Mengapa Personal Branding itu Penting Bagi Orang Yang Ingin Sukses?
Personal branding merupakan sebuah strategi. Strategi untuk mengoptimalkan potensi dan sumber daya internal yang kita miliki, mengemasnya sedemikian rupa, kemudian take action dan yang terakhir mengkomunikasikannya dengan berbagai cara yang efektif untuk mendapatkan kepercayaan banyak orang. Personal branding adalah bagian dari personal strategy karena cara-cara yang terangkum dalam personal branding pada akhirnya adalah untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan.
Dengan kata lain, personal branding adalah sebuah pilihan strategi untuk meraih apapun tujuan yang ingin diraih. Jadi apabila saat ini anda sedang berpikir bagaimana cara untuk meraih tujuan-tujuan anda, maka mulailah untuk melakukan personal branding.
Ada beberapa asumsi mengapa personal branding dapat digunakan sebagai strategi untuk mencapai tujuan, antara lain :
KEPERCAYAAN adalah sebuah KEKUATAN luar biasa
Melalui buku “Sukses Jual Diri : Re-Thinking Personal Branding Through 12 Elements of Personal Competitive Advantage”, saya menjelaskan bahwa kepercayaan itu adalah segalanya bagi manusia. Seseorang harus mendapatkan kepercayaan dari orang lain dan sebaliknya seseorang pun harus mampu memberikan kepercayaan kepada orang lain. Sama halnya kita pun harus mempercayai perusahaan yang menghasilkan sebuah produk selain produk itu sendiri. Sebaliknya perusahaan yang menghasilkan produk tersebut harus mendapatkan kepercayaan masyarakat agar masyarakat bersedia membeli produk tersebut. Melalui personal branding, kita berupaya mengoptimalkan seluruh potensi, kemampuan, pengetahuan, nilai-nilai diri, kreatifitas menjadi sebuah proses yang mengesankan dan output yang extra-ordinary. Hanya dengan proses dan hasil yang mengesankan dan memuaskan itulah kepercayaan mampu di dapatkan.
Setiap orang tanpa terkecuali adalah PENJUAL, minimal mereka SALESMAN untuk dirinya sendiri
Siapa bilang anda bukan penjual, apapun status, profesi, dan latar belakang anda, kita semua adalah penjual bagi diri kita sendiri. Apabila anda pernah mengatakan kepada diri anda sendiri dan orang bahwa anda tidak suka dan tidak cocok berprofesi sebagai salesman, maka apa yang anda katakan tidak sepenuhnya tepat. Apakah kehidupan kita tidak diisi dengan melakukan persuasi, mempengaruhi orang lain, meyakinkan orang lain dan berkomunikasi dengan orang? Apabila ada yang mengatakan saya tidak pernah melakukan 4 (empat) hal tersebut dalam hidupnya, saya yakin dia belumlah merasakan kehidupan yang sesungguhnya. Jelas empat hal tersebut menjadi penting karena apapun yang kita ingin kita raih dalam kehidupan ini selalu disertai dengan upaya persuasi, mempengaruhi, meyakinkan dan berkomunikasi dengan orang lain. Dengan melakukan personal branding, upaya kita “menjual diri” menjadi lebih sistematis, terukur, terencana dan disertai dengan strategi dan taktik yang efektif.
Peluang akan lebih mudah diperoleh apabila semakin banyak orang mengetahui KUALITAS, KEUNIKAN, POSITIONING dan DIFERENSIASI diri kita
Pernahkah anda mendengar pepatah yang mengatakan,”bukan sekedar seberapa banyak teman yang kita miliki, tetapi seberapa banyak teman yang mengenal kita”? Pepatah ini dengan jelas mengatakan bahwa jangan hanya fokus untuk memperbanyak pertemanan dan memperbesar jejaring, namun yang jauh lebih penting adalah bagaimana jejaring anda tersebut mengetahui siapa diri anda sesungguhnya. Yang dimaksud mengenal dan mengetahui siapa diri kita adalah mereka mengetahui kualitas, keunikan dan diferensiasi dari diri kita. Dalam personal branding, setiap keunikan, keunggulan dan diferensiasi harus ditonjolkan. Karena hal ini diyakini mampu membedakan diri kita dengan orang lain. Apabila kita dikenal karena keunikan dan diferensiasi yang dimiliki maka hal ini akan menjadi perhatian orang lain. Tentunya akan semakin memperbesar sebuah peluang yang dapat anda raih. Kualitas diri kita juga harus dapat ditonjolkan dan ditunjukkan agar jejaring mengetahui siapa sesungguhnya anda dan seberapa tepat diri anda mampu mengisi peluang yang mereka berikan kepada anda. Melalui personal branding setiap keunikan, diferensiasi dan kualitas diri dikemas sedemikian rupa sehingga menjadi bagian tidak terpisahkan dari diri kita.
Tempat yang tepat dan orang yang tepat akan MEMPERPESAR kesuksesan
Personal branding juga berkaitan dengan bagaimana kita memilih saluran distribusi yang tepat bagi personal brand. Seseorang bisa memilih tempat dan media seperti apa yang ingin dimasuki agar semakin banyak orang mengenal dan mengetahui kualitas, keunikan, positioning dan diferensiasinya. Penyanyi pemula bisa menyanyi di klub malam atau café, sebelum ia masuk dapur rekaman. Namun seorang penyanyi pemula bisa menyesuaikan distribusinya dengan nilai-nilai dirinya, positioning, dan diferensiasinya. Bisa saja ia memilih menyanyi di acara-acara perkawinan, launching produk atau menjadi guru vocal sebelum ia masuk dapur rekaman. Seorang penyanyi juga harus memilih media komunikasi untuk semakin memperkenal siapa dirinya. Ia bisa buka account di facebook dan twitter. Bergabung dengan milis yang berhubungan dengan musik dan profesi menyanyi serta membuat video yang memperlihatkan kualitas suara dan kemudian di upload di youtube. Setiap orang yang menjalankan profesi harus dapat menemukan dan menentukan distribution channel yang tepat dan efektif sekaligus media komunikasi yang akan digunakan. Dengan mengoptimalkan channel yang tepat dan berada di sebanyak mungkin orang-orang yang tepat maka pintu kesuksesan akan semakin terbuka lebar.
Categories: Personal Success Tags: Branding Yourself
Me Incorporation!
Beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan untuk memberikan pelatihan dihadapan para trainers tentang personal branding. Pada training ini saya menekankan pada paradigma baru dalam membangun kepercayaan tanpa batas kepada sebanyak mungkin orang-orang dan pihak-pihak dimana kita melakukan interaksi dengannya. Trainers, sama halnya dengan profesi lainnya seperti arsitek, ahli keuangan, IT programmer, marketer, guru, terapis, konsultan, pengacara, penulis, pemain film, dan banyak lainnya perlu membangun kepercayaan kepada orang-orang yang menerima jasa mereka atau customer mereka dan pihak-pihak yang dapat memberikan kita kesempatan yang kita butuhkan.
Para pihak inilah yang harus percaya dan yakin akan pengetahuan, kemampuan, kualitas, dan kinerja anda sehingga mereka akan terus menerus mempercayakan kebutuhan, keinginan, dan harapannya kepada diri anda. Disinilah aktivitas personal branding mampu berperan bagi pencapaian tujuan dan keberhasilan anda dengan membangun dan memiliki samudera kepercayaan tanpa batas dari customer serta pihak-pihak yang bisa memberikan anda kesempatan yang anda inginkan.
Salah satu presentasi saya dalam training tersebut adalah bagaimana kita harus memandang diri kita jauh lebih berharga dari apa yang kita pikirkan saat ini. Dengan kita memandang diri kita luar biasa berharga maka kita akan cenderung mengelola potensi dan sumber daya dalam diri kita lebih baik dan efektif. Melalui potensi dan sumber daya yang dimiliki, kita bisa menciptakan proses yang menghasilkan pengalaman yang menyenangkan serta outcomes atau kinerja yang dibutuhkan, diinginkan dan diharapkan oleh customer kita.
Pengalaman yang menyenangkan dan outcomes yang dihasilkan adalah bagian dari produk yang kita hasilkan bahkan keseluruhan diri kita adalah produk. Layaknya produk yang kita temui dan konsumsi dalam keseharian kita. Oleh karena itu mengelola diri kita yang luar biasa berharga ini bisa ibaratkan seperti mengelola sebuah perusahaan. Inilah yang saya tekankan kepada para trainers dalam pelatihan saya beberapa waktu yang lalu.
Ketika diri kita adalah sebuah produk yang harus dikelola dengan baik dan efektif, lalu siapa yang seharusnya mengendalikan dan mengoptimalkan produk ini agar bisa memberikan manfaat optimal kepada customer? Jawabannya jelas kita sendiri, bukan orang-orang diluar diri kita.
Ibaratkan diri kita sebagai sebuah perusahaan yang mengelola produknya sebaik dan seefektif mungkin agar bisa diterima dan dipercaya oleh customer sehingga sehingga akan selalu mempercayakan pemenuhan kebutuhan, keinginan dan harapannya pada diri kita. Kita adalah perusahaan bagi diri kita sendiri. Kita semua memiliki perusahaan yaitu PT. diri saya sendiri atau me incorporation.
Apapun profesi yang kita jalani, apapun jabatan yang kita sandang, apapun yang kita hasilkan dan apapun situasi yang kita hadapi, sesungguhnya kita adalah pemimpin PT. diri saya sendiri atau me incorporation. Berulangkali saya menekankan hal ini kepada para peserta agar mereka mengubah cara berpikir mereka akan diri mereka sendiri.
Saya pun menjelaskan kepada mereka bahwa sebagai pemimpin me incorporation, mereka juga memiliki peran ganda sebagai manajer. Siapa pemimpin me incorporation? Anda! Siapa marketing manager dari me incorporation? Anda! Siapa operational manager dari me incorporation? Anda! Siapa business development manager dari me incorporation? Anda! Dan seterusnya. Menariknya hal ini mendapat respon yang bagus dari peserta. Seakan-akan mereka mendapatkan paradigma baru bagaimana cara memandang dan mengelola diri mereka sebaik dan seefektif mungkin. Pada kesempatan berikutnya, saya akan membuat tulisan tentang bagaimana kita memainkan peran kita sebagai pemimpin sekaligus manager bagi me incorporation. Nantikan tulisan saya berikutnya!
Categories: Career Coach Tags: Branding Yourself