Mengapa Kita Harus Menjual Diri?
Secara sederhana menjual bisa diartikan sebagai proses menawarkan sesuatu agar orang lain bersedia menggunakan dan membelinya. Lalu apa perbedaan antara memasarkan dan menjual? Secara sederhana memasarkan merupakan sebuah proses memperkenalkan, menyebarluaskan suatu informasi berharga untuk mempengaruhi orang lain agar mau menggunakan atau membeli sesuatu yang kita tawarkan. Melalui aktivitas ini kita bisa mengetahui dan memahami karakteristik, spesifikasi, benefit, kualitas, harga, dan lainnya dari suatu produk. Melalui aktivitas pemasaran diharapkan terbentuk persepsi positif yang tentang produk dan mengangkat citranya sehingga konsumen tergerak untuk membelinya. Aktivitas menjual adalah bagian dari aktivitas pemasaran. Ketika aktivitas pemasaran berjalan dengan baik dan efektif maka hal ini mampu meningkatkan penjualan.
Selama ini mungkin kita lebih memperhatikan aktivitas penjualan yang dilakukan oleh perusahaan dalam bisnis mereka. Mereka memasarkan produk dan menjualnya melalui saluran distribusi yang tersedia dan masyarakat membelinya sesuai kebutuhan dan keinginannya. Namun aktivitas penjualan sesungguhnya bukan hanya dilakukan oleh institusi bisnis agar produknya dibeli oleh masyarakat. Aktivitas penjualan juga harus dilakukan oleh setiap individu, apapun profesi yang dijalaninya, apapun latar belakangnya, baik dalam karir maupun kehidupan sosial mereka. Sama halnya dengan perusahaan dalam menjalankan bisnisnya, aktivitas pemasaran dan penjualan adalah bagian penting dalam upaya kita mencapai tujuan dan kesuksesan.
Dalam konteks memasarkan diri, bagaimana agar diri kita dikenal oleh orang-orang dan pihak yang kita ingin mereka mengetahui siapa diri kita. Bagaimana orang-orang dan pihak-pihak tersebut mengetahui seperti apa pemikiran kita, ide-ide, pengetahuan, skills, nilai-nilai diri kita, dan track record kita. Menyebarluaskan informasi tentang siapa diri kita sesungguhnya dan membentuk persepsi yang tepat sesuai yang kita inginkan dalam diri audiens kita. Selain itu kita juga perlu menentukan saluran-saluran yang tepat untuk memperkenalkan dan menunjukkan kualitas dan potensi diri kita sesungguhnya agar audiens mengetahui siapa diri kita sesungguhnya. Strategi dan taktik berikut implementasinya banyak berperan ketika anda berupaya memasarkan diri anda dihadapan audiens.
Potensi dan kualitas diri kita harus dapat di implementasikan dengan baik melalui action yang tepat dan efektif. Take action inilah inti dari aktivitas menjual diri kita. Akan sangat berbeda ketika kita berupaya menjual potensi dan kualitas diri kita dengan menjual produk. Dalam menjual produk, kita dapat menawarkan langsung kepada calon pembeli dan meminta mereka untuk membeli. Kita dapat menjelaskan kualitas dan keunggulan dari produk dan manfaat bisa akan didapat dari calon pembeli apabila menggunakan produk tersebut. Kita bisa memuji dan mengklaim bahwa produk kita adalah yang terbaik – akan lebih baik mengatakan pula kelebihan dan kelemahannya. Namun lain halnya ketika kita berupaya menjual diri kita dihadapan orang-orang dan pihak yang kita tuju. Kurang tepat apabila kita menjual diri kita dengan cara seperti ketika kita menjual produk. Pendekatannya sangat berbeda.
Aktivitas menjual diri kita harus difokuskan melalui kinerja kita, pencapaian tujuan, implementasi kemampuan dan pengetahuan, implementasi nilai-nilai diri, dan lainnya. Ketika seorang salesman mampu mencapai target penjualan untuk suatu periode yang ditetapkan maka ia sedang menjual dirinya. Ketika seorang pembawa acara membawa acara dengan sangat baik, menarik, dan mempesona audiensnya maka ia sedang menjual dirinya. Ketika seorang dokter mampu melaksanakan operasi kepada pasiennya dengan baik dan akhirnya membawa kesembuhan bagi pasien tersebut maka ia sedang menjual dirinya. Ketika anda memberikan ide-ide kreatif kepada atasan anda, anak buah anda atau bahkan kepada teman-teman anda maka anda sedang menjual diri anda. Ketika anda mengedepankan kejujuran, keterbukaan, dan tanggung jawab maka anda sedang menjual diri anda. Inti dari menjual diri kita adalah action communication. Dalam buku saya SUKSES JUAL DIRI: Re-Thinking Personal Branding Through 12 Elements of Personal Competitive Advantages, saya menjelaskan bahwa menjual diri kita harus mengutamakan aktivitas action communication.
Lalu mengapa kita harus menjual diri? Secara sederhana, ada 2 alasan mendasar mengapa kita menjual diri kita. Pertama, agar orang lain percaya kepada diri kita. Persisnya percaya akan kemampuan kita, pengetahuan kita, kinerja kita, dan potensi diri kita. Sebagai contoh anda ingin dipercaya oleh atasan anda sebagai seorang profesional yang dapat diandalkan. Agar atasan anda percaya kepada anda, maka anda harus menjual diri anda dengan serangkaian action communication yang tepat. Seperti mampu mencapai target pekerjaan yang diberikan, meraih kinerja yang diharapkan, mengatasi dan mengatisipasi masalah dengan baik, memberikan ide-ide, dan lainnya. Kedua, untuk mencapai tujuan kita. Mencapai tujuan membutuhkan upaya. Action communication adalah fokus utama dari aktivitas menjual diri kita. Action communication adalah upaya untuk mencapai tujuan kita.
Sebagai contoh seorang penyanyi pemula ingin agar ia sering mendapatkan tawaran bernyanyi di berbagai acara. Untuk mencapai tujuannya ini, ia harus melakukan action communication yang merupakan bagian terpenting dari aktivitas menjual diri. Ia bisa meningkatkan kualitas suaranya, menampilkan atraksi panggung yang mengesankan, berkomunikasi dengan baik dengan audiens, sangat menghibur, lagu-lagu yang dibawakan sangat bervariasi, dan lainnya. Contoh lainnya, seorang pembicara publik ingin mendapatkan 1 milyar pertamanya dari profesinya ini. Tentu ia harus menampilkan action communication yang efektif dan bernilai tambah. Ia bisa menyampaikan materi pelatihan dengan baik dan sangat jelas, mampu tampil sebagai entertainer sehingga audiensnya terhibur, memberikan banyak contoh aplikatif dalam penyampaian materinya, menggunakan multimedia sebagai pelengkap penyampaian materi, memberikan perhatian lebih kepada sebanyak mungkin audiensnya, melakukan tehnik improvisasi agar tidak membosakan audiens, dan lainnya.
Mulailah dengan menjual diri anda ke sebanyak mungkin orang saat ini juga. Buatlah apapun yang anda katakan dan apapun yang anda lakukan, haruslah dalam kerangka sedang menjual diri anda. Jualah diri anda ke banyak orang tanpa orang lain menyadari bahwa anda sedang menjual diri anda. Raihlah banyak kesempatan berharga dan hasil yang anda inginkan bahkan hasil yang tidak anda duga-duga dari aktivitas action communication anda. Sukses jual diri, sukses tanpa batas!