Posts Tagged ‘Road to Success is Travelled’

Never Give Up Because Anything Is Possible ! (3)

gambar Anything_Is_Possible2[1]Tulisan ini merupakan sequel terakhir dari tiga rangkaian tulisan saya mengenai never give up because anything is possible !. Tiga seri tulisan yang diambil dari tayangan Kick Andy pada tanggal 25 November 2009 lalu di Metro TV.

 

Sudah enam orang sukses yang telah saya sharing kisah pengalamannya dalam mengubah jalan hidupnya dari pernuh keterbatasan dan serba kekurangan menjadi orang sukses dan berkelimpahan. Kisah-kisah pengalaman mereka ini membuktikkan tidak ada yang tidak mungkin dalam kehidupan ini. Semua hal yang kita inginkan dan harapkan memiliki kesempatan untuk terwujud sungguh besar. Bahkan bisa saya katakan luar biasa besar.

 

Meraih apa yang kita inginkan dan harapkan termasuk mengubah jalan hidup kita menjadi jauh lebih baik bukan bergantung pada situasi dan kondisi yang kita alami dan bukan pula pada apa yang kita miliki diluar diri kita. Inilah yang menjelaskan mengapa banyak orang yang memiliki harta dan fasilitas serta perhatian dan kasih sayang dari orang-orang terdekatnya sangat berkecukupan bahkan berlimpah ruah, namun mereka kesulitan mengubah jalan hidupnya menjadi lebih baik. Bahkan banyak juga orang yang memiliki keterbatasan dan serba kekurangan juga mengalami kesulitan dan tidak kunjung mampu mengubah jalan hidup mereka menjadi lebih baik.

 

Dengan begitu, siapapun diri kita, apapun yang terjadi pada diri kita dan sebanyak apapun pengalaman yang kita miliki, tidak akan menjamin bahwa kita mampu meraih sukses dan mengubah jalan hidup kita menjadi lebih baik. Lalu apa yang perlu kita miliki agar kita bisa sukses dan mengubah jalan hidup kita menjadi berlipat-lipat lebih baik? Pada akhir tulisan ini, saya akan sharing persisnya hal seperti apa yang semua orang harus miliki agar mampu meraih sukses dan mengubah kehidupannya menjadi lebih baik.

 

Y.W Yunardy adalah contoh seorang profesional sukses yang merintis karirnya dari bawah. Kehidupan Y.W Yunardy tumbuh di keluarga sederhana. Orang tuanya mengalami kebangkrutan usaha karena dampak dari peristiwa G30S PKI. Sewaktu remaja ia sudah aktif membantu kehidupan keluarganya. Ia pernah menjadi penjual rokok, pernah pula bekerja di sebuah kasino. Ia membiayai sendiri kuliahnya. Setamat kuliah, ia pernah menjadi guru biologi di SMA. Kemudian ia mendapat kesempatan bekerja di perusahaan multinasional IBM di Jakarta sebagai Operator. Dengan tekun ia terus bekerja dan berprestasi sampai akhirnya ia berhasil menjadi Presiden Direktur IBM Indonesia. Selepas dari IBM Indonesia, ia pernah menjadi Presiden Direktur Excelcomindo, Presiden Direktur Bentoel International dan saat ini menjadi Presiden Komisaris PT. Rajawali Corporation. Kiat-kiatnya untuk mencapai sukses adalah bekerja dengan hati.

 

Ada mungkin tahu Panorama Tour, salah satu biro perjalanan terpadu terbesar di Indonesia. Panorama Tour tidak bisa dilepaskan dari sosok Adhi Tirtawisata. Sebelum aktif berbisnis, ia pernah menjadi buruh pabrik. Kemudian ketika berbisnis ia pernah menjadi juragan becak bahkan pernah menjadi Lawyer. Berawal dari hobi traveling ia kemudian ia beralih ke usaha jual beli tiket. Ia mengawali usahanya dari sebuah garasi berukuran 4 x 6 m yang ia sewa. Pada masa membangun bisnisnya, ia sangat sering mengantar sendiri tiket ke konsumen, menagih tagihan sendiri bahkan menjadi supir sekaligus guide bagi para tamunya. Dari jual beli tiket kemudian ia mulai merambah mobil travel. Perlahan tapi pasti usahanya terus berkembang. Ia adalah orang pertama yang mengagas city tour. Kala itu belum ada biro perjalanan yang mengembangkan konsep ini. Uniknya saking cintanya pada dunia pariwisata, ia bersedia mengganti nama belakangnya menjadi tirtawisata. Saat ini ia memimpin sekitar 3000 karyawan yang tersebar di beberapa kota di Indonesia. Bahkan usahanya sudah go public. Saat ini ia juga merambah bisnis properti. Moto hidupnya adalah rajin, jujur, setia, dan ingat Tuhan.

 

Yang terakhir adalah Bob Sadino. Bob adalah pribadi yang unik. Kemanapun pergi, ia selalu bercelana pendek yang menjadi kegemarannya. Ia adalah pemilik supermarket terkenal Kemchicks dan perusahaan produksi makanan Kemfoods. Awal ia terjun ke dunia bisnis sebetulnya tanpa kesengajaan. Suatu saat ia pernah menjadi kuli bangunan. Kemudian ia pernah menjadi pegawai. Sampai akhirnya suatu saat ia berpikir untuk menjajakan telur ke beberapa tetangganya yang kebetulan warga negara asing. Pada awalnya telur yang dijajakannya tidak terlalu laku. Kemudian ia berpikir untuk mendatangkan telur import sesuai selera para warga negara asing tersebut. Lalu ia titip kepada temannya di Belanda untuk membawakan telur dari sana. Telur-telur itu kemudian jual kepada para warga asing. Ternyata sambutannya begitu bagus. Maka sejak itu ia menyuplai telur ke para warga asing tersebut dan menjajakannya ke para tetangganya. Ia smpat kuliah namun hanya bertahan 3 bulan. Setelah itu ia tertarik untuk menjadi peternak ayam sambil terus menjadi penjual telur. Usahanya kemudian terus berkembang sampai akhirnya ia juga mengekspor sayur mayur. Ia membuka toko sayuran dan bahan makanan dan inilah cikal bakal berdirinya supermarket Kemchicks. Ia juga yang pertama kali mempopulerkan hidroponik di Indonesia. Kiat-kiatnya mencapai sukses adalah hilangkan rasa takut, jangan berharap banyak, ada kemauan di sertai tekad yang bulat, harus berani ambil peluang, tahan banting dan jangan cengeng.  Pada acara Kick Andy ia sempat mengatakan bahwa ia sering kecewa apabila mendengar orang mengatakan,” tidak bisa berbisnis karena tidak memiliki uang, namun ketika memiliki uang bingung mau bisnis apa”.

 

Setelah mengetahui kisah sukses berikut kiat-kiat sembilan orang sukses ini, anda pasti bertanya-tanya apa yang sesungguhnya menjadi faktor penentu untuk mengubah lumpur menjadi emas atau mengubah hambatan dan tantangan menjadi suatu kesuksesan terus menerus. Kiat-kiat mencapai sukses memiliki banyak sekali variabel. Kombinasi dari berbagai variabel apabila dijadikan satu dan diintegrasikan satu sama sama lain tentu akan semakin memperbesar peluang kita mencapai keberhasilan.

 

Kreatifitas, jujur, empati, skills, pengetahuan, kepemimpinan, komitmen, pantang menyerah, melayani, dan masih banyak lagi adalah contoh-contoh dari variabel untuk mencapai sukses. Namun variabel-variabel tersebut pertama kali tercipta dari suatu sumber daya yang luar biasa dahsyat serta strategi yang tepat dan efektif. Sumber daya ini begitu memberdayakan kita apabila kita bersedia dan fokus untuk mengoptimalkannya bagi upaya pencapaian tujuan kita. Sumber daya itu adalah pikiran. Segala sesuatu yang diciptakan oleh manusia bagi kehidupan ini semuanya berawal dari pikiran.

 

Inilah yang membedakan antara orang yang memiliki kualitas hidup yang luar biasa dengan orang yang memiliki kualitas hidup biasa-biasa saja. Mereka memulainya dari pikiran. Orang yang bekerja keras, berkomitmen, pantang menyerah, selalu belajar, dan lainnya untuk meraih sukses selalu mengijinkan tindakan-tindakan mereka tersebut di pikiran mereka. Mereka membuat gambaran yang jelas dan merasakan dengan kuat bahwa pencapaian sukses mereka akan dan harus diisi oleh serangkaian perilaku dan tindakan yang efektif, seperti kerja keras, pantang menyerah, dan lainnya.

 

Oleh karena itu sumber daya dan strategi merupakan landasan yang kuat bagi terciptanya proses dan hasil akhir. Proses harus diisi dengan perilaku dan tindakan yang tepat dan memberdayakan untuk meraih hasil akhir yang diinginkan. Sumber daya yang tepat bisa berupa penguasaan pikiran, tujuan yang jelas dan terukur, nilai-nilai diri yang tepat, belief system yang memberdayakan, metafora yang menguatkan, menjangkar emosi positif, dan membingkai segala sesuatu dalam bingkai positif. Sedangkan strategi lebih kepada tindakan dan aksi yang tepat untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

 

Mulailah merancang ulang hidup kita dan raihlah apapun yang menjadi keinginan dan harapan terdalam kita. Karena potensi kita jauh lebih besar dari keinginan dan harapan terdalam sekalipun. Ketika segalanya sangat mungkin kita raih, mengapa kita harus menyerah? Bukankah kita sudah dianugerahi kemampuan luar biasa untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya yang kita miliki secara gratis? Sedangkan dihadapan kita terbentang cara-cara dan tindakan yang bisa kita ambil sebagai strategi untuk meraih sukses. Lalu apa yang kita tunggu?

  • Share/Bookmark

1 comment - What do you think?  Posted by Rezi Arlansyah Soripada - December 20, 2009 at 11:03 am

Categories: Personal Success   Tags:

Never Give Up Because Anything is Possible ! (2)

Anything_Is_Possible 2Setelah tulisan never give up because anything is possible (1), saya akan menuliskan kembali pengalaman orang-orang yang berhasil membalikkan keadaan dari serba terbatas dan penuh kekurangan menjadi orang-orang yang luar biasa sukses. Apabila situasi anda saat ini tidak jauh berbeda dengan masa-masa awal mereka meniti sukses, maka saat ini juga anda pun bisa take action dan mencapai seperti apa yang mereka capai bahkan melebihinya.

 

Bila situasi anda saat ini lebih baik dari masa-masa sulit dan serba kekurangan yang pernah dialami oleh orang-orang ini, maka anda memiliki sumber daya yang cukup atau paling tidak anda bisa lebih mudah mendapat sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai sukses. Intinya apapun situasi yang kita alami saat ini, impian dan keberhasilan akan selalu mungkin dan pasti tercapai. Apabila kita memiliki strategi yang tepat, belief system yang pas dan kekuatan mental yang luar biasa.

 

Rudy Hadisuwarno, anda mungkin sering mendengar nama ini dan bahkan melihat papan nama salon bertuliskan nama ini. Apabila anda menyangka bahwa usaha salonnya dibangun dengan sekejap dan mudah maka anda sangat keliru. Rudy kecil hidup dalam keadaan yang serba susah. Ia besar di kota Pekalongan Jawa Tengah. Pada waktu G30S PKI usaha orang tuanya mengalami kebangkrutan. Sejak itu ia pindah ke Jakarta. Di ibukota ini ia sempat kuliah di Universitas Trisakti jurusan Arsitektur sesuai impiannya menjadi Arsitek. Namun situasi berkata lain. Berawal dari ketertarikannya dengan pangkas rambut, ia memutuskan untuk menekuni usaha pankas rambut. Usaha ini terletak disalah satu bagian rumah dari orang tua Rudy. Rumahnya pun terletak di gang sempit, buntu dan tidak bisa dimasuki kendaraan roda empat. Bermodal cermin pinjaman dan sebuah kursi dan meja, ia mulai menawarkan jasanya. Kala itu usahanya belum memiliki nama dan papan nama. Karyawannya hanyalah ia sendiri.

Pada saat awal usaha, pelanggannya lebih banyak dari para tetangga saja. Sedikit demi sedikit pelanggannya tidak lagi para tetangganya. Ia kemudian menaruh papan nama di pojok rumah  orang tuanya bertuliskan salon Rudy. Pada tahun 1968 yang total terjun sebagai peñata rambut. Pada masa itu tidak lazim bagi seorang pria menekuni profesi piñata rambut. Langkahnya ini menentang arus, namun keluarga tetap mendorong Rudy untuk menekuni profesinya. Usahanya terus berkembang. Pada tahun 1977 ia mendapat pengakuan internasional tata rambut.

Ia terus berinovasi dalam hal tata rambut dan terus menambah salonnya ke berbagai kota di Indonesia. Ia sempet menerima penghargaan Satya Lencana dari Presiden SBY. Saat ini memiliki kurang lebih 100 salon dengan 3000 orang karyawan. Kiat-kiat suksesnya adalah melihat kesempatan yang datang dan jangan ragu mengambil kesempatan tersebut.

 

Orang sukses lainnya adalah Suryatati A. Manan. Wanita ini berasal dari Tanjung Pinang. Ia adalah seorang Walikota yang terpilih 4 kali sebagai walikota Tanjung Pinang, mulai tahun 1996 sampai saat ini. Ia memimpin Tanjung Pinang dari mulai daerah tersebut merupakan daerah administratif sampai daerah otonom. Namun jalan yang harus dilaluinya untuk menjadi Walikota Tanjung Pinang harus dimulai dari bawah.

Awalnya ia adalah pegawai honorer di kantor pemerintah daerah dengan golongan II. Ia tidak pernah mengimpikan sama sekali untuk suatu saat ia bisa menduduki jabatan Walikota. Ia pernah berpikr bahwa jabatan maksimal yang suatu saat bisa ia capai hanyalah Sekretaris Daerah (Sekda). Ia pernah beberapa kali menjadi Camat. Pertama kali ia terpilih sebagai Walikota Tanjung Pinang melalui mekanisme birokrasi pemerintah dan DPRD. Masa jabatan kedua juga terpilih melalui mekanisme birokrasi. Namun ketika pemilihan Walikota Tanjung Pinang beralih menjadi pemilihan langsung daerah. Suryatati kembali terpilih 2 kali berturut-turut.

Selama kepemimpinannya, Tanjung Pinang mendapatkan penghargaan Adipura sebanyak 5 kali. Ia pun mendapat penghargaan MURI untuk suara pilkada terbanyak se-Indonesia yaitu sebesar 84,5%. Ia juga pernah mendapatkan penghargaan dari Vatikan, Roma atas andilnya dalam menjaga harmonisasi umat beragama di Tanjung Pinang. Kiat suksesnya pun unik, “percaya diri, jangan merasa pandai tapi harus pandai-pandai membawa diri”.

 

Selanjutnya adalah Purdi E. Chandra. Pemilik usaha bimbingan belajar terkemuka dan terbesar Primagama. Kesuksesannya saat ini harus dibangun dengan susah payah. Sejak kecil ia sudah usaha jual beli telur ayam. Kemudian ketika kuliah ia memberikan bimbingan belajar kepada murid-murid sekolah. Ia membuka bimbingan belajar di rumahnya dengan modal 300 ribu Rupiah pada tahun 1982.

Awalnya bimbingan belajarnya hanya memiliki 2 orang murid. Agar terlihat ramai, ia meminta para tetangganya untuk ikut bimbelnya walau gratis namun mereka meminta mereka untuk datang menggunakan sepeda motor atau sepeda. Tujuannya agar bimbelnya terlihat ramai. Cara ini dinilainya cukup efektif. Karena ingin fokus pada bimbelnya maka ia tidak melanjutkan kuliahnya. Sekarang bimbel Primagama telah memiliki 800 cabang di Indonesia dengan total murid 400 ribu, jumlah karyawan 5000orang dan alumni kurang lebih 2 juta orang. Moto suksesnya pun unik, “sekolah tidak usah pintar, tapi cari temen yang pintar dan jadikan karyawan”.

 

Itulah tiga orang sukses dari 9 orang sukses yang akan saya ulas dari seri tulisan never give up because anything is possible. Tiga orang lainnya akan saya ulas di tulisan berikutnya serial terakhir atau seri tiga. Luar biasa bukan, apa yang dialami para orang sukses ini dari kondisi serba kekurangan dan penuh ketrbatasan kemudian mereka merentas impiannya menjadi kenyataan.

 

Mereka sama dengan kita manusia biasa. Bahkan mungkin situasi mereka ketika awal meniti sukses tidak lebih baik dengan situasi yang anda alami saat ini bahkan mungkin anda jauh lebih baik dari mereka ketika mulai berjuang meraih sukses. Namun mereka memiliki suatu keharusan bukan sekedar keinginan. Kita mungkin masih dalam tahap keinginan sehingga tujuan dan impian kita belum juga terwujud. Pada tulisan saya terakhir never give up because anything is possible (3) akan saya ulas sdikit tentang bagaimana kita semua bisa mengubah Lumpur menjadi emas seperti orang-orang sukses ini. Nantikan tulisan saya berikutnya!

  • Share/Bookmark

Be the first to comment - What do you think?  Posted by Rezi Arlansyah Soripada - December 7, 2009 at 9:54 am

Categories: Personal Success   Tags:

Never Give Up Because Anything Is Possible ! (1)

Anything_Is_Possible3Hanya ada tiga kata yang sangat pas untuk menggambarkan tayangan talkshow Kick Andy pada tanggal 25 November yang lalu di MetroTV dalam rangka ulang tahun televisi berita MetroTV. Kata itu adalah WOW! LUAR BIASA. Sekali lagi, WOW! LUAR BIASA!

 

Mungkin saja ada yang berpikir saya berlebihan, namun kenyataannya kisah orang-orang yang di angkat pada acara Kick Andy malam itu sungguh akan menginspirasi siapapun yang menontonnya. Kick Andy memberi judul episode tersebut dengan “menantang mitos”. Tema yang diangkat mengenai orang-orang yang memperjuangkan hidupnya untuk mencapai kesuksesan. Dari kondisi yang serba kekurangan kemudian melalui perjuangan tidak kenal lelah dan terus menerus mereka berhasil mencapai keberhasilan dan impiannya.

 

Sungguh luar biasa perjuangan mereka untuk merubah takdir mereka. Ada sembilan orang narasumber yang tampil pada episode tersebut. Mereka membagi pengalaman mereka tentang bagaimana mereka mengatasi kesulitan dan tantangan serta upaya yang tidak kenal menyerah sehingga akhirnya mereka bisa seperti ini sekarang. Mereka adalah Untung Sukardi, Haryanto, Naomi Susilowati Setiono, Suryatati A. Manan, Rudy Hadisuwarno, Y.W. Yunardy, Purdi E. Chandra, Adhi Tirtawisata, dan Bob Sadino.

 

Saya berharap kita semua bisa mengambil hikmah dari apa yang telah mereka lalui dari kehidupan mereka. Bahwa sukses perlu diperjuangkan dan siapapun dan dalam kondisi apapun peluang meraih sukses selalu terbuka lebar. Saya akan menceritakan kisah sembilan orang ini dalam dua tulisan bersambung. Di tulisan ini saya akan menceritakan tiga orang sukses yaitu Untung Sukardi, Haryanto, dan Naomi Susilowati Setiono. Lima orang sukses lainnya akan saya ceritakan pada tulisan kedua. Saya berharap dengan cerita-cerita ini kita semua bisa belajar dan memaknai setiap langkah yang mereka lakukan serta menjadikan mereka sebagai role model bagi kita untuk meraih keberhasilan dan impian kita.

 

Untung Sukardi, saat ini adalah Direktur Utama harian Pontianak Post, anak perusahaan dari Grup Jawa Pos. Selain itu ia juga pemimpin sejumlah unit bisnis di bawah Grup Jawa Pos, seperti internet provider, pabrik nanas, dan lainnya. Namun siapa yang menyangka kalau apa yang dicapainya saat ini harus melalui perjuangan yang berliku-liku. Ia lahir dan besar di daerah Lamongan dengan  latar belakang keluarga yang serba kekurangan. Untuk membantu kedua orang tuanya dan membiayai dirinya sendiri ia pernah menjadi tukang tambal ban serta loper koran.

Keprihatinan hidupnya itu yang membuatnya rutin makan kolak setiap malam sebagai pengganti nasi. Namun ia hanya bisa menamatkan sekolah sampai Sekolah Menengah Pertama (SMP). Setelah menamatkan SMP-nya ia mencoba peruntungan di Surabaya. Saat itu ia berhasil diterima disuatu harian yang terbit di Surabaya sebagai pesuruh atau office boy. Setelah sekian lama bekerja di harian tersebut, ia diangkat menjadi wartawan. Ia kemudian berkesempatan untuk kuliah dengan biaya sendiri. Ia pernah menjadi wartawan di Tempo dan kemudian Jawa Pos.

Di harian Jawa Pos, ia berhasil membuat prestasi yang luar biasa. Kenaikan oplah harian tersebut dari 9 ribu ekslempar menjadi 22 ribu ekslempar berhasil menarik perhatian bos Jawa Pos Dahlan Iskan. Karena prestasinya tersebut Dahlan Iskan memintanya untuk mengelola sebuah harian dibawah Grup Jawa Pos yaitu harian apcay. Setelah berapa lama harian tersebut berganti menjadi Pontianak Post.

Keberhasilannya membangun Pontianak Post membuatnya dipercaya mengelola unit bisnis lainnya dari Grup Jawa Pos diluar surat kabar. Semua yang telah ia raih saat ini tidak terlepas dari prinsip hidupnya yaitu tidak pernah menyerah, harus mampu melakukan apa yang orang lain bilang tidak mungkin dilakukan, tekun dan tidak pernah menyerah.

 

Haryanto berasal dari keluarga kurang berada. Haryanto kecil sering membantu orang tuanya mencari nafkah bagi keluarga. Suatu saat ia berkunjung ke Solo ke tempat pamannya. Kemudian pamannya bertanya apa yang ia lakukan diluar waktu sekolah. Haryanto mengatakan ia hanya fokus pada sekolah walaupun ia ingin sekali bisa bekerja sambil bersekolah. Kemudian pamannya menawari Haryanto pekerjaan apabila ia ingin bekerja.

Karena pamannya merupakan pengusaha batik maka ia ditawari bekerja sebagai penjaga gudang batik. Tanpa pikir panjang Haryanto kemudian menerima tawaran pekerjaan dari pamannya tersebut. Jadilah ia menjadi penjaga gudang batik milik pamannya. Berawal sebagai penjaga gudang kemudian beralih profesi sebagai wiraniaga batik. Ia berkeliling kota untuk menawarkan batik ke toko-toko dan rumah.

Setelah beberapa waktu yang menjadi wiraniaga batik, ia hijrah ke Jakarta. Di Jakarta ia kembali menjadi salesman dan berhasil menyelesaikan kuliahnya. Setelah itu ia diterima bekerja di Grup Astra dan kembali menjadi salesman. Setelah beberapa lama, ia diangkat menjadi Supervisor. Untuk memacu motivasi para salesman-nya ia tidak segan-segan berkeliling bersama para salesman dengan menggunakan motor. Ia dengan senang hati ikut merasakan panas dan hujan bersama para salesman-nya ketika berkeliling dari satu ke tempat lain menggunakan sepeda motor.

Sampai suatu ketika, ia diminta untuk membenahi pabrik sepatu milik Grup Astra dari kebangkrutan. Namun krisis ekonomi menerjang Indonesia pada tahun 1998 yang berakibat pada kinerja Grup Astra. Pabrik sepatu tersebut akhirnya harus dilepas oleh Grup Astra. Haryanto berusaha menyelamatkan pabrik sepatu tersebut dengan mecari investor yang berminat menanamkan modalnya. Akhirnya ia berhasil menggandeng investor dari Singapura.

Ia berhasil menyelamatkan pabrik sepatu tersebut dari kebangkrutan bahkan kemudian pabrik ini berkembang menjadi pabrik sepatu dengan produk-produk yang disukai pelanggan. Apabila anda pernah mendengar merek Piero dan Starmont, maka inilah beberapa produk sepatu dari Dimension Footwear Group dimana saat ini Haryanto adalah Presiden Komisaris. Saat ini ia mempekerjakan 13 ribu orang karyawan. Ia meyakini bahwa kesuksesan bisa diawali dari kesederhanaan hidup.

 

Berikutnya adalah Naomi Susilowati Setiono. Sebelum menjadi orang sukses seperti sekarang ini, ia telah menjalani beragam profesi. Ia lahir dan besar di kota Rembang, Jawa Tengah dari keluarga kurang mampu. Untuk membantu membiayai kehidupan keluarganya, ia menjadi buruh linting rokok.

Sebagai buruh linting rokok, ia seringkali tidak mendapat upah atau mendapatkan upah terkecil dibanding rekan-rekan buruh lainnya. Hal ini terjadi karena ia kesulitan untuk melinting rokok dengan menggunakan kedua jari tangannya. Kemudian ia banting setir. Suatu ketika ia harus berpisah dengan keluarganya untuk bekerja agar bisa membantu membiayai keluarganya. Ia mulai menekuni profesi sebagai tukang cuci baju. Bahkan setelah itu ia sempat bekerja sebagai kenek bus kota selama 8 tahun.

Setelah menjadi kenek bus kota, ia memutuskan untuk kembali ke kota asalnya Rembang. Di kota asalnya ini, ia memutuskan untuk menekuni batik tulis. Batik tulis baginya sudah tidak asing lagi karena ia berasal dari keluarga pembatik. Kebetulan sekali batik tulis Lasem sudah mulai ditinggalkan sehingga ia tertarik untuk membangkitkan kembali batik tulis tersebut.

Pelan tapi pasti batik tulis karyanya sangat disukai oleh masyarakat luas. Melalui usahanya batik Lasem Maranatha, ia berhasil menjual produknya ke mancanegara. Batik Lasem Maranatha telah berhasil mengekspor batik tulis ke beberapa Negara seperti Inggris, Itali, Jerman, Amerika Serikat, dan lainnya. Ia pun telah mempekerjakan sekitar 100 pembatik tulis.

 

Saya akan menceritakan kisah enam individu lainnya yang berhasil mengubah kehidupannya menjadi lebih baik melalui perjuangan yang penuh makna pada tulisan saya berikutnya.

  • Share/Bookmark

Be the first to comment - What do you think?  Posted by Rezi Arlansyah Soripada - November 27, 2009 at 4:19 pm

Categories: Personal Success   Tags: