Posts Tagged ‘Bless Your Life !’

Being In The Situation You Really Want Is Special Gift You Give For Yourself

Ketika saya masih kecil dan banyak anak kecil pada umumnya ketika merayakan ulang tahunnya bersama-sama dengan teman-teman dan keluarga lalu mendapat begitu banyak kado, maka tentu situasi seperti ini merupakan situasi yang menggembirakan dan ditunggu-tunggu. Ketika kita ingin memiliki atau mendapatkan sesuatu dan mengharapkan orang lain memberikannya kepada kita dan akhirnya kita benar-benar mendapatkannya maka situasi ini tentu sangat menggembirakan kita dan sangat kita tunggu-tunggu.

 

Apapun yang membuat kita gembira, senang dan bahagia ketika mendapat sesuatu yang merupakan pemberian orang lain atau orang terdekat kita maka situasi ini merupakan sesuatu yang kita inginkan. Namun situasi-situasi seperti ini amat bergantung dari pemberian dari orang lain kepada diri kita. Situasi-situasi yang tidak membutuhkan perjuangan untuk mencapainya. Situasi-situasi menyenangkan dan diinginkan namun proses mendapatkannya serta pencapaiannya belum menjadikan hidup kita lebih bermakna. Hidup yang bermakna adalah hidup yang penuh dengan pengalaman-pengalaman yang penuh arti, berharga dan memberdayakan.

 

Situasi-situasi yang menyenangkan, penuh kegembiraan dan kebahagiaan adalah ketika berhasil meraih apa yang kita inginkan. Apa yang kita inginkan tersebut begitu berharga tidak saja buat diri kita tetapi juga bagi orang banyak. Meraih apa yang kita inginkan melalui serangkaian proses yang penuh makna, sebagaimana pencapaian tersebut yang mampu memaknai lebih hidup kita. Memaknai hidup berarti menemukan hal-hal yang membuat hidup kita menjadi lebih berharga. Seseorang yang seringkali mengalami kegagalan dan kemudian bangkit dari kegagalan untuk mengejar apa yang diinginkannya, maka orang-orang seperti ini pasti akan memaknai lebih hidupnya.

 

Lain halnya dengan orang-orang yang mengalami kegagalan kemudian menyerah dan hanya puas mengimpikan apa yang sesungguhnya ia inginkan maka situasi ini bukan menjadikan hidupnya lebih bermakna. Mengalahkan mental blocks yang disebabkan karena kegagalan kemudian berjuang untuk mencapai apa yang diinginkan sesungguhnya hal inilah yang  memberikan makna luar biasa bagi sejarah kehidupan kita. Makna hidup terdalam tentu tidak bisa dilihat dari hasil akhir saja namun yang lebih penting adalah bagaimana proses kita meraihnya.

 

Proses yang penuh perjuangan tentunya menjadi diri kita menjadi kaya pengalaman dan kebijaksanaan sehingga akan lebih mudah memaknai kehidupan. Satu situasi lagi yang bisa membuat hidup kita menjadi lebih bermakna adalah hadir bagi kehidupan orang lain dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi sebanyak mungkin orang. Dengan memberikan apa yang kita miliki – uang, ilmu, pengetahuan, tenaga, pikiran, waktu – kepada orang-orang yang membutuhkan akan membuat diri menjadi lebih bermakna. Kita bisa melihat bahwa hidup kita tidaklah sia-sia, tidak semata-mata melengkapi kebutuhan bagi diri sendiri tetapi juga membantu sebanyak mungkin orang yang membutuhkan. Dengan memuliakan orang lain sesungguhnya kita juga sedang memuliakan diri kita sendiri. Dengan melihat diri kita berarti bagi orang lain maka kita bisa melihat begitu berharganya diri kita dan kehidupan ini. Ada perasaan gembira, senang, bahagia dan bangga atas apa yang telah kita lakukan bagi kehidupan orang lain.

 

Berada di situasi yang paling anda inginkan adalah hadiah spesial yang anda berikan kepada diri anda sendiri terwujud melalui 2 situasi yang telah saya jelaskan di atas. Meraih apa yang kita inginkan melalui perjuangan dan memberi manfaat terbesar bagi sebanyak mungkin orang adalah hadiah terbesar dan terbaik yang anda berikan bagi diri anda sendiri. Hadiah ini akan selalu kita kenang sampai kapanpun. Hadiah terbesar yang anda berikan kepada diri anda bisa mengundang berlipat-lipat hadiah terbesar lainnya bagi diri anda.

 

Mengapa? Karena sekali kita berhasil mencapai apa yang paling kita inginkan melalui suatu proses dan perjuangan dan kemudian berhasil maka hal ini bisa menimbulkan kepercayaan dan keyakinan diri, kebanggaan diri, kebahagiaan untuk mencapai hal-hal lain yang paling diinginkan. Sedangkan sekali kita merasa bahwa kita telah mampu memberi manfaat terbesar bagi banyak orang dan menjadi bagian dari kemajuan dan keberhasilan orang lain maka hal ini akan menimbulkan perasaan yang luar bisa menyenangkan dan kita akan cenderung untuk terus berbuat hal yang sama. Semakin banyak kita memberi hadiah spesial  bagi diri kita sendiri maka semakin bermakna hidup kita. Kita akan semakin puas dengan diri kita atas berjalannya kehidupan ini. Kita tidak lagi menyalahi diri sendiri dan kehidupan tapi lebih mencintai lagi kehidupan ini. Mulailah berikan kado terindah bagi diri anda sesering mungkin.

  • Share/Bookmark

Be the first to comment - What do you think?  Posted by Rezi Arlansyah Soripada - April 27, 2010 at 12:29 am

Categories: Quality of Life   Tags:

Filosofi Pohon Bambu Dalam Kehidupan

kdo_tedBambooTrees[1]Menarik sekali apabila kita mencermati kehidupan kita dan banyak orang. Saya sendiri memiliki kebiasaan untuk selalu mencermati kehidupan saya dan belajar serta memahami apa yang dilakukan orang lain dalam kehidupannya sehingga saya bisa belajar dan melakukan hal yang sama yang dilakukan orang lain ketika mereka menghadapi masalah dan ketika mereka melakukan upaya untuk mencapai keberhasilan.

 

Atas pengamatan saya selama ini terhadap kehidupan pribadi dan banyak orang maka saya berada pada suatu pengertian bahwa kehidupan itu selalu berputar ibarat roda. Suatu ketika manusia berada pada situasi yang menyenangkan dan menggembirakan, suatu ketika pula manusia berada pada situasi yang menuntut keprihatinan. Suatu ketika manusia mengalami kemajuan, suatu ketika pula manusia mengalami kemunduran. Suatu ketika manusia mendapatkan kemudahan dan kelancaran, suatu ketika pula manusia mengalami masalah dan hambatan.

 

Inilah siklus hidup manusia tanpa terkecuali akan mengalami pasang surut seperti ini. Manusia bisa mengalami kegembiraan dan kekecewaan atau kemajuan dan kemunduran pada saat yang sama. Mungkin saja seseorang mengalami keberlimpahan harta sehingga membuatnya bahagia namun bisa jadi ia mengalami kemunduran atau kekecewaan pada suatu hal tertentu. Mungkin saja seorang pria atau wanita ditolak cintanya oleh  seseorang yang ia cintai sehingga mengalami kekecewaan dan kesedihan, namun bisa jadi ia bisa terhibur karena adanya kehangatan dan keakraban antar angota keluarganya.

 

Dengan menggunakan variabel sebab akibat, ketika manusia mengalami kesuksesan dan keberhasilan maka dua hal ini adalah sebab yang bisa saja berakibat bertambahnya materi, mendapatkan kenaikan jabatan, bertambahnya kekuasaan, mendapat banyak pujian, dan lainnya. Semakin banyak kita mendapatkan kesuksesan dan keberhasilan maka sangat mungkin kita akan diterpa dengan begitu banyak kesenangan dan kegembiraan yang luar biasa. Namun terpaan kebahagiaan yang terus menerus dalam suatu jangka waktu tertentu akan membuat kita roboh. Tanda-tandanya bisa dilihat ketika kita mulai lengah, takabur, mengabaikan sesuatu yang seharusnya ditindaklanjuti, malas, mengganggap remeh. Tanda-tanda tersebut adalah sebab yang bisa berakibat pada cara-cara yang tidak efektif, kualitas yang buruk, hasil yang mengecewakan, kegagalan, dan lainnya.

 

Masih menggunakan variabel sebab akibat, ketika manusia dihadapkan pada suatu masalah, kegagalan maupun hambatan maka dua hal ini bisa berakibat pada hilangnya kesempatan mendapatkan sesuatu yang kita inginkan, hilang atau berkurangnya kualitas, outcomes atau kinerja menjadi buruk, muncul ketidakpercayaan dari orang lain dan lainnya. Semakin banyak masalah, hambatan dan kegagalan yang kita hadapi maka terbuka kemungkinan kita akan diterpa dengan kesedihan, kekecewaan, dan ketidakbahagiaan. Terpaan kesedihan dan kekecewaan ini apabila berlangsung terus menerus akan membuat kita roboh. Tanda-tandanya bisa dilihat ketika kita mulai putus asa, takut untuk mencoba dan memulai lagi, hilangnya kepercayaan diri, tidak ingin memiliki impian, dan memiliki keyakinan diri yang tidak memberdayakan.

 

Setiap kesuksesan dan kegagalan atau setiap kebahagiaan dan kesedihan memiliki konsekuensi. Kesuksesan dan kebahagiaan konsekuensinya akan menyenangkan namun situasi-situasi menyenangkan berpotensi memajukan dan juga mematikan kita. Kegagalan dan kesedihan konsekuensinya akan mengecewakan dan marah namun situasi-situasi mengecewakan berpotensi memajukan dan juga mematikan diri kita. Ketika kita berhasil, sukses, gagal, menghadapi masalah, kita selalu mendapat terpaan situasi yang bisa mendorong keberhasilan dan kegagalan kita. Terpaan itu bisa mendorongkan kita ke arah kemajuan atau kemunduran.

 

Ibarat sebuah pohon yang tegak lurus yang apabila di terpa angin yang sangat kencang maka pohon itu pun akan roboh atau tumbang. Ketika kita sukses dan mencapai keberhasilan, kegembiraan dan kesenangan yang ada dalam diri kita bisa mendorong kita ke arah kemajuan atau justru membawa kita ke arah kemunduran. Ketika kita terlena dengan kegembiraan dan kesenangan disaat sukses dan mencapai keberhasilan yang kemudian membuat kita mengalami kemunduran, maka kita ibarat pohon yang diterpa oleh angin yang kemudian roboh atau tumbang karena tidak kuat menahan kerasnya angin. Kebahagiaan dan kesenangan membuat diri kita lengah, berpuas diri, dan menganggap remeh segala sesuatunya sehingga kita malas merespon dan mengabaikan situasi-situasi eksternal yang perlu direspon dengan baik dan efektif.

 

Sebaliknya ketika kita tetap fokus dan terus melangkah maka terpaan kegembiraan dan kebahagiaan karena mencapai keberhasilan justru membuat kita semakin maju dan bernilai. Ibarat sebuah pohon bambu yang lentur dan selalu bergerak mengikuti terpaan angin. Seberapapun besarnya kegembiraan dan kebahagiaan yang menghinggapi akan tetap membuat kita bergerak lincah untuk terus fokus dan bergerak maju mencapai keberhasilan lainnya atau tingkat keberhasilan yang lebih tinggi. INILAH FILOSOFI POHON BAMBU. Kegembiraan, kebahagiaan dan kebanggaan tidak membuat diri kita menjadi diam namun sebaliknya kita tetap terjaga dan bergerak mengikuti perubahan yang sedang dan akan terjadi.

 

Sama halnya ketika kita menghadapi kegagalan dan kesedihan, apabila kita larut dengan kegagalan dan kesedihan maka situasi tersebut bisa membuat kita diam dan berjalan ditempat. Sekuat-kuatnya kita bertahan dan berdiam diri karena kegagalan, kesedihan dan ketidakbahagiaan yang dialami akan mendorong kita untuk disorientasi dan terpisah dengan lingkungan serta situasi-situasi eksternal yang terjadi. Ketika hal ini terjadi maka berjalan ditempat, kemunduran dan semakin banyak kegagalan akan menghinggapi kita. Kita sedang menjadi pohon yang terus berdiam diri menghadapi terpaan angin. Ketika angin begitu kencang terus menerpa pohon maka suatu saat pohon ini pun akan roboh. Ketika kita hanya diam, lemah, malas, trauma, dan takut dan disaat bersamaan situasi terus berkembang dan perubahan pun terus terjadi maka kita pun tidak akan pernah mendapatkan apapun yang kita inginkan dan hidup pun menjadi tidak bermakna.

 

Situasi akan menjadi lebih baik ketika kita tetap fokus untuk mencapai tujuan, bergerak ke arah keberhasilan, dan mencari jalan untuk memecahkan atau menghindari hambatan di saat kita mengalami kegagalan, kesedihan, dan menghadapi masalah. Alih-alih berdiam diri dan larut dengan kegagalan, kesedihan dan masalah yang dihadapi, dengan tetap fokus dan bergerak mencari strategi dan action yang tepat merupakan upaya yang tepat untuk menghindarkan diri kita dari kemunduran dan kerugian yang berkepanjangan. Inilah filosofi pohon bambu dalam menghadapi kegagalan dan hambatan, begitu luwes, fleksibel dan terus bergerak mengikuti arah angin yang berembus ke arah pohon bambu tersebut.

 

Saya pun pada akhirnya menjadi paham bahwa apapun yang terjadi di kala senang dan susah, bahagia dan sedih, berhasil dan gagal, percaya diri dan rendah diri, tidaklah membawa perbedaan apapun. Saat senang dan bahagia bisa menjatuhkan diri kita dan bisa pula memajukan diri kita. Saat penuh masalah dan mengalami kegagalan bisa menjatuhkan dan menenggelamkan diri kita lebih dalam lagi namun bisa pula menjadi pendorong bagi kita untuk keluar dari situasi tidak memberdayakan dan tetap pada jalur keberhasilan.

Jadi bagi saya tidaklah penting senang, gembira, susah, gagal, bahagia, menderita, dan sedih, karena yang jauh lebih penting adalah bagaimana menjadi pohon bambu di setiap tarikan nafas kita dalam menjalani apapun situasi yang dihadapi. BAGAIMANA DENGAN ANDA?

  • Share/Bookmark

Be the first to comment - What do you think?  Posted by Rezi Arlansyah Soripada - January 30, 2010 at 1:00 am

Categories: Quality of Life   Tags:

There is No Finish Line !

Tidak ada garis finish dalam kehidupan! Ketika mendengar kalimat provokatif ini mungkin banyak orang akan berpendapat lain. Banyak orang dalam kehidupan ini yang cukup puas ketika berhasil mencapai tujuannya. Mereka terlena dengan kenikmatan yang didapatkan dari keberhasilannya tersebut. Mereka enggan berkembang dan cenderung mempertahankan apa yang telah mereka raih.

 

Mereka justru khawatir apabila harus berkembang dan berubah sehingga harus meninggalkan keberhasilannya saat ini untuk sesuatu yang menurut mereka belum tentu seberhasil apa yang telah mereka capai. Sesungguhnya orang-orang seperti ini telah mengganggap selesai pencapaiannya.

 

Mereka merasa seakan-akan telah mencapai garis akhir dari serangkaian action yang telah mereka lakukan. Mereka telah selesai untuk melangkah maju namun awal langkah dari upaya mempertahankan sebaik mungkin apa yang telah mereka capai.

 

Ada lagi orang-orang yang beranggapan bahwa serangkaian hambatan atau masalah yang mereka hadapi telah membuat mereka telah menghentikan langkah mereka untuk maju. Mereka memutuskan untuk mengakhiri langkah mereka mengejar keinginan dan impiannya.

 

Mereka fokus pada bagaimana keluar dari masalah dan hambatan dan kemudian karena kedua hal tersebut mereka memutuskan untuk tidak lagi ingin berada pada hambatan atau masalah yang mungkin saja timbul kembali dalam upaya mereka mengejar keinginan dan impiannya. Orang-orang tipe ini beranggapan bahwa mereka telah mencapai garis akhir dari upaya-upaya untuk mengejar keinginan dan impiannya.

 

Banyak orang yang telah menetapkan finish line dalam kehidupannya. Tiada finish line dalam kehidupan kecuali ketika kita tidak lagi hidup di dunia ini. Kita harus terus bergerak  mengeluarkan setiap jengkal potensi diri kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi bagi diri kita sendiri maupun sesama.

 

Setiap manusia memiliki potensi yang begitu hebatnya untuk mencapai apa yang paling diinginkannya dalam hidup. Tinggal bagaimana kita mengeksplorasi dan mengoptimalkan potensi tersebut untuk memberikan makna terbaik bagi kehidupan kita. Ketika kita menjalani kehidupan dan menetapkan finish line, maka kita sedang mematikan potensi dan kekuatan diri kita untuk tumbuh dan berkembang.

 

Ketika sudah melewati finish line, kita merasakan telah tiba pada situasi yang justru mendorong kita untuk selamanya pada situasi atau kondisi tersebut. Kita tidak bergerak, statis dan bersembunyi dari realitas kehidupan yang terus berubah. Ketika orang lain bergerak maju dan berkembang seiring dengan situasi dan kondisi yang terjadi, kita justru asyik berdiam diri sambil melihat orang lain melangkah maju.

 

Ketika kita statis dan berjalan ditempat maka otomatis kita mematikan seluruh potensi dan kekuatan dalam diri kita untuk bergerak maju dan bertumbuh. Biasanya kita akan berkata pada diri sendiri,”sampai disini saja usaha saya, tidak ada lagi yang perlu dilakukan, lebih baik jika saya tetap pada kondisi seperti ini, saya sudah puas dengan apa yang telah dicapai saat ini dan tidak perlu lagi berusaha” adalah beberapa contoh pernyataan yang menetapkan finish line pada kehidupan kita.

 

Finish line bukanlah pilihan bijak bagi diri kita yang dianugerahi akal dan potensi yang tak berbatas. Bukan berhenti dan berdiam diri yang seharusnya menjadi pilihan, justru beristirahat sebentar dan kemudian melangkah lagi adalah pilihan yang lebih bijaksana.

 

Ketika menghadapi masalah atau hambatan, kita tidak berhenti dan menghindar namun kita beristirahat untuk menenangkan diri, berpikir logis dan kreatif, menyusun strategi dan take action kembali.

 

Ketika berhasil mencapai apa yang diingikan, kita tidak berpuas diri dan berhenti melangkah namun kita beristirahat untuk menikmati keberhasilan, kemudian kembali berpikir untuk melangkah lagi, menyusun strategi dan take action.

 

Ambil sebanyak mungkin waktu istirahat secukupnya untuk menghargai segala upaya yang telah kita lakukan apabila kita berhasil mencapai sesuatu hal. Ambil pula sebanyak mungkin waktu istirahat secukupnya untuk menarik nafas dalam dan menyusun kekuatan ketika kita menghadapi hambatan dan tantangan.

 

Namun teruslah melangkah, hindari finish line. Hidup adalah suatu perjalanan dari satu persinggahan ke persinggahan lainnya. Menetap pada suatu persinggahan untuk waktu yang lama atau mungkin selamanya justru bukanlah kehidupan yang sesungguhnya. There is no finish line for everyone ! Keep move on !

  • Share/Bookmark

Be the first to comment - What do you think?  Posted by Rezi Arlansyah Soripada - October 15, 2009 at 9:46 am

Categories: Quality of Life   Tags:

You Are So Precious !

Seberapa sering kita sebagai manusia menyadari bahwa diri kita begitu berharga? Dengan begitu banyaknya kesalahan, kegagalan, kekecewaan dan ketakutan yang pernah atau yang sedang kita alami, apakah kita masih menganggap diri kita adalah berharga?

Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan sejujurnya. Saya pun seringkali menanyakan pertanyaan-pertanyaan ini kepada diri saya sendiri ketika saya sedang menghadapi kegagalan, masalah, kekecewaan dan ketakutan. Sebelum kita bisa menjawab pertanyaan ini seobyektif mungkin, ada beberapa hal yang perlu kita perhatikan.

 

Pertama, kita harus memisahkan antara diri kita dengan lingkungan disekitar kita dan situasi-situasi yang kita hadapi. Dalam konteks diri setiap manusia, maka kita bisa melihat beberapa sumber daya yang dimiliki semua manusia secara gratis yang memberikan pengaruh terhadap aktivitas kehidupan kita. Sumber-sumber daya tersebut terdiri dari 5 panca indera kita.

 

Otak yang menghasilkan pikiran, hati dan jiwa, waktu, beberapa organ tubuh kita seperti tangan dan kaki. Ini semua adalah sumber daya yang menjadi kekuatan diri kita. Semuanya saling bekerja untuk membantu kita mencapai tujuan, Semuanya kita dapatkan secara gratis ketika kita lahir. Kita diperbolehkan untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya tersebut kapanpun, dimanapun dan untuk tujuan apapun sejauh tujuan tersebut positif.

 

Mata yang menjadi bagian dari panca indera kita merupakan sumber kekuatan kita. Dengan mata kita bisa melihat keindahan dunia, melihat film yang kita tonton, membaca tulisan yang kita baca, melihat situasi disekeliling, menghindar dari bahaya, dan lainnya. Coba anda bayangkan kehidupan tanpa kedua mata anda, apa yang anda rasakan? Coba anda bayangkan ketika anda tidak bisa melihat apapun yang dalam kehidupan ini? Hidung dan oksigen adalah dua bagian yang tidak terpisahkan. Oksigen berada diluar diri kita tapi ia merupakan sumber kekuatan bagi diri kita.

 

Coba anda bayangkan ketika anda memiliki hidung namun disekeliling anda tidak ada oksigen maka yang terjadi anda tidak bisa bernafas. Apakah kita perlu mengeluarkan biaya untuk bisa menghirup oksigen? Tidak, oksigen gratis sejak kita dilahirkan dan tidak ada satupun manusia yang bisa hidup dan berkarya tanpa bantuan oksigen. Dengan hidung sebagai panca indera, kita bisa mencium segala bau untuk menentukan atau mengetahui sesuatu, menghidar dari bahaya, dan lainnya.

 

Panca indera lainnya adalah telinga yang berfungsi untuk mendengar. Dengan sepasang telinga, kita bisa mendengar apapun yang kita ingin dengar dan apapun yang kita tidak ingin dengar. Dengan mendengar kita bisa merespon apapun yang kita dengar menjadi sebuah feedback, baik berupa ucapan maupun tindakan. Dengan mendengar kita bisa membedakan mana situasi yang baik mana situasi yang buruk. Coba anda bayangkan kehidupan tanpa sepasang telinga anda? Coba anda bayangkan kehidupan anda tanpa bisa mendengar apapun?

 

Indera pengecap yaitu mulut, dimana kita bisa merasakan makanan dan minuman yang masuk ke mulut kita. Melalui mulut sebagai indera pengecap, kita bisa menikmati indahnya kehidupan dengan merasakan apa yang masuk melalui mulut kita. Coba anda bayangkan kehidupan tanpa lidah sebagai indera pengecap? Coba anda bayangkan bagaimana anda makan dan minum namun rasa hambar yang terasa di mulut anda?

 

Sampai pada tahap ini seharusnya anda sudah membayangkan bagaimana kehidupan kita tanpa seluruh panca indera kita atau tanpa salah satu dari beberapa panca indera tersebut. Dengan seluruh panca indera yang kita miliki, kita bisa menjalani hidup dengan baik dan nikmat. Begitu berharganya hidup kita bukan?

 

Namun, sumber daya kita tidak hanya 5 panca indera kita saja. Masih ada beberapa sumber daya yang semakin membuat diri kita dan kehidupan kita menjadi baik dan berkualitas. Saya mulai dari bagian tubuh kita seperti tangan dan kaki. Jangan pernah meremehkan fungsi tangan dan kaki. Kedua tangan beserta telapak dan jari-jarinya sangat membantu kita dalam menjalani kehidupan ini. Melalui kedua tangan, kita bisa memegang apapun yang ingin kita pegang, berjabat tangan, bergandengan tangan, membersihkan anggota badan kita yang lain, menulis, mengetik, dan berbagai aktivitas lainnya. Coba anda bayangkan kehidupan tanpa memiliki kedua tangan, telapak dan jari-jari tangan? Coba anda bayangkan kehidupan tanpa bisa memegang, menyentuh, menulis, mengetik, membersihkan badan kita?

 

Kemudian sepasang kaki berikut telapak dari jari-jarinya yang menopang tubuh kita. Melalui kedua kaki, kita bisa berjalan, berlari, memakai sepatu, memakai celana, melakukan gerakan ibadah bagi yang muslim, berenang, menari, menyeimbangkan tubuh kita dan lainnya. Coba bayangkan kehidupan anda saat ini tanpa kedua kaki anda? Coba bayangkan bagaimana anda melakukan segala aktivitas yang anda lakukan saat ini dan yang akan datang tanpa kedua atau salah satu kaki anda?

 

Kita sudah membayangkan bagaimana hidup kita tanpa 5 panca indera dan anggota tubuh kita seperti kedua tangan dan kaki. Banyak pribadi yang bisa hidup dan bahkan membuat hidupnya jauh lebih bermakna ketika mereka kehilangan atau memiliki sebagian dari panca indera atau salah satu dari sepasang kaki dan tangan mereka. Namun dengan memiliki panca indera dan sepasang kaki dan tangan kita bisa mengoptimalkan hidup kita lebih tinggi lagi.

 

Tiba saatnya kita masuk ke beberapa sumber daya terakhir, yaitu otak yang menghasilkan pikiran dan hati yang menjaga pikiran dan tindakan kita. Otak yang menghasilkan pikiran adalah sumber daya yang sangat powerful.

 

Mengapa saya bilang powerful? Karena seluruh panca indera serta sepasang kaki dan tangan kita digerakkan oleh pikiran kita. Fungsi dari panca indera dan anggota tubuh kita bergerak setelah merespon perintah dari pikiran yang dihasilkan otak kita. Ketika kita senang, maka pikiran kita akan memerintahkan indera dan anggota tubuh kita untuk merespon rasa senang kita, seperti tertawa, mengucapkan sesuatu tanda gembira, loncat, dan lainnya. Ketika kita ingin mengucapkan sesuatu maka otak kita memerintahkan mulut kita untuk berbicara berdasarkan apa yang kita pikirkan. Ketika kita mengetik dan menulis otak memerintahkan jari-jari tangan kita untuk bergerak berdasarkan apa yang ada di pikiran kita. Ketika seekor anjing mengejar kita atau kita melihat seorang pencuri maka otak menghasilkan pikiran yang kemudian kedua kaki merespon perintah dari otak untuk lari dari kejaran anjing dan lari mengejar pencuri itu. Coba anda bayangkan bagaimana anda bisa hidup apabila anda tidak memiliki otak? Coba anda bayangkan apa yang terjadi ketika otak anda rusak sehingga tidak mampu menghasilkan pikiran dengan baik? Coba anda bayangkan bagaimana kehidupan anda berjalan ketika otak anda tidak berfungsi dengan baik sehingga tidak mampu memerintahkan dengan baik panca indera dan seluruh anggota tubuh anda?

 

Pikiran kita sangatlah powerful. Setiap pencapaian hal besar selalu diawali dengan sebuah pikiran. Bagaimana hidup kita berjalan amat dipengaruhi oleh bagaimana kita berpikir. Namun pikiran yang tidak menembus batas baik dan buruk yang hanya mementingkan keuntungan, kekuasaan, dan kenikmatan individu semata hanya akan membawa dampak buruk bagi lingkungan sekitar.

 

Ketika kita semakin sering menebarkan keburukan di sekitar kita maka keburukan itu akan kembali ke diri kita. Oleh karena pikiran harus memiliki “lawan” yang setiap waktu bisa membatasi atau membuang pikiran-pikiran yang dilandasi oleh keburukan. Kita bisa menjaga pikiran kita tetap positif dengan hati atau nurani. Tuhan menciptakan setiap manusia dengan hati atau nurani.

 

Hati nurani merupakan salah satu sumber daya yang sangat penting untuk menjaga dan memastikan diri kita tetap berada di jalur kebaikan dan kemuliaan namun disaat bersamaan kita tetap mampu mencapai apapun tujuan kita. Hati nurani akan menjaga pikiran kita tetap fokus pada hal positif yang tidak hanya membawa manfaat bagi diri kita sendiri namun juga membawa manfaat bagi sebanyak mungkin orang. Manusia tanpa hati nurani tidak akan pernah mencapai keberhasilan. Manusia tanpa hati nurani hanya akan berjalan menuju gerbang kehancuran. Coba anda bayangkan bagaimana kehidupan anda tanpa dilandasi hati nurani? Coba anda bayangkan bagaimana pikiran yang sangat powerful akhirnya menghancurkan diri anda sendiri?    

 

Sumber daya terakhir adalah waktu. Setiap manusia diberikan oleh Tuhan waktu. Kita tidak perlu membayar untuk mendapatkan waktu. Kita hanya perlu memanfaatkan waktu sebaik-baiknya karena waktu tidak pernah kembali. Dengan waktu kita bisa berpikir apapun, bersikap apapun, berperilaku apapun dan bertindak apapun. Dengan waktu yang dimiliki kita bisa mengoptimalkan potensi diri kita dengan sebaik-baiknya. Dengan waktu yang kita miliki kita bisa bersekolah, bekerja, berolah raga, berlibur, bepergian, bertemu orang tua dan teman-teman, berkarya, dan banyak lainnya. Coba bayangkan apabila anda tidak memiliki waktu dalam kehidupan anda? Coba anda bayangkan ketika anda ingin bersekolah, bekerja, bertemu orang tua dan teman, berlibur, menulis, berkarya, berolah raga, makan dan minum namun anda sama sekali tidak memiliki waktu untuk itu? Coba anda bayangkan bagaimana anda memiliki begitu banyak keinginan dan harapan yang ingin terwujud namun waktu anda untuk hidup di dunia ini telah selesai?

 

Sudahkah anda membayangkan semua hal diatas dengan baik?

Sudahkah anda menyadari begitu berharganya panca indera anda?

Sudahkah anda menyadari begitu berharga sepasang tangan dan kaki yang anda miliki?

Sudahkah anda menyadari begitu berharganya otak anda? 

Sudahkah anda menyadari begitu berharganya hati nurani anda?

Dan sudahkah anda menyadari begitu berharganya waktu anda?

 

Apabila anda menyadari dan mengakui bahwa semua itu adalah berharga, camkanlah hal ini terus menerus.

Disaat sedih, disaat gembira, camkanlah kesadaran ini dengan baik. Ketika kita benar-benar menyadari betapa berharganya diri kita, maka masih pantaskah kita putus asa, kecewa dan menyerah dengan segala masalah dan situasi yang sedang kita hadapi?

Pantaskah kita takut dan berhenti dan berusaha sedangkan diri anda masih begitu berharga?

Pantaskah anda menyerah pada kegagalan sedangkan sumber daya yang ada dalam diri anda masih berkualitas?

Pantaskah anda membenci kehidupan ini sedangkan anda masih mampu mengoptimalkan sumber daya anda miliki?

Pantaskah anda ingin keluar dari kehidupan ini sedangkan sesungguhnya anda masih begitu berharga?

 

Jalan hidup saya pun sangatlah berliku. Begitu banyak cobaan dan ujian yang saya hadapi dalam hidup ini, namun pada akhirnya saya menyadari bahwa saya berharga. SAYA BERHARGA ! BEGITU JUGA ANDA !

  • Share/Bookmark

Be the first to comment - What do you think?  Posted by Rezi Arlansyah Soripada - September 28, 2009 at 6:13 am

Categories: Quality of Life   Tags: