatas, maka anda tidaklah sendiri. Banyak individu di seluruh belahan dunia ini yang mengalaminya. Saya pun sampai saat ini masih mengalami pengalaman-pengalaman diatas.
Bagi sebagian orang bimbang dan keragu-raguan merupakan suatu situasi yang tidak mengenakkan. Disisi lain mereka harus memilih satu pilihan diantara pilihan-pilihan lain yang tersedia. Pilihan yang tersedia sama baiknya atau sebaliknya pilihan yang tersedia sama buruknya. Sehingga yang terjadi adalah ketika mereka memutuskan suatu pilihan tertentu, mereka masih belum melepaskan keinginan dan harapannya untuk memutuskan pilihan yang lainnya yang sama baiknya.
Ada juga sebagian orang yang tidak bimbang dan ragu namun lebih memilih tidak memutuskan satupun pilihan yang tersedia untuk dipilih. Dengan tidak memutuskan sesuatu dari sekian banyak pilihan yang tersedia justru membuat mereka nyaman. Mereka berlindung dibalik ketidakmampuan mereka dalam memilih beberapa pilihan yang harus dipilih salah satunya. Tekanan, ketidakyamanan, dan resiko yang mungkin terjadi merupakan beberapa alasan mengapa sebagian orang lebih nyaman untuk tidak memilih satu pun pilihan yang tersedia.
Dalam konteks keduniawian bimbang dan ragu dalam memutuskan pilihan yang terbaik merupakan wujud dari keinginan dan harapan kita untuk mengalami suatu situasi yang paling menyenangkan, nyaman dan sedikit mengalami kerugian bahkan tidak mengalami kerugian sedikitpun. Namun apakah situasi-situasi tersebut adalah paling tepat dan terbaik bagi diri kita? Tentu menurut kita yang terbaik, karena pada hakekatnya manusia cenderung untuk selalu ingin berada pada situasi yang menyenangkan bagi dirinya dan menjauhkan dirinya dari penderitaan.
Situasi yang paling tepat bagi diri kita yang sesungguhnya adalah diluar kekuasaan kita untuk menentukan. Hanya Tuhan yang paling tahu apa yang terbaik bagi diri kita. Apa yang terbaik bagi diri kita yang sesungguhnya merupakan ridho Allah SWT. Banyak pengalaman orang lain yang saya dengar dan banyak pengalaman pribadi yang saya alami yang semakin meyakinkan saya bahwa apa yang terbaik bagi diri kita adalah apa yang terbaik menurut Allah SWT.
Ketika kita memutuskan sesuatu karena pertimbangan duniawi seperti kenikmatan, kesenangan, keuntungan, dan tiadanya penderitaan, maka bisa jadi kita sedang mempergunakan logika dan cara berpikir kita sebagai manusia. Sesuatu yang kita paksakan untuk terjadi karena pilihan kita berdasarkan pertimbangan logika dan untung rugi seringkali hanya akan terlihat bagusnya dalam jangka pendek bahkan seringkali sejak awal sudah menunjukkan tanda-tanda kurang baik. Pilihan yang menurut kita tepat namun kemudian setelah dijalani ternyata tidak seindah yang dibayangkan hanyalah akibat dari pertimbangan baik buruk menurut akal pikiran kita.
Bagaimana apabila kita melibatkan Tuhan dalam setiap pengambilan keputusan? Apa yang terjadi apabila kita melibatkan Tuhan dalam memilih mana yang paling baik bagi kita untuk dijalani?
Di keseharian kita, seringkali kita melupakan Tuhan dalam proses memilih dan mengambil keputusan. Kita terlalu berfokus pada keinginan dan harapan kita dan apa yang terbaik bagi diri kita menurut versi kita sendiri atau orang disekitar kita. Apa yang menurut kita baik belum tentu menurut Tuhan merupakan hal yang terbaik bagi kita. Tuhan Maha Tahu apa yang terbaik bagi umatnya melebihi apa yang kita ketahui terbaik bagi diri kita sendiri. Ketika Tuhan memutuskan yang terbaik bagi kita maka itulah ridho Allah sebenarnya. Walaupun tidak selalu yang terbaik menurut Allah SWT adalah pilihan yang kita inginkan dan situasi yang menyenangkan bagi diri kita.
Allah SWT selalu mengetahui dan memahami apa yang pantas dan seharusnya kita alami. Apa yang terbaik bagi kita menurut Tuhan akan bagus bagi diri kita untuk jangka panjang. Allah SWT tidak akan pernah menjerumuskan umatnya. Ridho Allah SWT adalah sesuatu yang paling tepat dan paling baik untuk kita jalani. Bahkan apabila yang terbaik menurut Allah SWT bukanlah sesuatu yang kita inginkan dan kita anggap menyenangkan bagi diri kita, namun justru situasi itulah yang paling pas dan terbaik harus kita jalani.
Karena dibalik peristiwa kurang menyenangkan dan diluar harapan kita, sesungguhnya terbentang sebuah kesempatan, kenikmatan, kesenangan yang siap kita nikmati. Oleh karena itu apa yang terbaik bagi diri kita menurut Allah SWT bisa sesuai keinginan dan harapan kita atau bisa tidak sesuai keinginan dan harapan kita namun dibalik itu ada sesuatu hal positif dan bernilai yang bisa kita nikmati di masa depan.
Mulailah memohon kepada Allah SWT disetiap pengambilan keputusan. Hadirkan Tuhan dalam diri kita ketika akan memilih satu dari sekian pilihan yang tersedia. Yakinkan diri kita bahwa Tuhan tidak akan pernah memberikan sesuatu yang tidak baik bagi umatnya.
Dengan berserah diri kepada Allah SWT dalam memilih mana yang terbaik bagi diri kita, maka kita akan mencapai ketenangan dan keikhlasan yang luar biasa. Dengan berserah diri kepada Allah SWT sesungguhnya kita sedang mendekatkan diri kita kepadaNYA. Mendekatkan diri kita kepada Allah SWT akan menguatkan diri kita dalam menghadapi situasi dan kondisi apapun.
Setiap kita dihadapkan pada beberapa pilihan dan alangkah lebih baik apabila kita memutuskan salah satu diantara pilihan-pilihan tersebut, maka memohonlah kepada Allah SWT,” Ya Allah, berikanlah hambaMU ini petunjukMU. Dekatkanlah hambaMU dengan kebaikan dan jauhkanlah dari keburukan. Tunjukkanlah hambaMU jalan keluar yang terbaik menurutMU ya Allah. Sesungguhnya apa yang terbaik menurutMU adalah yang terbaik bagiku. Ya Allah saya ikhlas dan pasrah atas segala petunjukMu. Aku hanya mengharapkan ridhoMU menyertai setiap langkahku dalam kehidupan ini”.
Categories: Spiritual Room Tags: Sprituality in Action
Selamat Menjalani Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan
Tidak terasa kita telah sampai kembali di bulan Ramadhan, bulan penuh berkah. Bagi umat muslim bulan Ramadhan adalah bulan yang dinanti-nantikan. Walau di bulan ini kita harus menjalani puasa sehari penuh dan menjalankan sholat tarawih selam kurang lebih 30 hari namun di bulan ini Allah menjanjikan berkah yang melimpah.
Bulan Ramadhan adalah bulan penuh ampunan, dimana segala dosa, kesalahan maupun kekhilafan yang telah kita lakukan semasa hidup kita mendapat ampunanNYA. Di bulan ini kita mendapatkan kesempatan untuk beribadah secara total untuk mendapatkan berkah yang melimpah dan ampunanNYA. Inilah yang membedah bulan Ramadhan dengan bulan-bulan lainnya. Setelah melewati bulan-bulan yang melelahkan dan penuh cobaan, maka saatnya kita menyegarkan kembali atau me-recharge diri kita melalui serangkaian ibadah yang menjadi keutamaan dari bulan suci ini.
Di bulan Ramadhan ini kita mendapatkan kesempatan untuk membersihkan diri kita dari segala hawa nafsu. Belenggu-belenggu nafsu yang selama ini mengikat hati dan pikiran kita berupaya kita hancurkan di bulan suci ini. Selain menghancurkan belenggu-belenggu tersebut, kita juga berupaya untuk membangun kembali (rebuild) diri kita setelah kita menghancurkan belengu-belenggu yang merusak hati dan pikiran kita. Menjadikan diri kita kembali ke fitrahnya yaitu pribadi sholeh dan bertawakal.
Jadi ada 2 makna berharga yang bisa kita pahami dari bulan suci Ramadhan, yaitu menghancurkan segala sesuatu yang negatif dan belenggu-belenggu hawa nafsu serta membangun kembali diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi menurut ajaran agama Islam. Allah SWT memberikan kesempatan khusus yang tidak ditemukan dibulan-bulan lainnya dimana ikhtiar dan doa kita untuk mencapai 2 makna berharga di bulan Ramadhan mendapatkan kelapangan dan kemudahan.
Dalam upaya kita untuk menghancurkan belenggu nafsu dan membangun kembali diri kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi di bulan Ramadhan ini, kita mendapat kesempatan untuk mengoptimalkan serangkaian aktivitas yang hanya tersedia di bulan ini saja. Aktivitas-aktivitas tersebut adalah berpuasa sehari penuh selama kurang lebih 30 hari dan melakukan sholat tarawih kurang lebih 30 hari.
Aktivitas-aktivitas lain yang bisa juga kita lakukan dibulan-bulan lain juga dicatat lebih apabila dilakukan di bulan Ramadhan, seperti sholat lima waktu, membaca Al-Qur’an, sholat sunnah seperti Dhuha dan Tahajjud, bersedekah, dan membantu orang lain. Oleh karena itu di bulan suci Ramadhan ini upaya kita untuk mendapatkan keberkahan, pahala, dan pengampunan dosa bisa kita dapatkan apabila kita optimal, khusyu’ dan ikhlas dalam menjalan segala aktivitas wajib di bulan Ramadhan dan aktivitas lainnya yang memang kewajiban kita untuk melakukannya di bulan-bulan lain selain Ramadhan.
Raihlah kesempatan berharga di Bulan penuh kelimpahan dan berkah ini sebagai modal kita menuju akhirat nanti. Selain mengoptimalkan ibadah sholat dan puasa serta mengendalikan diri kita selama bulan Ramadhan, yang terpenting juga adalah hasil penggemblengan diri kita selama satu bulan tersebut. Setelah bulan Ramadhan, apa yang kita dapatkan selama menunaikan ibadah di bulan tersebut harus menjadi kekuatan dan sumber daya kita menjalani bulan-bulan berikutnya sampai kita bertemu di Ramadhan berikutnya.
Dengan kekuatan dan sumber daya yang kita dapatkan di bulan Ramadhan ini, diharapkan kita bisa mengatasi segala cobaan dan godaan yang akan kita temui selama bulan-bulan sebelum Ramadhan berikutnya tiba. Semoga melalui Ramadhan kali ini kita bisa membentuk dan menjadikan diri kita menjadi pribadi yang dicintai oleh Allah SWT dan mendapatkan kemudahan serta safa’atnya di kehidupan ini.
Ingat, kita tidak akan pernah tahu sampai kapan kita akan hidup dunia ini. Umur kita adalah rahasia Illahi. Oleh karena itu jadikanlan Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terbaik yang pernah kita semua lalui dan setelah itu kita menjadi pribadi yang sama sekali baru. Pribadi terbaik bagi diri kita sendiri mapun bagi orang lain disekitar kita.
Mari kita masuki bulan Ramadhan dengan keikhlasan hati dan selamat menjalankan ibadah puasa.
Categories: Spiritual Room Tags: Holly Month of Ramadhan