<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Rezi Arlansyah Soripada</title>
	<atom:link href="http://rezi-soripada.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rezi-soripada.com</link>
	<description>Here&#039;s My Reflections of Life and Living, Pattern of Thinking, Career and Business</description>
	<lastBuildDate>Wed, 26 May 2010 07:15:24 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Mengapa Personal Branding itu Penting Bagi Orang Yang Ingin Sukses?</title>
		<link>http://rezi-soripada.com/mengapa-personal-branding-itu-penting-bagi-kita/</link>
		<comments>http://rezi-soripada.com/mengapa-personal-branding-itu-penting-bagi-kita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 06:56:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rezi Arlansyah Soripada</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Success]]></category>
		<category><![CDATA[Branding Yourself]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezi-soripada.com/?p=312</guid>
		<description><![CDATA[Personal branding merupakan sebuah strategi. Strategi untuk mengoptimalkan potensi dan sumber daya internal yang kita miliki, mengemasnya sedemikian rupa, kemudian take action dan yang terakhir mengkomunikasikannya dengan berbagai cara yang efektif untuk mendapatkan kepercayaan banyak orang. Personal branding adalah bagian dari personal strategy karena cara-cara yang terangkum dalam personal branding pada akhirnya adalah untuk mencapai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><em><a rel="attachment wp-att-313" href="http://rezi-soripada.com/mengapa-personal-branding-itu-penting-bagi-kita/images2/"><img class="alignleft size-full wp-image-313" title="images[2]" src="http://rezi-soripada.com/wp-content/uploads/2010/05/images2.jpg" alt="" width="164" height="161" /></a><strong>Personal branding</strong></em><strong> merupakan sebuah strategi</strong>. Strategi untuk mengoptimalkan potensi dan sumber daya internal yang kita miliki, mengemasnya sedemikian rupa, kemudian <em>take action</em> dan yang terakhir mengkomunikasikannya dengan berbagai cara yang efektif untuk mendapatkan kepercayaan banyak orang. <strong><em>Personal branding</em> adalah bagian dari <em>personal strategy</em> karena cara-cara yang terangkum dalam <em>personal branding</em> pada akhirnya adalah untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kata lain, <strong><em>personal branding</em> adalah sebuah pilihan strategi untuk meraih apapun tujuan yang ingin diraih. Jadi apabila saat ini anda sedang berpikir bagaimana cara untuk meraih tujuan-tujuan anda, maka mulailah untuk melakukan <em>personal branding</em></strong>.  </p>
<p> </p>
<p>Ada beberapa asumsi mengapa <em>personal branding</em> dapat digunakan sebagai strategi untuk mencapai tujuan, antara lain :</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>KEPERCAYAAN adalah sebuah KEKUATAN luar biasa</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Melalui buku “Sukses Jual Diri : <em>Re-Thinking Personal Branding Through 12 Elements of Personal Competitive Advantage</em>”, saya menjelaskan bahwa kepercayaan itu adalah segalanya bagi manusia. Seseorang harus mendapatkan kepercayaan dari orang lain dan sebaliknya seseorang pun harus mampu memberikan kepercayaan kepada orang lain. Sama halnya kita pun harus mempercayai perusahaan yang menghasilkan sebuah produk selain produk itu sendiri. Sebaliknya perusahaan yang menghasilkan produk tersebut harus mendapatkan kepercayaan masyarakat agar masyarakat bersedia membeli produk tersebut. Melalui <em>personal branding</em>, kita berupaya mengoptimalkan seluruh potensi, kemampuan, pengetahuan, nilai-nilai diri, kreatifitas menjadi sebuah proses yang mengesankan dan <em>output </em>yang <em>extra-ordinary</em>. Hanya dengan proses dan hasil yang mengesankan dan memuaskan itulah kepercayaan mampu di dapatkan.</p>
<p> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Setiap orang tanpa terkecuali adalah PENJUAL, minimal mereka <em>SALESMAN </em>untuk dirinya sendiri</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Siapa bilang anda bukan penjual, apapun status, profesi, dan latar belakang anda, kita semua adalah penjual bagi diri kita sendiri. Apabila anda pernah mengatakan kepada diri anda sendiri dan orang bahwa anda tidak suka dan tidak cocok berprofesi sebagai <em>salesman</em>, maka apa yang anda katakan tidak sepenuhnya tepat. Apakah kehidupan kita tidak diisi dengan melakukan persuasi, mempengaruhi orang lain, meyakinkan orang lain dan berkomunikasi dengan orang? Apabila ada yang mengatakan saya tidak pernah melakukan 4 (empat) hal tersebut dalam hidupnya, saya yakin dia belumlah merasakan kehidupan yang sesungguhnya. Jelas empat hal tersebut menjadi penting karena apapun yang kita ingin kita raih dalam kehidupan ini selalu disertai dengan upaya persuasi, mempengaruhi, meyakinkan dan berkomunikasi dengan orang lain. Dengan melakukan <em>personal branding</em>, upaya kita “menjual diri” menjadi lebih sistematis, terukur, terencana dan disertai dengan strategi dan taktik yang efektif.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Peluang akan lebih mudah diperoleh apabila semakin banyak orang mengetahui KUALITAS, KEUNIKAN, <em>POSITIONING</em> dan DIFERENSIASI diri kita</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pernahkah anda mendengar pepatah yang mengatakan,”bukan sekedar seberapa banyak teman yang kita miliki, tetapi seberapa banyak teman yang mengenal kita”? Pepatah ini dengan jelas mengatakan bahwa jangan hanya fokus untuk memperbanyak pertemanan dan memperbesar jejaring, namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana jejaring anda tersebut mengetahui siapa diri anda sesungguhnya. Yang dimaksud mengenal dan mengetahui siapa diri kita adalah mereka mengetahui kualitas, keunikan dan diferensiasi dari diri kita. Dalam <em>personal branding</em>, setiap keunikan, keunggulan dan diferensiasi harus ditonjolkan. Karena hal ini diyakini mampu membedakan diri kita dengan orang lain. Apabila kita dikenal karena keunikan dan diferensiasi yang dimiliki maka hal ini akan menjadi perhatian orang lain. Tentunya akan semakin memperbesar sebuah peluang yang dapat anda raih. Kualitas diri kita juga harus dapat ditonjolkan dan ditunjukkan agar jejaring mengetahui siapa sesungguhnya anda dan seberapa tepat diri anda mampu mengisi peluang yang mereka berikan kepada anda. Melalui <em>personal branding</em> setiap keunikan, diferensiasi dan kualitas diri dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi bagian tidak terpisahkan dari diri kita.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tempat yang tepat dan orang yang tepat akan MEMPERPESAR kesuksesan</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>Personal branding</em> juga berkaitan dengan bagaimana kita memilih saluran distribusi yang tepat bagi <em>personal brand</em>. Seseorang bisa memilih tempat dan media seperti apa yang ingin dimasuki agar semakin banyak orang mengenal dan mengetahui kualitas, keunikan, <em>positioning</em> dan diferensiasinya. Penyanyi pemula bisa menyanyi di klub malam atau café, sebelum ia masuk dapur rekaman. Namun seorang penyanyi pemula bisa menyesuaikan distribusinya dengan nilai-nilai dirinya, <em>positioning</em>, dan diferensiasinya. Bisa saja ia memilih menyanyi di acara-acara perkawinan, <em>launching </em>produk atau menjadi guru vocal sebelum ia masuk dapur rekaman. Seorang penyanyi juga harus memilih media komunikasi untuk semakin memperkenal siapa dirinya. Ia bisa buka <em>account</em> di facebook dan twitter. Bergabung dengan milis yang berhubungan dengan musik dan profesi menyanyi serta membuat video yang memperlihatkan kualitas suara dan kemudian di <em>upload</em> di youtube. Setiap orang yang menjalankan profesi harus dapat menemukan dan menentukan <em>distribution channel</em> yang tepat dan efektif sekaligus media komunikasi yang akan digunakan. Dengan mengoptimalkan <em>channel </em>yang tepat dan berada di sebanyak mungkin orang-orang yang tepat maka pintu kesuksesan akan semakin terbuka lebar.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Frezi-soripada.com%2Fmengapa-personal-branding-itu-penting-bagi-kita%2F&amp;linkname=Mengapa%20Personal%20Branding%20itu%20Penting%20Bagi%20Orang%20Yang%20Ingin%20Sukses%3F"><img src="http://rezi-soripada.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezi-soripada.com/mengapa-personal-branding-itu-penting-bagi-kita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Fear Attracts Like Energy!</title>
		<link>http://rezi-soripada.com/fear-attracts-like-energy/</link>
		<comments>http://rezi-soripada.com/fear-attracts-like-energy/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Apr 2010 06:37:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rezi Arlansyah Soripada</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quality of Life]]></category>
		<category><![CDATA[Get The Life You Want]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezi-soripada.com/?p=308</guid>
		<description><![CDATA[Saya yakin tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang tidak pernah takut dan tidak merasakan ketakutan dalam dirinya. Semua orang tanpa terkecuali pasti pernah merasakan ketakutan dalam hidupnya. Takut dan ketakutan adalah bagian hidup tak terpisahkan dalam diri setiap manusia. Tepatnya tiada pikiran manusia yang tidak terisi oleh rasa takut dan ketakutan akan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-309" href="http://rezi-soripada.com/fear-attracts-like-energy/chickenfearday1/"><img class="alignleft size-full wp-image-309" title="chickenfearday[1]" src="http://rezi-soripada.com/wp-content/uploads/2010/04/chickenfearday1.jpg" alt="" width="400" height="404" /></a>Saya yakin tidak ada satu pun manusia di dunia ini yang tidak pernah takut dan tidak merasakan ketakutan dalam dirinya. Semua orang tanpa terkecuali pasti pernah merasakan ketakutan dalam hidupnya. Takut dan ketakutan adalah bagian hidup tak terpisahkan dalam diri setiap manusia. <strong>Tepatnya tiada pikiran manusia yang tidak terisi oleh rasa takut dan ketakutan akan hal tertentu</strong>. <strong>Jadi rasa takut adalah sesuatu yang wajar ditemui dalam diri setiap manusia</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Ibarat mata uang logam, rasa takut itu itu memiliki dua sisi yang berbeda.<strong> Sisi pertama</strong>, <strong>rasa takut bisa melumpuhkan</strong>. <strong>Sisi kedua</strong>, <strong>rasa takut itu bisa membangkitkan</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasa takut itu melumpuhkan apabila perasaan ini menjadikan kita memiliki keyakinan yang membatasi</strong>. Ketakutan yang melumpuhkan juga bisa mendorong kita berperilaku dan bertindak negatif. Rasa takut ini bisa bermetamorfosis menjadi trauma dan phobia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sedangkan rasa takut yang membangkitkan itu akan membuat diri kita lebih berdaya</strong>. <strong>Kita bisa mempergunakan sedemikian rupa rasa takut akan hal tertentu untuk mendorong dan mendekatkan diri mencapai tujuan-tujuan kita</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Uniknya, rasa takut yang melumpuhkan maupun yang membangkitkan sesungguhnya merupakan upaya untuk menghindar</strong>. Kemampuan menghindar merupakan kemampuan alamiah manusia yang telah menjadi semacam naluri untuk bertahan hidup maupun mencapai sebuah tujuan.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Ketika kecil saya takut sekali mendapat nilai rendah dalam rapor karena dengan mendapat nilai jelek membuat saya tidak mendapatkan hadiah yang diiming-imingi orang tua saya. Rasa takut saya ini telah membuat saya berupaya belajar dengan baik agar terhindar dari mendapatkan nilai jelek. Berkaitan dengan penolakan, tidak ada manusia yang tidak pernah mendapatkan penolakan entah dari orang tua, saudara, atasan, calon pelanggan, dan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Saya teringat ketika sewaktu kuliah dulu atau sekitar 15 tahun yang lalu saya pernah menjadi <em>salesman</em> sebuah café dan <em>meeting facility</em>. Saya tidak memiliki pengalaman sebagai <em>salesman </em>sebelumnya. Melalui <em>learning by doing</em> saya menjalaninya dengan fun saja. Begitu banyak penolakan dari calon pelanggan yang saya dapatkan ketika itu. Banyak hal yang menjadi pembelajaran saya ketika itu sehingga saya terus belajar kemudian praktek langsung. Namun situasi tidak juga berubah. Penolakan terus terjadi. Ada beberapa calon pelanggan yang membuka diri bahkan masuk ke tahap negosiasi lanjutan namun akhirnya kandas pula. Ketika itu saya berpikir sulit juga ya menjadi salesman. Mental saya menjadi <em>down </em>karena mengalami serangkaian penolakan. Hal yang tadinya saya anggap sebagai bagian dari pekerjaan kemudian menjadi hal serius dalam diri saya. Diri saya tidak menerima banyaknya penolakan yang saya alami. Diri saya tidak mengizinkan saya mengalami penolakan lagi. Ketidakinginan mengalami penolakan akhirnya menjadi rasa takut mengalami penolakan dan menjalani profesi sebagai <em>salesman</em>. Ibarat tsunami yang menghempas apa saja yang menghadangnya, rasa takut saya mengalahkan segala logika penjualan dan pemasaran yang ada maupun kesempatan yang terbuka dihadapan saya. Rasa takut akan penolakan telah melumpuhkan saya. Rasa takut ini telah membuat saya menghindar dari segala aktifitas maupun profesi yang ujung-ujungnya menjual. Bahkan saat itu dalam kehidupan sosial saya rasa takut akan penolakan juga menghantui pikiran saya. Sehingga lebih sering menahan diri untuk meminta bantuan teman karena takut ditolak. Luar biasa bukan efek dari rasa takut yang melumpuhkan diri kita.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasa takut yang memberdayakan diri kita bisa berwujud pada perilaku dan tindakan positif, seperti keinginan yang kuat, ulet, pantang menyerah, komitmen, konsisten, dan lainnya</strong>. <strong>Sedangkan rasa takut yang tidak memberdayakan bisa bewujud pada perilaku dan tidakan negatif, seperti merusak, menyakiti, menghancurkan, menyerang, melakukan kebohongan, dan lainnya</strong>. Tujuan Thomas Alfa Edison menemukan dan menciptakan bola lampu adalah karena ingin menerangi dunia. Bisa jadi Thomas Alfa Edison memiliki ketakutan apabila dunia gelap dan penerangan hanya mengandalkan api dan petromax. Wright bersaudara berupaya keras menciptakan alat transportasi lewat udara. Upaya mereka berhasil dengan ditemukannya pesawat terbang. Bisa jadi mereka takut apabila selamanya manusia hanya memiliki 2 (dua) pilihan alat transportasi saja untuk mencapai suatu tujuan dan itupun memakan waktu lama. Beberapa negara sepakat untuk mengadakan pertemuan tingkat dunia membahas pemanasan global dan perubahan iklim dunia. Pertemuan ini berupaya melahirkan peraturan yang mengikat negara-negara di dunia untuk mulai mengurangi pemakaian emisi, efek rumah kaca dan lainnya demi menyelamatkan bumi. Pertemuan ini intens dilakukan dan telah menjadi perhatian khusus di banyak sekali negara. Ketakutan akan rusaknya alam, pemanasan global dan perubahan iklim yang ekstrem telah mendorong banyak Negara untuk bertindak menyelamatkan bumi.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Sebaliknya George W. Bush mantan Presiden Amerika Serikat ketika memimpin negara tersebut mengambil keputusan untuk menggulingkan rezim Saddam Hussein dan menguasai Irak dengan alasan menyelamatkan Irak dari rezim yang otoriter. Namun menurut laporan yang dirilis oleh media Amerika dan Inggris, bahwa sesungguhnya alasan utama Amerika Serikat menyerang Irak adalah minyak bumi. Amerika Serikat (AS) membutuhkan banyak energi untuk menumbuh perekonomian menyaingi China sehingga AS berupaya mengamankan persediaan minyaknya di Negara-negara Timur Tengah. Ketakutan Amerika Serikat akan kekurangan penguasaan minyak bumi sehingga menghambat pertumbuhan ekonomi dan hegemoni AS atas Timur Tengah telah mendorong negara tersebut tega untuk menguasai dan merusak suatu negara. Suatu ketakutan yang sangat merusak.</p>
<p style="text-align: justify;">Adolf Hitler, Kanselir dan penguasa Jerman yang paling ditakuti di masanya juga dikendalikan oleh ketakutannya. Obsesinya “untuk mempertahankan hidup manusia harus bertarung” serta “perbaikan” ras manusia yang disebut ras arya telah mendorong Kanslir Jerman ini menyerang Negara-negara Eropa dan “memusnahkan” orang-orang berpenyakit dan cacat. Ketakutannya akan “ketidakmurnian” rakyat Jerman dan dikuasainya Jerman oleh ras non-Eropa yang ia sebut sebagai kera yang membuat Adolf Hitler tidak segan-segan menghabisi siapa saja yang bertentangan dengan konsep hidupnya dan Nazi.</p>
<p style="text-align: justify;">Banyak koruptor di dunia apabila ditanya motif mereka melakukan korupsi, umumnya mereka mengatakan untuk memenuhi kebutuhan dan gaya hidupnya. Mereka takut tidak bisa memenuhi standar hidup yang mereka tetapkan. Bahkan menjalani hidup melebihi apa yang mampu mereka hasilkan. Ketakutan ini membuat mereka mengambil jalan pintas yaitu mengambil uang yang bukan haknya alias korupsi.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rasa takut dan ketakutan akan sesuatu hal memiliki energi yang luar biasa</strong>. Energi yang mampu menarik sebuah pemikiran dan ide yang memberdayakan dan bermanfaat atau sebaliknya pemikiran dan ide yang merusak dan tidak bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. <strong>Ketika pikiran dikuasai dan didominasi oleh sebuah ide dan pemikiran tertentu, maka cepat atau lambat akan tercermin dalam sikap, perilaku dan tindakan kita</strong>. Terlebih ketika sebuah perasaan takut begitu dominan dalam diri kita sehingga naluri menghindar juga terus menguat. <strong>Sikap, perilaku dan tindakan kita akan mengikuti naluri menghindar tadi, yaitu menghindar dari situasi dan kondisi yang kita takut untuk terjadi</strong>. Bahkan manusia bisa bersikap, berperilaku maupun bertindak apapun apabila ia sudah dikendalikan oleh ketakutannya sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Oleh karena itu, pergunakanlah ketakutan anda hanya untuk hal-hal yang memberdayakan diri anda dan orang lain. Bersikaplah bersahabat dengan ketakutan, karena rasa takut bisa sangat membantu dan mendorong kita meraih tujuan-tujuan yang bermanfaat baik!</strong></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Frezi-soripada.com%2Ffear-attracts-like-energy%2F&amp;linkname=Fear%20Attracts%20Like%20Energy%21"><img src="http://rezi-soripada.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezi-soripada.com/fear-attracts-like-energy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Being In The Situation You Really Want Is Special Gift You Give For Yourself</title>
		<link>http://rezi-soripada.com/being-in-the-situation-you-really-want-is-special-gift-you-give-for-yourself/</link>
		<comments>http://rezi-soripada.com/being-in-the-situation-you-really-want-is-special-gift-you-give-for-yourself/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Apr 2010 00:29:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rezi Arlansyah Soripada</dc:creator>
				<category><![CDATA[Quality of Life]]></category>
		<category><![CDATA[Bless Your Life !]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezi-soripada.com/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Ketika saya masih kecil dan banyak anak kecil pada umumnya ketika merayakan ulang tahunnya bersama-sama dengan teman-teman dan keluarga lalu mendapat begitu banyak kado, maka tentu situasi seperti ini merupakan situasi yang menggembirakan dan ditunggu-tunggu. Ketika kita ingin memiliki atau mendapatkan sesuatu dan mengharapkan orang lain memberikannya kepada kita dan akhirnya kita benar-benar mendapatkannya maka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-305" href="http://rezi-soripada.com/being-in-the-situation-you-really-want-is-special-gift-you-give-for-yourself/gift1/"><img class="alignleft size-full wp-image-305" title="gift[1]" src="http://rezi-soripada.com/wp-content/uploads/2010/04/gift1.jpg" alt="" width="291" height="320" /></a>Ketika saya masih kecil dan banyak anak kecil pada umumnya ketika merayakan ulang tahunnya bersama-sama dengan teman-teman dan keluarga lalu mendapat begitu banyak kado, maka tentu situasi seperti ini merupakan situasi yang menggembirakan dan ditunggu-tunggu. Ketika kita ingin memiliki atau mendapatkan sesuatu dan mengharapkan orang lain memberikannya kepada kita dan akhirnya kita benar-benar mendapatkannya maka situasi ini tentu sangat menggembirakan kita dan sangat kita tunggu-tunggu.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Apapun yang membuat kita gembira, senang dan bahagia ketika mendapat sesuatu yang merupakan pemberian orang lain atau orang terdekat kita maka situasi ini merupakan sesuatu yang kita inginkan. Namun situasi-situasi seperti ini amat bergantung dari pemberian dari orang lain kepada diri kita. Situasi-situasi yang tidak membutuhkan perjuangan untuk mencapainya. Situasi-situasi menyenangkan dan diinginkan namun proses mendapatkannya serta pencapaiannya belum menjadikan hidup kita lebih bermakna. <strong>Hidup yang bermakna adalah hidup yang penuh dengan pengalaman-pengalaman yang penuh arti, berharga dan memberdayakan</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Situasi-situasi yang menyenangkan, penuh kegembiraan dan kebahagiaan adalah ketika berhasil meraih apa yang kita inginkan. Apa yang kita inginkan tersebut begitu berharga tidak saja buat diri kita tetapi juga bagi orang banyak. Meraih apa yang kita inginkan melalui serangkaian proses yang penuh makna, sebagaimana pencapaian tersebut yang mampu memaknai lebih hidup kita. <strong>Memaknai hidup berarti menemukan hal-hal yang membuat hidup kita menjadi lebih berharga</strong>. <strong>Seseorang yang seringkali mengalami kegagalan dan kemudian bangkit dari kegagalan untuk mengejar apa yang diinginkannya, maka orang-orang seperti ini pasti akan memaknai lebih hidupnya</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Lain halnya dengan orang-orang yang mengalami kegagalan kemudian menyerah dan hanya puas mengimpikan apa yang sesungguhnya ia inginkan maka situasi ini bukan menjadikan hidupnya lebih bermakna. Mengalahkan <em>mental blocks</em> yang disebabkan karena kegagalan kemudian berjuang untuk mencapai apa yang diinginkan sesungguhnya hal inilah yang  memberikan makna luar biasa bagi sejarah kehidupan kita. <strong>Makna hidup terdalam tentu tidak bisa dilihat dari hasil akhir saja namun yang lebih penting adalah bagaimana proses kita meraihnya</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Proses yang penuh perjuangan tentunya menjadi diri kita menjadi kaya pengalaman dan kebijaksanaan sehingga akan lebih mudah memaknai kehidupan. <strong>Satu situasi lagi yang bisa membuat hidup kita menjadi lebih bermakna adalah hadir bagi kehidupan orang lain dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi sebanyak mungkin orang</strong>. Dengan memberikan apa yang kita miliki – uang, ilmu, pengetahuan, tenaga, pikiran, waktu – kepada orang-orang yang membutuhkan akan membuat diri menjadi lebih bermakna. Kita bisa melihat bahwa hidup kita tidaklah sia-sia, tidak semata-mata melengkapi kebutuhan bagi diri sendiri tetapi juga membantu sebanyak mungkin orang yang membutuhkan. <strong>Dengan memuliakan orang lain sesungguhnya kita juga sedang memuliakan diri kita sendiri</strong>. <strong>Dengan melihat diri kita berarti bagi orang lain maka kita bisa melihat begitu berharganya diri kita dan kehidupan ini</strong>. Ada perasaan gembira, senang, bahagia dan bangga atas apa yang telah kita lakukan bagi kehidupan orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berada di situasi yang paling anda inginkan adalah hadiah spesial yang anda berikan kepada diri anda sendiri terwujud melalui 2 situasi yang telah saya jelaskan di atas</strong>. <strong>Meraih apa yang kita inginkan melalui perjuangan dan memberi manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang adalah hadiah terbesar dan terbaik yang anda berikan bagi diri anda sendiri</strong>. Hadiah ini akan selalu kita kenang sampai kapanpun. <strong>Hadiah terbesar yang anda berikan kepada diri anda bisa mengundang berlipat-lipat hadiah terbesar lainnya bagi diri anda</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Mengapa? Karena sekali kita berhasil mencapai apa yang paling kita inginkan melalui suatu proses dan perjuangan dan kemudian berhasil maka hal ini bisa menimbulkan kepercayaan dan keyakinan diri, kebanggaan diri, kebahagiaan untuk mencapai hal-hal lain yang paling diinginkan. Sedangkan sekali kita merasa bahwa kita telah mampu memberi manfaat terbesar bagi banyak orang dan menjadi bagian dari kemajuan dan keberhasilan orang lain maka hal ini akan menimbulkan perasaan yang luar bisa menyenangkan dan kita akan cenderung untuk terus berbuat hal yang sama. <strong>Semakin banyak kita memberi hadiah spesial  bagi diri kita sendiri maka semakin bermakna hidup kita</strong>. Kita akan semakin puas dengan diri kita atas berjalannya kehidupan ini. Kita tidak lagi menyalahi diri sendiri dan kehidupan tapi lebih mencintai lagi kehidupan ini. <strong>Mulailah berikan kado terindah bagi diri anda sesering mungkin</strong>.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Frezi-soripada.com%2Fbeing-in-the-situation-you-really-want-is-special-gift-you-give-for-yourself%2F&amp;linkname=Being%20In%20The%20Situation%20You%20Really%20Want%20Is%20Special%20Gift%20You%20Give%20For%20Yourself"><img src="http://rezi-soripada.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezi-soripada.com/being-in-the-situation-you-really-want-is-special-gift-you-give-for-yourself/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>You Sell a Great Product&#8230;YOURSELF!</title>
		<link>http://rezi-soripada.com/you-sell-a-great-product-yourself/</link>
		<comments>http://rezi-soripada.com/you-sell-a-great-product-yourself/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Apr 2010 00:57:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rezi Arlansyah Soripada</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Success]]></category>
		<category><![CDATA[Take Action Now !]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezi-soripada.com/?p=298</guid>
		<description><![CDATA[Judul tulisan ini persis sama dengan judul pengantar di buku saya Sukses Jual Diri. Kata pengantar dalam buku saya itu ditulis oleh rekan saya yaitu Anthony Dio Martin. Saya sengaja mengunakan judul pengantar dari buku Sukses Jual Diri sebagai judul tulisan saya kali ini. Namun isi dari tulisan ini berbeda dengan isi pengantar dari buku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-299" href="http://rezi-soripada.com/you-sell-a-great-product-yourself/6a0105360968fe970b012876ef4711970c-800wi1/"><img class="alignleft size-full wp-image-299" title="6a0105360968fe970b012876ef4711970c-800wi[1]" src="http://rezi-soripada.com/wp-content/uploads/2010/04/6a0105360968fe970b012876ef4711970c-800wi1.gif" alt="" width="450" height="338" /></a>Judul tulisan ini persis sama dengan judul pengantar di buku saya Sukses Jual Diri. Kata pengantar dalam buku saya itu ditulis oleh rekan saya yaitu Anthony Dio Martin. Saya sengaja mengunakan judul pengantar dari buku Sukses Jual Diri sebagai judul tulisan saya kali ini. Namun isi dari tulisan ini berbeda dengan isi pengantar dari buku saya tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Mungkin diantara anda ada bertanya-tanya apakah diri kita bisa disebut sebagai produk? Apakah diri manusia layak disejajarkan dengan sebuah produk?</strong> <strong>Bila berbicara produk sebagai barang dan jasa tentu manusia tidak bisa disejajarkan oleh produk.</strong> Produk barang dan jasa yang menciptakan adalah manusia. Yang mengendalikan dan mengembangkan produk barang dan jasa juga manusia. <strong>Manusia berada pada tingkat tertinggi di atas produk barang dan jasa.</strong> <strong>Namun ada persamaan antara manusia dengan produk.</strong> Manusia dan produk dapat memberi manfaat yang dibutuhkan, diinginkan dan diharapkan bagi orang-orang yang membutuhkan, menginginkan dan mengharapkanya. <strong>Manusia dan produk sama-sama tidak hanya mengandalkan dari apa yang bisa diberikan atau hasil akhirnya namun juga pada prosesnya.</strong> Kita bicara kualitas dan nila tambah disini. Apakah prosesnya mengesankan dan menyenangkan atau justru prosesnya tidak menyenangkan dan penuh kekecewaan.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Saya akan mengatakan sebuah kenyataan yang menurut saya tidak terbantahkan.</strong> Saya berkesimpulan bahwa,”<strong>tidak ada satu pun produk di dunia yang bisa menandingi kehebatan manusia sebagai produk</strong>”. <strong>Dengan kata lain produk terhebat di jagad raya ini adalah KITA, ANDA, SELURUH MANUSIA di bumi ini</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Wright bersaudara pertama kali mampu menerbangkan pesawat ciptaannya yang menjadi awal dari sejarah pesawat terbang di dunia. Yang hebat, tentu Wright bersaudara. Dari pesawat terbang sederhana dan konvensional sampai Airbus A380 yang bertingkat dua dan mampu mengangkut hampir 800 penumpang , yang hebat bukan kecanggihan A380 namun para desainer dan pembuatnya. IPOD kesayangan anda yang telah memanjakan anda dengan ribuan lagu dan ratusan film yang mudah diputar dan di <em>download</em> serta sangat ringkas disimpan disaku atau kantong anda tentu yang hebat bukan IPOD itu sendiri namun Steve Jobs sebagai pencetus ide pertama, para desainer dan pembuatnya. Anda betah berlama-lama sambil menikmati enaknya kopi di Starbuck. Anda merasa menemukan rumah kedua disana. Namun bukan suasana gerai Starbuck dan kopinya yang hebat, melainkan Howard Schultz sang komandan Starbuck, para Manajer dan baristanya yang hebat.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Manusia adalah produk luar biasa ciptaan Tuhan yang mampu menciptakan apapun melebihi apa yang kita kira kita tak mungkin melakukannya.</strong> <strong>Kehebatan manusia tidak lepas dari mikro prosesor maha hebat yang terpasang di kepala kita yaitu otak.</strong> <strong>Seluruh manusia di dunia diberikan mikro prosesor yang sama bentuknya, sama kualitasnya dan sama hebatnya. </strong></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Tidak ada yang berbeda antara kualitas otak anda dengan Albert Enstein. Lalu mengapa ada individu yang mampu meraih sukses luar biasa dan individu yang biasa-biasa saja?</strong> Bukankah seharusnya dengan kualitas otak yang sama akan menghasilkan individu dengan pencapaian sukses yang sama pula? Kehebatan mikro prosesor ini didukung oleh lima panca indera manusia serta kedua tangan dan kaki kita. Rangsangan dan perintah dari otak ini yang menggerakkan dan mempengaruhi apapun dalam diri kita. <strong>Melalui otak kita inilah tercipta sumber daya internal yaitu pikiran yang mempengaruhi dan menentukan seberapa baik diri kita, Kemampuan, pengetahuan, dan nilai-nilai diri kita.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Melalui mikro prosesor yang super canggih serta sumber daya internal yang luar biasa inilah kita menjadi sebuah produk luar biasa dan terhebat di muka bumi ini.</strong> Kita bisa menciptakan apapun yang bermanfaat dan menghilangkan apapun yang tidak bermanfaat. Ketika menjalani kehidupan sosial, karir, keluarga dan lainnya, kita sebagai sebuah produk selalu menggunakan otak dan sumber daya internal kita. <strong>Otak dan sumber daya internal bagi setiap manusia merupakan komoditas karena siapapun memilikinya.</strong> Yang membedakan antara satu individu dengan individu lainnya adalah optimalisasi sumber daya internal mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Ketika atasan puas dengan hasil pekerjaan anda maka sedang mengoptimalkan produk diri anda melalui sumber daya internal anda. Ketika anda berhasil mempengaruhi orang lain untuk membeli produk barang yang ditawarkan maka anda telah mengoptimalkan produk diri anda melalui sumber daya internal anda. Ketika anak anda mendapatkan hadiah karena berhasil mendapatkan nilai bagus maka anak anda telah mengoptimalkan produk dirinya melalui sumber daya internalnya. Ketika istri anda membuat masakan yang lezat dan dinikmati oleh anda sekeluarga beserta saudara-saudara lainnya, maka istri anda sedang mengoptimalkan produk dirinya melalui sumber daya internal.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Setiap hari, setiap saat, kapan pun dan dimana pun, kita selalu bisa mengoptimalkan diri melalui sumber daya internal diri kita. <strong>Apapun yang kita lakukan kita sedang menjual produk diri kita.</strong> <strong>Perilaku dan tindakan kita yang baik dan beretika berarti anda sedang menjual produk diri anda dengan baik.</strong> <strong>Sebaliknya ketika perilaku, tindakan dan apapun yang anda hasilkan tidak membawa manfaat bagi orang lain dan hanya membuat orang lain kecewa, marah dan takut maka produk diri anda yang luar biasa ini telah anda sia-siakan. </strong>Pahamilah, bahwa suka tidak suka anda selalu menjual diri anda. Menjual yang terbaik dan bermanfaat bagi diri anda dan sebanyak mungkin orang atau menjual sesuatu yang buruk dan tidak bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>SELAMAT MENJUAL PRODUK LUAR BIASA YAITU DIRI ANDA SENDIRI, SEKARANG JUGA!</strong></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Frezi-soripada.com%2Fyou-sell-a-great-product-yourself%2F&amp;linkname=You%20Sell%20a%20Great%20Product%26%238230%3BYOURSELF%21"><img src="http://rezi-soripada.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezi-soripada.com/you-sell-a-great-product-yourself/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Buku SUKSES JUAL DIRI Telah Beredar di Toko-Toko Buku</title>
		<link>http://rezi-soripada.com/buku-sukses-jual-diri-telah-beredar-di-toko-toko-buku/</link>
		<comments>http://rezi-soripada.com/buku-sukses-jual-diri-telah-beredar-di-toko-toko-buku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Apr 2010 15:10:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rezi Arlansyah Soripada</dc:creator>
				<category><![CDATA[Recommendation]]></category>
		<category><![CDATA[My Book]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezi-soripada.com/?p=290</guid>
		<description><![CDATA[Akhirnya buku Sukses Jual Diri : Re-Thinking Personal Branding Through 12 Elements of Personal Competitive Advantage telah beredar di beberapa toko buku di Jabodetabek. Untuk saat ini buku Sukses Jual Diri telah ada di display seluruh toko buku Tisera dan di beberapa toko buku Gramedia, seperti Gramedia Matraman, Gramedia Golden Truly, Gramedia Pasar Baru, Gramedia [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-279" href="http://rezi-soripada.com/buku-sukses-jual-diri-telah-beredar-di-toko-toko-buku/cover-buku-3/"></a><a rel="attachment wp-att-279" href="http://rezi-soripada.com/buku-sukses-jual-diri-telah-beredar-di-toko-toko-buku/cover-buku-3/"><img class="alignleft size-medium wp-image-279" title="cover-buku" src="http://rezi-soripada.com/wp-content/uploads/2010/04/cover-buku-247x300.jpg" alt="" width="247" height="300" /></a>Akhirnya buku Sukses Jual Diri : Re-Thinking Personal Branding Through 12 Elements of Personal Competitive Advantage telah beredar di beberapa toko buku di Jabodetabek. Untuk saat ini buku Sukses Jual Diri telah ada di display seluruh <strong>toko buku Tisera</strong> dan di beberapa toko buku Gramedia, seperti <strong>Gramedia Matraman, Gramedia Golden Truly, Gramedia Pasar Baru, Gramedia WTC, Gramedia Serpong, Gramedia Mal Ambasador, dan Gramedia Sumarecon</strong>. <strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sedangkan beberapa toko buku Gramedia yang telah mengeluarkan <em>purchase order </em>(PO) buku Sukses Jual Diri sehingga akan segera dikirim ke toko-toko buku tersebut adalah Gramedia Pejaten Village, Gramedia Cijantung, Gramedia Semanggi, Gramedia Meruya, Gramedia Daan Mogot, Gramedia Gatot Subroto, Gramedia Pluit Village, Gramedia Mal Metropolitan Bekasi, Gramedia Tasikmalaya, Gramedia Cirebon, Gramedia Istana Plaza Bandung, Gramedia Bandung Supermall, dan Gramedia Merdeka Bandung. </strong>Untuk toko-toko buku Gramedia lainnya serta toko-toko buku Gunung Agung masuk dalam <em>waiting list</em> karena masih menunggu <em>purchase order</em> (PO) dari mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana menjual diri kita dihadapan <em>customer</em>-<em>collague</em>-<em>influencer</em>-<em>decision maker</em>, <em>personal branding</em> dan keunggulan daya saing individu yang kesemuanya untuk mencapai tujuan kita dan meraih sukses adalah tiga topik yang telah lama menjadi ketertarikan mendalam saya. Sebagai seorang profesional dan <em>entrepreneur</em> yang mengalami jatuh bangun dalam berkarir dan berbisnis, saya sangat memahami begitu beratnya untuk mendapatkan kepercayaan dan menjadi pilihan oleh atasan, pelanggan, mitra kerja, investor, dan lainnya. Kita sering menghadapi tekanan persaingan dari rekan kerja, ketidakpuasan atasan, pelanggan yang berpaling dari kita, tidak kunjung mendapat promosi, sulit mendapatkan kepercayaan, dan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><a rel="attachment wp-att-289" href="http://rezi-soripada.com/buku-sukses-jual-diri-telah-beredar-di-toko-toko-buku/27195_1278495718635_1117265057_30849221_4363326_n1/"></a></p>
<p style="text-align: justify;"><strong><a rel="attachment wp-att-289" href="http://rezi-soripada.com/buku-sukses-jual-diri-telah-beredar-di-toko-toko-buku/27195_1278495718635_1117265057_30849221_4363326_n1/"><img class="aligncenter size-full wp-image-289" title="27195_1278495718635_1117265057_30849221_4363326_n[1]" src="http://rezi-soripada.com/wp-content/uploads/2010/04/27195_1278495718635_1117265057_30849221_4363326_n1.jpg" alt="" width="603" height="417" /></a></strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Saya khusus menciptakan buku ini untuk membantu para profesional, karyawan, <em>entrepreuner</em>, mahasiswa, dan pelajar untuk mencapai sukses dalam karir dan kehidupan sosialnya serta meraih kinerja terbaik, terutama menjadi pribadi dengan keunggulan daya saing, menjadi pribadi yang memahami bagaimana menjual dirinya dengan efektif kepada 2CID dan menjadi pribadi yang menguasai praktek-praktek <em>personal branding</em> yang bernilai tambah</strong>. Sebuah model segitiga daya saing individu berikut praktek-prakteknya tersedia dalam buku ini.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Berikut ini adalah beberapa ringkasannya :</p>
<p style="text-align: justify;">Menemukan pilar diri untuk membangun landasan yang kuat dalam diri kita</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana membentuk kekuatan tak berbatas sebagai motor penggerak dalam diri kita</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bagaimana menjalankan fungsi pengubah agar adaptif dan tumbuh menjadi lebih baik lagi</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bagaimana menjadi pribadi yang berorientasi pada kinerja terbaik</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Membangun <em>personal brand</em> yang kuat dan keluar dari kerumunan pesaing</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Cara-cara komunikasi melalui aksi (<em>action communication</em>) yang efektif</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Mentransformasi karakteristik dan citra yang lebih baik, efektif dan mengesankan</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Rahasia untuk dikenal dan menjadi terkenal oleh sebanyak mungkin orang</strong></p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Lihatlah di toko-toko buku yang telah menjual buku Sukses Jual Diri dan nantikan dalam waktu dekat di beberapa toko buku lainnya. <strong>Salam keunggulan, sukses tanpa batas!</strong></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Frezi-soripada.com%2Fbuku-sukses-jual-diri-telah-beredar-di-toko-toko-buku%2F&amp;linkname=Buku%20SUKSES%20JUAL%20DIRI%20Telah%20Beredar%20di%20Toko-Toko%20Buku"><img src="http://rezi-soripada.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezi-soripada.com/buku-sukses-jual-diri-telah-beredar-di-toko-toko-buku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengapa Kita Harus Menjual Diri?</title>
		<link>http://rezi-soripada.com/mengapa-kita-harus-menjual-diri/</link>
		<comments>http://rezi-soripada.com/mengapa-kita-harus-menjual-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 15:10:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rezi Arlansyah Soripada</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Success]]></category>
		<category><![CDATA[Ways to Get Success]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezi-soripada.com/?p=281</guid>
		<description><![CDATA[Secara sederhana menjual bisa diartikan sebagai proses menawarkan sesuatu agar orang lain bersedia menggunakan dan membelinya. Lalu apa perbedaan antara memasarkan dan menjual? Secara sederhana memasarkan merupakan sebuah proses memperkenalkan, menyebarluaskan suatu informasi berharga untuk mempengaruhi orang lain agar mau menggunakan atau membeli sesuatu yang kita tawarkan. Melalui aktivitas ini kita bisa mengetahui dan memahami [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a rel="attachment wp-att-278" href="http://rezi-soripada.com/280/images26/"><img class="alignleft size-full wp-image-278" title="images[26]" src="http://rezi-soripada.com/wp-content/uploads/2010/04/images26.jpg" alt="" width="254" height="199" /></a>Secara sederhana menjual bisa diartikan sebagai proses menawarkan sesuatu agar orang lain bersedia menggunakan dan membelinya</strong>. Lalu apa perbedaan antara memasarkan dan menjual? <strong>Secara sederhana memasarkan merupakan sebuah proses memperkenalkan, menyebarluaskan suatu informasi berharga untuk mempengaruhi orang lain agar mau menggunakan atau membeli sesuatu yang kita tawarkan</strong>. Melalui aktivitas ini kita bisa mengetahui dan memahami karakteristik, spesifikasi, <em>benefit</em>, kualitas, harga, dan lainnya dari suatu produk. Melalui aktivitas pemasaran diharapkan terbentuk persepsi positif yang tentang produk dan mengangkat citranya sehingga konsumen tergerak untuk membelinya. <strong>Aktivitas menjual adalah bagian dari aktivitas pemasaran. Ketika aktivitas pemasaran berjalan dengan baik dan efektif maka hal ini mampu meningkatkan penjualan</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Selama ini mungkin kita lebih memperhatikan aktivitas penjualan yang dilakukan oleh perusahaan dalam bisnis mereka. Mereka memasarkan produk dan menjualnya melalui saluran distribusi yang tersedia dan masyarakat membelinya sesuai kebutuhan dan keinginannya. Namun aktivitas penjualan sesungguhnya bukan hanya dilakukan oleh institusi bisnis agar produknya dibeli oleh masyarakat. <strong>Aktivitas penjualan juga harus dilakukan oleh setiap individu, apapun profesi yang dijalaninya, apapun latar belakangnya, baik dalam karir maupun kehidupan sosial mereka</strong>. Sama halnya dengan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, aktivitas pemasaran dan penjualan adalah bagian penting dalam upaya kita mencapai tujuan dan kesuksesan.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dalam konteks memasarkan diri, bagaimana agar diri kita dikenal oleh orang-orang dan pihak yang kita ingin mereka mengetahui siapa diri kita</strong>. Bagaimana orang-orang dan pihak-pihak tersebut mengetahui seperti apa pemikiran kita, ide-ide, pengetahuan, <em>skills</em>, nilai-nilai diri kita, dan <em>track record</em> kita. Menyebarluaskan informasi tentang siapa diri kita sesungguhnya dan membentuk persepsi yang tepat sesuai yang kita inginkan dalam diri audiens kita. <strong>Selain itu kita juga perlu menentukan saluran-saluran yang tepat untuk memperkenalkan dan menunjukkan kualitas dan potensi diri kita sesungguhnya agar audiens mengetahui siapa diri kita sesungguhnya</strong>. Strategi dan taktik berikut implementasinya banyak berperan ketika anda berupaya memasarkan diri anda dihadapan audiens.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Potensi dan kualitas diri kita harus dapat di implementasikan dengan baik melalui <em>action</em> yang tepat dan efektif. <em>Take action</em> inilah inti dari aktivitas menjual diri kita</strong>. <strong>Akan sangat berbeda ketika kita berupaya menjual potensi dan kualitas diri kita dengan menjual produk</strong>. Dalam menjual produk, kita dapat menawarkan langsung kepada calon pembeli dan meminta mereka untuk membeli. Kita dapat menjelaskan kualitas dan keunggulan dari produk dan manfaat bisa akan didapat dari calon pembeli apabila menggunakan produk tersebut. Kita bisa memuji dan mengklaim bahwa produk kita adalah yang terbaik – akan lebih baik mengatakan pula kelebihan dan kelemahannya. Namun lain halnya ketika kita berupaya menjual diri kita dihadapan orang-orang dan pihak yang kita tuju. Kurang tepat apabila kita menjual diri kita dengan cara seperti ketika kita menjual produk. Pendekatannya sangat berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Aktivitas menjual diri kita harus difokuskan melalui kinerja kita, pencapaian tujuan, implementasi kemampuan dan pengetahuan, implementasi nilai-nilai diri, dan lainnya. <strong>Ketika seorang <em>salesman</em> mampu mencapai target penjualan untuk suatu periode yang ditetapkan maka ia sedang menjual dirinya</strong>. <strong>Ketika seorang pembawa acara membawa acara dengan sangat baik, menarik, dan mempesona audiensnya maka ia sedang menjual dirinya</strong>. <strong>Ketika seorang dokter mampu melaksanakan operasi kepada pasiennya dengan baik dan akhirnya membawa kesembuhan bagi pasien tersebut maka ia sedang menjual dirinya</strong>. <strong>Ketika anda memberikan ide-ide kreatif kepada atasan anda, anak buah anda atau bahkan kepada teman-teman anda maka anda sedang menjual diri anda. Ketika anda mengedepankan kejujuran, keterbukaan, dan tanggung jawab maka anda sedang menjual diri anda</strong>. Inti dari menjual diri kita adalah action communication. <strong>Dalam buku saya SUKSES JUAL DIRI: <em>Re-Thinking Personal Branding Through 12 Elements of Personal Competitive Advantages</em>, saya menjelaskan bahwa menjual diri kita harus mengutamakan aktivitas <em>action communication</em></strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Lalu mengapa kita harus menjual diri?</strong> Secara sederhana, ada 2 alasan mendasar mengapa kita menjual diri kita. <strong>Pertama</strong>, agar orang lain percaya kepada diri kita. Persisnya percaya akan kemampuan kita, pengetahuan kita, kinerja kita, dan potensi diri kita. Sebagai contoh anda ingin dipercaya oleh atasan anda sebagai seorang profesional yang dapat diandalkan. Agar atasan anda percaya kepada anda, maka anda harus menjual diri anda dengan serangkaian <em>action communication</em> yang tepat. Seperti mampu mencapai target pekerjaan yang diberikan, meraih kinerja yang diharapkan, mengatasi dan mengatisipasi masalah dengan baik, memberikan ide-ide, dan lainnya. <strong>Kedua</strong>, untuk mencapai tujuan kita. Mencapai tujuan membutuhkan upaya. <em>Action communication</em> adalah fokus utama dari aktivitas menjual diri kita. <em>Action communication</em> adalah upaya untuk mencapai tujuan kita.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai contoh seorang penyanyi pemula ingin agar ia sering mendapatkan tawaran bernyanyi di berbagai acara. Untuk mencapai tujuannya ini, ia harus melakukan <em>action communication</em> yang merupakan bagian terpenting dari aktivitas menjual diri. Ia bisa meningkatkan kualitas suaranya, menampilkan atraksi panggung yang mengesankan, berkomunikasi dengan baik dengan audiens, sangat menghibur, lagu-lagu yang dibawakan sangat bervariasi, dan lainnya. Contoh lainnya, seorang pembicara publik ingin mendapatkan 1 milyar pertamanya dari profesinya ini. Tentu ia harus menampilkan <em>action communication</em> yang efektif dan bernilai tambah. Ia bisa menyampaikan materi pelatihan dengan baik dan sangat jelas, mampu tampil sebagai <em>entertainer</em> sehingga audiensnya terhibur, memberikan banyak contoh aplikatif dalam penyampaian materinya, menggunakan multimedia sebagai pelengkap penyampaian materi, memberikan perhatian lebih kepada sebanyak mungkin audiensnya, melakukan tehnik improvisasi agar tidak membosakan audiens, dan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Mulailah dengan menjual diri anda ke sebanyak mungkin orang saat ini juga. Buatlah apapun yang anda katakan dan apapun yang anda lakukan, haruslah dalam kerangka sedang menjual diri anda. Jualah diri anda ke banyak orang tanpa orang lain menyadari bahwa anda sedang menjual diri anda. Raihlah banyak kesempatan berharga dan hasil yang anda inginkan bahkan hasil yang tidak anda duga-duga dari aktivitas <em>action communication</em> anda. <strong>Sukses jual diri, sukses tanpa batas!</strong></p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Frezi-soripada.com%2Fmengapa-kita-harus-menjual-diri%2F&amp;linkname=Mengapa%20Kita%20Harus%20Menjual%20Diri%3F"><img src="http://rezi-soripada.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezi-soripada.com/mengapa-kita-harus-menjual-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kita Adalah Owner &amp; CEO Dari Me Incorporation</title>
		<link>http://rezi-soripada.com/kita-adalah-owner-ceo-dari-me-incorporation/</link>
		<comments>http://rezi-soripada.com/kita-adalah-owner-ceo-dari-me-incorporation/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Mar 2010 03:13:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rezi Arlansyah Soripada</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal Success]]></category>
		<category><![CDATA[Take Action Now !]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rezi-soripada.com/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu yang lalu tepatnya 30 Januari 2010 saya mem-posting tulisan berjudul me incorporation! Tulisan tersebut saya tempatkan pada kategori career coach. Diakhir tulisan itu saya berjanji untuk membuat tulisan tentang bagaimana kita memainkan peran kita sebagai pemimpin sekaligus manajer bagi me incorporation. Untuk memahami seperti apa konsep me incorporation, silahkan anda membaca tulisan saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Beberapa waktu yang lalu tepatnya 30 Januari 2010 saya mem-<em>posting</em> tulisan berjudul <em>me incorporation</em>! Tulisan tersebut saya tempatkan pada kategori <em>career coach</em></strong>. Diakhir tulisan itu saya berjanji untuk membuat tulisan tentang bagaimana kita memainkan peran kita sebagai pemimpin sekaligus manajer bagi <em>me incorporation</em>. <strong>Untuk memahami seperti apa konsep <em>me incorporation</em>, silahkan anda membaca tulisan saya terdahulu tentang <em>me incorporation</em></strong>. Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan yang menjelaskan apakah <em>me incorporation</em> itu. Anda bisa mengartikan <em>me incorporation</em> sebagai PT. Diri Saya Sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Salah satu alasan mengapa banyak individu sering mengalami kegagalan, penolakan, sulit sekali mendapatkan kepercayaan orang dan selalu berjalan ditempat baik dalam kehidupan sosial, keluarga dan karir adalah karena mereka tidak mengelola diri mereka dengan baik, efektif dan bernilai tambah</strong>. Sama halnya dengan sebuah perusahaan yang harus dikelola dengan baik dan efektif sehingga mampu terus mencapai tujuan-tujuannya dan berkembang, setiap individu pun harus melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh perusahaan. <strong>Dalam konteks bagaimana mengelola diri kita sebaik dan seefektif mungkin sehingga memiliki keunggulan daya saing, maka fokus kita terletak pada bagaimana mengelola ke dalam dan keluar diri kita</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Apabila kita begitu baik dan efektif dalam mengelola potensi dan kemampuan dalam diri kita namun lemah ketika mengimplementasikan, menunjukkan dan menyebarkan kualitas dan nilai tambah dalam diri kita maka akan mempengaruhi seberapa cepat dan tepatkah kita mampu mencapai tujuan-tujuan kita serta mengelola hambatan dan tantangan yang dihadapi. Sebaliknya ketika kita membuat dan menyebarkan janji dan klaim atas suatu tindakan dan hasil yang dapat dan pasti kita raih namun ternyata kemampuan kita tidak mendukung, potensi tidak dioptimalkan dan strategi di tinggalkan maka pencapaian tujuan dan meraih keberhasilan akan semakin jauh untuk diraih.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Oleh karena itu penting kiranya kita menyeimbangkan antara pengelolaan internal ke dalam diri kita dan pengelolaan eksternal ke luar diri kita</strong>. Disinilah letak persamaan antara sebuah perusahaan dengan diri kita. Sebuah perusahaan tentu dimiliki oleh beberapa atau sekelompok orang. Diri setiap manusia dimiliki oleh mereka sendiri, bukan orang tua, pasangan, anak dan saudara kita. Sebuah perusahaan dikelola oleh pemiliknya dan atau seorang CEO (<em>Chief Executive Officer</em>). Diri kita dikelola oleh pemilik dari diri kita sendiri yaitu diri kita sendiri, bukan orang lain diluar diri kita. Sebuah perusahaan memiliki tujuan-tujuan yang harus dicapai yang ditentukan oleh CEO dan atau dipengaruhi oleh <em>owner</em>-nya. Diri setiap manusia tentu memiliki tujuan-tujuan yang ingin diraih yang ditentukan oleh pemilik dan CEO dari diri kita yaitu diri kita sendiri. Agar setiap perusahaan mampu bertahan dan berkembang, mereka tentu membutuhkan pendapatan dari hasil penjualan produk dan jasa yang dihasilkan. Setiap manusia apabila ingin bertahan dan berkembang dalam kehidupannya, maka mereka membutuhkan pendapatan dari pekerjaannya. Ketika manusia bekerja maka mereka sedang menghasilkan produk dan jasa yang mereka dapat hasilkan, yaitu apa yang sedang mereka kerjakan atau hasilkan.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sebuah perusahaan membagi pencapaian tujuannya ke dalam beberapa peran dan tugas, seperti operasional, <em>sales</em> dan <em>marketing</em>, keuangan, <em>human resource management</em>, investasi, dan teknologi informasi. Setiap manusia juga memiliki peran dan tugas yang persis sama dengan perusahaan. Setiap manusia memiliki peran dan tugas operasional, <em>sales</em> dan <em>marketing</em>, keuangan, HR <em>management</em>, dan investasi atas diri mereka sendiri</strong>. Setiap perusahaan membutuhkan serangkaian strategi, taktik dan <em>action</em> disetiap peran dan tugas mereka untuk mewujudkan tujuan-tujuannya. Hal yang sama juga dihadapi oleh diri kita. Kita membutuhkan strategi, taktik dan <em>action </em>disetiap peran dan tugas kita untuk mewujudkan tujuan-tujuan yang ditetapkan.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Telah dijelaskan di atas bahwa pencapaian suatu tujuan dari perusahaan dan individu harus mencakup beberapa peran dan tugas. Suatu perusahaan yang pemasaran produk atau jasanya bagus dan penjualannya baik namun pengelolaan keuangannya lemah maka suatu saat perusahaan akan mengalami kesulitan. Suatu perusahaan yang pengelolaan keuangannya baik namun pengembangan SDM dan pemasarannya tidak berjalan baik, maka suatu saat perusahaan akan mengalami kesulitan pula. Apa yang dialami perusahaan juga dialami oleh setiap individu.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Apabila kita memiliki kemampuan dan pengetahuan yang bagus namun dua-duanya belum dapat menghasilkan kinerja terbaik, maka suatu saat atasan atau <em>customer</em> kita akan memilih orang lain yang lebih bagus dari kita. Ketika kita mampu memasarkan hasil kerja dan pencapaian tujuan kita kepada atasan, <em>customer</em> atau prospektif klien dengan baik namun apa yang kita bisa hasilkan tidak mengalami perubahan walaupun lingkungan eksternal berubah, maka suatu saat diri kita akan kalah bersaing dengan individu yang selalu mampu meningkatkan hasil-hasilnya.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sebagai seorang individu, kita memiliki peran dan tugas operasional, <em>sales</em> dan <em>marketing</em>, pengembangan usaha, keuangan, <em>training</em> dan <em>development</em>, investasi dan lainnya</strong>. Peran dan tugas ini diarahkan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin memastikan bahwa peran dan tugas-tugas tersebut dijalankan dengan baik dan efektif sesuai strategi dan tujuan yang akan dicapai. <strong>Kita adalah pemimpin tertinggi dan pemimpin satu-satunya dari diri kita sendiri</strong>. <strong>Kita adalah orang yang paling bertanggung-jawab atas kehidupan dan pencapaian tujuan kita</strong>. <strong>Oleh karena itu sebagai pemimpin utama dan pihak yang paling bertanggung jawab, kita harus memahami peran dan tugas operasional, sales dan marketing, pengembangan usaha, keuangan, <em>training</em> dan <em>development</em>, investasi dan lainnya</strong>.</p>
<p style="text-align: justify;"> </p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai pemimpin utama dari <em>me incorporation</em>, kita harus memastikan bahwa peran dan tugas-tugas tersebut dijalankan dengan benar dan efektif secara terus menerus. Sebagai pemimpin utama, kita harus mampu menetapkan masa depan seperti apa yang akan diraih. Menentukan tujuan-tujuan berjangka dan kerangka waktu pencapaiannya. Sebagai pemimpin utama, kita harus menentukan <em>passion</em> dalam hal apa kita ingin berkarya. Bidang pencapaian yang mana yang ingin difokuskan berdasarkan kecintaan kita untuk memberikan hasil terbaik bagi sebanyak mungkin orang.</p>
<p style="text-align: justify;">  </p>
<p style="text-align: justify;">Mulailah detik ini juga untuk mentransformasi diri kita sebagai pemilik sekaligus pemimpin utama dari diri kita sendiri. Pemilik dan pemimpin utama dari <em>me incorporation</em>. <strong>Diri kitalah yang berkuasa dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada diri kita dan apa yang kita lakukan</strong>. <strong>Mulailah mengambil tanggung jawab ini</strong>. Ketika kita mulai mengambil tanggung jawab ini, maka kita akan semakin menghargai potensi dan sumber daya yang ada dalam diri kita. Kita akan mulai fokus untuk mengeksplorasi seluruh potensi yang ada dalam diri kita untuk mencapai apapun tujuan yang ingin dicapai. <strong>Kita semua adalah <em>chief executive officer</em> dari diri kita dan <em>me incorporation</em></strong>. <strong>Dalam buku saya yang akan segera beredar di toko-toko buku pada akhir Maret 2010 ini berjudul “Sukses Jual Diri : <em>Re-Thinking Personal Branding Through 12 Elements of Personal Competitive Advantage</em>”, peran dan tugas-tugas dalam <em>me incorporation</em> tersalurkan impelementasinya dalam aktivitas <em>personal branding</em> dan model segitiga daya saing individu. </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Nantikan buku “Sukses Jual Diri” pada akhir Maret 2010 ini</strong>.</p>
<a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save?linkurl=http%3A%2F%2Frezi-soripada.com%2Fkita-adalah-owner-ceo-dari-me-incorporation%2F&amp;linkname=Kita%20Adalah%20Owner%20%26%23038%3B%20CEO%20Dari%20Me%20Incorporation"><img src="http://rezi-soripada.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_171_16.png" width="171" height="16" alt="Share/Bookmark"/></a>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rezi-soripada.com/kita-adalah-owner-ceo-dari-me-incorporation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
