You Sell a Great Product…YOURSELF!
Judul tulisan ini persis sama dengan judul pengantar di buku saya Sukses Jual Diri. Kata pengantar dalam buku saya itu ditulis oleh rekan saya yaitu Anthony Dio Martin. Saya sengaja mengunakan judul pengantar dari buku Sukses Jual Diri sebagai judul tulisan saya kali ini. Namun isi dari tulisan ini berbeda dengan isi pengantar dari buku saya tersebut.
Mungkin diantara anda ada bertanya-tanya apakah diri kita bisa disebut sebagai produk? Apakah diri manusia layak disejajarkan dengan sebuah produk? Bila berbicara produk sebagai barang dan jasa tentu manusia tidak bisa disejajarkan oleh produk. Produk barang dan jasa yang menciptakan adalah manusia. Yang mengendalikan dan mengembangkan produk barang dan jasa juga manusia. Manusia berada pada tingkat tertinggi di atas produk barang dan jasa. Namun ada persamaan antara manusia dengan produk. Manusia dan produk dapat memberi manfaat yang dibutuhkan, diinginkan dan diharapkan bagi orang-orang yang membutuhkan, menginginkan dan mengharapkanya. Manusia dan produk sama-sama tidak hanya mengandalkan dari apa yang bisa diberikan atau hasil akhirnya namun juga pada prosesnya. Kita bicara kualitas dan nila tambah disini. Apakah prosesnya mengesankan dan menyenangkan atau justru prosesnya tidak menyenangkan dan penuh kekecewaan.
Saya akan mengatakan sebuah kenyataan yang menurut saya tidak terbantahkan. Saya berkesimpulan bahwa,”tidak ada satu pun produk di dunia yang bisa menandingi kehebatan manusia sebagai produk”. Dengan kata lain produk terhebat di jagad raya ini adalah KITA, ANDA, SELURUH MANUSIA di bumi ini.
Wright bersaudara pertama kali mampu menerbangkan pesawat ciptaannya yang menjadi awal dari sejarah pesawat terbang di dunia. Yang hebat, tentu Wright bersaudara. Dari pesawat terbang sederhana dan konvensional sampai Airbus A380 yang bertingkat dua dan mampu mengangkut hampir 800 penumpang , yang hebat bukan kecanggihan A380 namun para desainer dan pembuatnya. IPOD kesayangan anda yang telah memanjakan anda dengan ribuan lagu dan ratusan film yang mudah diputar dan di download serta sangat ringkas disimpan disaku atau kantong anda tentu yang hebat bukan IPOD itu sendiri namun Steve Jobs sebagai pencetus ide pertama, para desainer dan pembuatnya. Anda betah berlama-lama sambil menikmati enaknya kopi di Starbuck. Anda merasa menemukan rumah kedua disana. Namun bukan suasana gerai Starbuck dan kopinya yang hebat, melainkan Howard Schultz sang komandan Starbuck, para Manajer dan baristanya yang hebat.
Manusia adalah produk luar biasa ciptaan Tuhan yang mampu menciptakan apapun melebihi apa yang kita kira kita tak mungkin melakukannya. Kehebatan manusia tidak lepas dari mikro prosesor maha hebat yang terpasang di kepala kita yaitu otak. Seluruh manusia di dunia diberikan mikro prosesor yang sama bentuknya, sama kualitasnya dan sama hebatnya.
Tidak ada yang berbeda antara kualitas otak anda dengan Albert Enstein. Lalu mengapa ada individu yang mampu meraih sukses luar biasa dan individu yang biasa-biasa saja? Bukankah seharusnya dengan kualitas otak yang sama akan menghasilkan individu dengan pencapaian sukses yang sama pula? Kehebatan mikro prosesor ini didukung oleh lima panca indera manusia serta kedua tangan dan kaki kita. Rangsangan dan perintah dari otak ini yang menggerakkan dan mempengaruhi apapun dalam diri kita. Melalui otak kita inilah tercipta sumber daya internal yaitu pikiran yang mempengaruhi dan menentukan seberapa baik diri kita, Kemampuan, pengetahuan, dan nilai-nilai diri kita.
Melalui mikro prosesor yang super canggih serta sumber daya internal yang luar biasa inilah kita menjadi sebuah produk luar biasa dan terhebat di muka bumi ini. Kita bisa menciptakan apapun yang bermanfaat dan menghilangkan apapun yang tidak bermanfaat. Ketika menjalani kehidupan sosial, karir, keluarga dan lainnya, kita sebagai sebuah produk selalu menggunakan otak dan sumber daya internal kita. Otak dan sumber daya internal bagi setiap manusia merupakan komoditas karena siapapun memilikinya. Yang membedakan antara satu individu dengan individu lainnya adalah optimalisasi sumber daya internal mereka.
Ketika atasan puas dengan hasil pekerjaan anda maka sedang mengoptimalkan produk diri anda melalui sumber daya internal anda. Ketika anda berhasil mempengaruhi orang lain untuk membeli produk barang yang ditawarkan maka anda telah mengoptimalkan produk diri anda melalui sumber daya internal anda. Ketika anak anda mendapatkan hadiah karena berhasil mendapatkan nilai bagus maka anak anda telah mengoptimalkan produk dirinya melalui sumber daya internalnya. Ketika istri anda membuat masakan yang lezat dan dinikmati oleh anda sekeluarga beserta saudara-saudara lainnya, maka istri anda sedang mengoptimalkan produk dirinya melalui sumber daya internal.
Setiap hari, setiap saat, kapan pun dan dimana pun, kita selalu bisa mengoptimalkan diri melalui sumber daya internal diri kita. Apapun yang kita lakukan kita sedang menjual produk diri kita. Perilaku dan tindakan kita yang baik dan beretika berarti anda sedang menjual produk diri anda dengan baik. Sebaliknya ketika perilaku, tindakan dan apapun yang anda hasilkan tidak membawa manfaat bagi orang lain dan hanya membuat orang lain kecewa, marah dan takut maka produk diri anda yang luar biasa ini telah anda sia-siakan. Pahamilah, bahwa suka tidak suka anda selalu menjual diri anda. Menjual yang terbaik dan bermanfaat bagi diri anda dan sebanyak mungkin orang atau menjual sesuatu yang buruk dan tidak bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.
SELAMAT MENJUAL PRODUK LUAR BIASA YAITU DIRI ANDA SENDIRI, SEKARANG JUGA!
Categories: Personal Success Tags: Take Action Now !
Kita Adalah Owner & CEO Dari Me Incorporation
Beberapa waktu yang lalu tepatnya 30 Januari 2010 saya mem-posting tulisan berjudul me incorporation! Tulisan tersebut saya tempatkan pada kategori career coach. Diakhir tulisan itu saya berjanji untuk membuat tulisan tentang bagaimana kita memainkan peran kita sebagai pemimpin sekaligus manajer bagi me incorporation. Untuk memahami seperti apa konsep me incorporation, silahkan anda membaca tulisan saya terdahulu tentang me incorporation. Tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan yang menjelaskan apakah me incorporation itu. Anda bisa mengartikan me incorporation sebagai PT. Diri Saya Sendiri.
Salah satu alasan mengapa banyak individu sering mengalami kegagalan, penolakan, sulit sekali mendapatkan kepercayaan orang dan selalu berjalan ditempat baik dalam kehidupan sosial, keluarga dan karir adalah karena mereka tidak mengelola diri mereka dengan baik, efektif dan bernilai tambah. Sama halnya dengan sebuah perusahaan yang harus dikelola dengan baik dan efektif sehingga mampu terus mencapai tujuan-tujuannya dan berkembang, setiap individu pun harus melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh perusahaan. Dalam konteks bagaimana mengelola diri kita sebaik dan seefektif mungkin sehingga memiliki keunggulan daya saing, maka fokus kita terletak pada bagaimana mengelola ke dalam dan keluar diri kita.
Apabila kita begitu baik dan efektif dalam mengelola potensi dan kemampuan dalam diri kita namun lemah ketika mengimplementasikan, menunjukkan dan menyebarkan kualitas dan nilai tambah dalam diri kita maka akan mempengaruhi seberapa cepat dan tepatkah kita mampu mencapai tujuan-tujuan kita serta mengelola hambatan dan tantangan yang dihadapi. Sebaliknya ketika kita membuat dan menyebarkan janji dan klaim atas suatu tindakan dan hasil yang dapat dan pasti kita raih namun ternyata kemampuan kita tidak mendukung, potensi tidak dioptimalkan dan strategi di tinggalkan maka pencapaian tujuan dan meraih keberhasilan akan semakin jauh untuk diraih.
Oleh karena itu penting kiranya kita menyeimbangkan antara pengelolaan internal ke dalam diri kita dan pengelolaan eksternal ke luar diri kita. Disinilah letak persamaan antara sebuah perusahaan dengan diri kita. Sebuah perusahaan tentu dimiliki oleh beberapa atau sekelompok orang. Diri setiap manusia dimiliki oleh mereka sendiri, bukan orang tua, pasangan, anak dan saudara kita. Sebuah perusahaan dikelola oleh pemiliknya dan atau seorang CEO (Chief Executive Officer). Diri kita dikelola oleh pemilik dari diri kita sendiri yaitu diri kita sendiri, bukan orang lain diluar diri kita. Sebuah perusahaan memiliki tujuan-tujuan yang harus dicapai yang ditentukan oleh CEO dan atau dipengaruhi oleh owner-nya. Diri setiap manusia tentu memiliki tujuan-tujuan yang ingin diraih yang ditentukan oleh pemilik dan CEO dari diri kita yaitu diri kita sendiri. Agar setiap perusahaan mampu bertahan dan berkembang, mereka tentu membutuhkan pendapatan dari hasil penjualan produk dan jasa yang dihasilkan. Setiap manusia apabila ingin bertahan dan berkembang dalam kehidupannya, maka mereka membutuhkan pendapatan dari pekerjaannya. Ketika manusia bekerja maka mereka sedang menghasilkan produk dan jasa yang mereka dapat hasilkan, yaitu apa yang sedang mereka kerjakan atau hasilkan.
Sebuah perusahaan membagi pencapaian tujuannya ke dalam beberapa peran dan tugas, seperti operasional, sales dan marketing, keuangan, human resource management, investasi, dan teknologi informasi. Setiap manusia juga memiliki peran dan tugas yang persis sama dengan perusahaan. Setiap manusia memiliki peran dan tugas operasional, sales dan marketing, keuangan, HR management, dan investasi atas diri mereka sendiri. Setiap perusahaan membutuhkan serangkaian strategi, taktik dan action disetiap peran dan tugas mereka untuk mewujudkan tujuan-tujuannya. Hal yang sama juga dihadapi oleh diri kita. Kita membutuhkan strategi, taktik dan action disetiap peran dan tugas kita untuk mewujudkan tujuan-tujuan yang ditetapkan.
Telah dijelaskan di atas bahwa pencapaian suatu tujuan dari perusahaan dan individu harus mencakup beberapa peran dan tugas. Suatu perusahaan yang pemasaran produk atau jasanya bagus dan penjualannya baik namun pengelolaan keuangannya lemah maka suatu saat perusahaan akan mengalami kesulitan. Suatu perusahaan yang pengelolaan keuangannya baik namun pengembangan SDM dan pemasarannya tidak berjalan baik, maka suatu saat perusahaan akan mengalami kesulitan pula. Apa yang dialami perusahaan juga dialami oleh setiap individu.
Apabila kita memiliki kemampuan dan pengetahuan yang bagus namun dua-duanya belum dapat menghasilkan kinerja terbaik, maka suatu saat atasan atau customer kita akan memilih orang lain yang lebih bagus dari kita. Ketika kita mampu memasarkan hasil kerja dan pencapaian tujuan kita kepada atasan, customer atau prospektif klien dengan baik namun apa yang kita bisa hasilkan tidak mengalami perubahan walaupun lingkungan eksternal berubah, maka suatu saat diri kita akan kalah bersaing dengan individu yang selalu mampu meningkatkan hasil-hasilnya.
Sebagai seorang individu, kita memiliki peran dan tugas operasional, sales dan marketing, pengembangan usaha, keuangan, training dan development, investasi dan lainnya. Peran dan tugas ini diarahkan oleh seorang pemimpin. Seorang pemimpin memastikan bahwa peran dan tugas-tugas tersebut dijalankan dengan baik dan efektif sesuai strategi dan tujuan yang akan dicapai. Kita adalah pemimpin tertinggi dan pemimpin satu-satunya dari diri kita sendiri. Kita adalah orang yang paling bertanggung-jawab atas kehidupan dan pencapaian tujuan kita. Oleh karena itu sebagai pemimpin utama dan pihak yang paling bertanggung jawab, kita harus memahami peran dan tugas operasional, sales dan marketing, pengembangan usaha, keuangan, training dan development, investasi dan lainnya.
Sebagai pemimpin utama dari me incorporation, kita harus memastikan bahwa peran dan tugas-tugas tersebut dijalankan dengan benar dan efektif secara terus menerus. Sebagai pemimpin utama, kita harus mampu menetapkan masa depan seperti apa yang akan diraih. Menentukan tujuan-tujuan berjangka dan kerangka waktu pencapaiannya. Sebagai pemimpin utama, kita harus menentukan passion dalam hal apa kita ingin berkarya. Bidang pencapaian yang mana yang ingin difokuskan berdasarkan kecintaan kita untuk memberikan hasil terbaik bagi sebanyak mungkin orang.
Mulailah detik ini juga untuk mentransformasi diri kita sebagai pemilik sekaligus pemimpin utama dari diri kita sendiri. Pemilik dan pemimpin utama dari me incorporation. Diri kitalah yang berkuasa dan bertanggung jawab atas apa yang terjadi pada diri kita dan apa yang kita lakukan. Mulailah mengambil tanggung jawab ini. Ketika kita mulai mengambil tanggung jawab ini, maka kita akan semakin menghargai potensi dan sumber daya yang ada dalam diri kita. Kita akan mulai fokus untuk mengeksplorasi seluruh potensi yang ada dalam diri kita untuk mencapai apapun tujuan yang ingin dicapai. Kita semua adalah chief executive officer dari diri kita dan me incorporation. Dalam buku saya yang akan segera beredar di toko-toko buku pada akhir Maret 2010 ini berjudul “Sukses Jual Diri : Re-Thinking Personal Branding Through 12 Elements of Personal Competitive Advantage”, peran dan tugas-tugas dalam me incorporation tersalurkan impelementasinya dalam aktivitas personal branding dan model segitiga daya saing individu.
Nantikan buku “Sukses Jual Diri” pada akhir Maret 2010 ini.
Categories: Personal Success Tags: Take Action Now !
Variabel Pendobrak Itu Bernama KEBERANIAN !
Seperti halnya banyak tulisan saya lainnya yang berangkat dari pengalaman pribadi dan pengamatan saya atas apa yang terjadi disekitar, maka tulisan kali ini pun merupakan refleksi dari apa yang pernah saya alami dan banyak orang alami dalam hidup dan kehidupannya. Seperti yang telah kita tahu bersama bahwa untuk meraih keberhasilan dan kesuksesan dibutuhkan 3 (tiga) tahapan pencapaian.
Tahap pertama, menghimpun sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai keberhasilan dan kesuksesan. Sumber daya yang dibutuhkan bisa bermacam-macam, seperti waktu, uang, pengetahuan, skills dan attitude, alat-alat, dan lainnya. Kemudian kita juga perlu untuk menyusun serangkaian strategi dan taktik yang tepat untuk mencapai tujuan yang ditetapkan. Masih pada tahap pertama, setelah seluruh sumber daya yang dibutuhkan telah kita miliki maka tiba saatnya untuk memulai prosesnya.
Tahap kedua, menjalani proses pencapaian tujuan dan sasaran. Pada proses ini implementasi strategi dan taktik harus bisa diterjemahkan dalam bentuk action yang nyata. Proses ini harus diisi dengan serangkaian action yang tepat dan efektif untuk memastikan bahwa tujuan yang diinginkan dapat tercapai. Tahap ketiga adalah memastikan tujuan kita pasti dan telah tercapai persis seperti keinginan dan harapan kita. Tahap ini adalah tahap akhir dari suatu upaya pencapaian suatu tujuan.
Dari tiga tahapan ini, semuanya penting terutama tahap pertama dan kedua. Pada kesempatan ini saya ingin membukakan fakta umum yang sering terjadi disekeliling kita dan saya pun pernah mengalami hal ini. Banyak diantara kita yang sudah memiliki tujuan yang jelas yang ingin dicapai, kapan tujuan itu harus terwujud, serangkaian strategi dan taktik yang nantinya akan menjadi panduan bagi serangkaian action.
Sampai pada ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan tersebut. Bisa jadi kita sudah memiliki waktu, mendapatkan kesempatan bagus, didukung oleh banyak pihak, memiliki network yang bagus, memiliki pengetahuan dan skills yang bagus, memiliki uang, memiliki alat-alat yang diperlukan dan lainnya, namun kenyataannya kita belum tergerak untuk masuk ke tahap kedua.
Ibarat seorang prajurit yang dibekali dengan berbagai macam amunisi yang luar biasa canggih ditambah lagi dengan kemampuan dan pengetahuan individu yang sangat bagus sehingga secara logika ia bisa mengatasi apapun situasi yang akan terjadi di medan perang. Namun segala keunggulan dan kelebihan yang prajurit miliki tersebut tidak mampu menggugahnya untuk maju ke medan perang. Ada sesuatu hal yang menahannya untuk memulai suatu proses.
Sama halnya dengan sebagian orang termasuk saya ketika apa yang ada didalam diri kita dan sumber daya yang dimiliki sudah luar biasa bagus. Sumber daya yang dimiliki, kesempatan dan dukungan yang luar biasa masih belum bisa mendorong kita untuk mau melangkah untuk menjalani suatu proses mencapai suatu tujuan. Apabila ditanya kepada diri kita apakah tujuan tersebut sangat layak untuk dicapai, sebagian diantara kita termasuk diri saya sendiri menjawab sangat layak. Bahkan apabila ditanyakan seberapa besar keinginan kita untuk meraih tujuan tersebut, jawabannya pun sangat besar. Namun mengapa tujuan yang layak tersebut belum mampu menggerakkan diri kita memulai proses pencapaian tujuan tersebut? Walaupun kita memiliki sumber daya yang dibutuhkan, dukungan dan networking yang bagus?
Sebaliknya, kita sering melihat ada beberapa individu yang memiliki tujuan yang jelas dan mereka sangat menginginkan tujuan tersebut tercapai karena bagi mereka tujuan tersebut sangat layak untuk diraih. Apabila tujuan tersebut secara logika membutuhkan sumber daya agar proses pencapaian tujuan dapat berjalan baik dan efektif, maka beberapa individu ini memiliki keterbatasan. Mereka tidak memiliki beberapa sumber daya yang dibutuhkan untuk mencapai tujuannya.
Sumber daya yang tidak dimiliki oleh orang-orang tersebut bisa berupa uang, pengetahuan, skills, dukungan, networking yang luas, alat, dan lainnya. Namun hebatnya mereka tidak terpaku pada keterbatasan sumber daya yang mereka miliki. Mereka tetap bertekad untuk memulai proses pencapaian tujuan dan mereka benar-benar memulainya. Mereka tidak menunggu situasi dimana mereka dapat memiliki sumber daya yang dibutuhkan baru kemudian memulai prosesnya. Keterbatasan sumber daya berusaha mereka siasati dengan berbagai macam cara dan strategi yang penuh perhitungan.
Dua macam individu seperti ini banyak kita temui disekitar kita. Mereka bisa saja anggota keluarga anda, teman, atasan anda, anak buah anda, tetangga, atau orang-orang yang tidak anda kenal namun anda mengetahuinya melalui media. Salah satu contoh yang sering saya temui adalah bagaimana seseorang yang telah memiliki uang, jaringan, pengetahuan manajemen dan bisnis, skills, dukungan, tempat, dan keinginan yang besar untuk membangun sebuah bisnis namun mereka tidak juga tergerak untuk mulai melangkah dan take action. Kebalikannya, saya sering pula menemui kisah-kisah kesuksesan orang-orang yang berhasil membangun bisnisnya dan sukses walaupun pada awal memulai dan membangun bisnisnya sumber daya yang dimiliki sangat terbatas. Banyak entrepreuner yang tidak memiliki modal awal cukup atau tidak ada modal sama sekali namun memiliki skills yang baik dan semangat yang besar tetap take action untuk membangun bisnis.
Ada juga beberapa profesional dengan kompetensi yang tinggi, pengetahuan yang up-to-date, berwawasan luas, pengalaman yang panjang, jejaring yang luas dan disukai oleh para rekan kerjanya yang mendapat sebuah kesempatan emas untuk menangani sebuah proyek yang prestisius yang banyak rekan kerja yang menginginkan terlibat pada proyek tersebut. Namun ironisnya para profesional tersebut menolak untuk terlibat untuk dalam proyek tersebut walaupun proyek tersebut diakui sebagai proyek prestisius yang mampu mendongkrak track record dan nilai tambah dari para profesional tersebut.
Contoh terakhir yang paling gres adalah bagaimana para pemimpin di negara kita tercinta ini yang memiliki sumber daya yang begitu besar dan bahkan banyak calon pemimpin yang mengimpikan memiliki sumber daya tersebut. Banyak para pemimpin pemerintahan yang memiliki pengetahuan yang luas, skills yang bagus, pengalaman yang telah teruji, kepemimpinan yang baik, dan dukungan rakyat yang sangat besar. Namun kelebihan sumber daya yang dimilikinya tidak lantas membuat banyak pemimpin pemerintah semakin mudah membuat keputusan yang memihak rakyat banyak, kredibel, independen dan bernilai tambah.
Lalu apa sesungguhnya kekurangan para individu yang berkelimpahan sumber daya namun tidak juga melangkah mencapai tujuannya atau melangkah mencapai situasi yang lebih baik dan berkualitas dari saat ini?
Para individu ini tidak memiliki KEBERANIAN !
Ya, mereka hanya membutuhkan keberanian. Ketika sumber daya yang dimiliki akan menjamin mereka untuk sukses, hanya keberanian yang akan memastikan mereka untuk benar-benar take action untuk memulai proses pencapaian tujuan.
Keberanian akan membuat suatu perbedaan besar ketika anda begitu berkelimpahan namun anda stuck pada suatu situasi.
KEBERANIAN SECARA OTOMATIS AKAN MEMBENTUK KEBULATAN TEKAD DAN KEBULATAN TEKAD AKAN MEMBENTUK KETEGUHAN HATI.
Orang yang memiliki keberanian bukanlah orang yang tidak memiliki rasa takut. Orang-orang yang berani tetap memiliki rasa takut. Bedanya mereka mampu mengendalikan rasa takutnya, 1000% fokus pada tujuan dan solusi, dan mempersiapkan sebaik-baiknya proses pencapaian tujuan.
Untuk mencapai suatu sukses dibutuhkan beberapa variabel input yang menjadi sumber daya kita yang berharga. Namun tanpa keberanian, seluruh variabel yang ada dalam rangkaian sumber daya yang dimiliki menjadi tidak ada artinya lagi. Atau bisa dikatakan menjadi tidak berharga lagi, karena tidak memiliki pengaruh apapun bagi kita untuk mencapai kesuksesan dan keberhasilan. Ketika kita mengalami situasi seperti ini, yang kita butuhkan adalah VARIABEL PENDOBRAK. Yang mampu mendobrak ketakutan dan keraguan yang mengisi pikiran kita.
Keberanian bisa menjadi faktor pendobrak ketika anda mengalami perasaan takut gagal, kebimbangan, takut ditolak, dan takut melangkah. Percaya dan yakin dengan sumber daya anda serta menginginkan dengan begitu hebatnya suatu situasi untuk terjadi dengan menggunakan teknologi pikiran, akan membuat anda menjadi lebih mudah melangkah.
Keberanian milik siapa saja tanpa terkecuali. Kita hanya perlu membangunkannya dan membuatnya mengisi seluruh tubuh kita. MILIKILAH KEBERANIAN SEKARANG JUGA DAN MERAIH SUKSES TAK BERBATAS ATAU MENJADI PRIBADI PENAKUT SERTA PERAGU DAN MERAIH KEMUNDURAN TAK BERBATAS !
Categories: Personal Success Tags: Take Action Now !
Perjuangan Adalah Perwujudan Dari Kata-Kata
Perjuangan adalah perwujudan dari kata-kata, adalah salah satu kata-kata favorit saya. Pertama kali mendengar kata-kata ini saya langsung jatuh cinta. Saya langsung mencintai maksud, makna dan kebenaran dari rangkaian kata-kata mendalam ini. Kata-kata ini dipopulerkan oleh sastrawan legendaris WS Rendra, yang juga merupakan tokoh inspiratif saya.
Saya melihat ada 3 (tiga) hal “menguatkan” terangkum dalam satu rangkaian kata-kata ini. Pertama adalah perjuangan. Perjuangan merupakan bagian tak terpisahkan dari hidup dan kehidupan. Perjuangan merupakan bentuk dari serangkaian upaya yang dilakukan. Ketika berupaya untuk meraih apa yang kita inginkan, kita tentu membutuhkan serangkaian action, strategi dan perilaku yang tepat. Pengulangan ketiganya secara terus menerus melalui perbaikan dan pengembangan yang dibutuhkan sesungguhnya merupakan inti dari perjuangan hidup.
Kedua adalah perwujudan, yang mengartikan perlunya implementasi dan hasil nyata. Ketika suatu tujuan telah ditetapkan dan ingin dicapai maka langkah berikutnya harus disertai dengan implementasi. Disetiap proses perjuangan selalu membutuhkan implementasi nyata. Hasil nyata akan terwujud apabila kita bisa menjaga proses implementasi dengan baik dan benar. Hasil yang mampu dicapai merupakan wujud dari sebuah perjuangan.
Perjuangan tidak selalu identik dengan lamanya kita melakukan proses implementasi untuk mewujudkan keinginan kita. Bisa jadi seseorang membutuhkan perjuangan yang lebih singkat dengan sedikit sumber daya yang dibutuhkan, sedangkan individu lainnya justru sebaliknya. Kesiapan, ketersediaan dan kualitas sumber daya, strategi, situasi dan tingkat kesulitan yang dihadapi, serta dukungan dari lingkungan eksternal amat menentukan seberapa besar dan lamanya sebuah perjuangan harus dilakukan.
Ketiga adalah kata-kata. Kata-kata adalah sesuatu yang kita ucapkan baik secara internal maupun eksternal. Serangkaian kata-kata merupakan alat komunikasi. Perjuangan membutuhkan kata-kata untuk mengkomunikasikan tujuan yang akan dan telah dicapai. Kata-kata akan semakin memperjelas proses perjuangan yang sedang dan telah dilakukan.
Pernyataan tujuan terdiri dari kata-kata yang kita ucapkan ke dalam pikiran kita dan ke luar diri kita. Kita bisa meyakinkan diri kita maupun orang lain melalui kata-kata. Bahkan kita bisa berjanji ke diri kita dan orang lain melalui serangkaian kata-kata yang kita ucapkan. Namun kata-kata hanya mengingatkan kita pada kata-kata itu sendiri. Kata-kata akan terasa hidup dan bermakna apabila mampu melahirkan suatu tindakan dan perilaku nyata. Ketika hidup hanya mengandalkan kata-kata dan menjauhkannya dari perbuatan dan action, maka hidup kita hanyalah kata-kata kosong tanpa bobot.
Perjuangan adalah perwujudan dari kata-kata, saya memaknai sebagai suatu pilihan sikap, perilaku dan action yang mengedepankan pada implementasi nyata dari serangkaian kata-kata yang kita ucapkan baik secara internal maupun eksternal.
Perjuangan adalah perwujudan dari kata-kata akan menciptakan kepercayaan orang lain kepada diri kita. Karena apa yang kita ucapkan adalah apa yang kita lakukan. Orang akan mudah mempercayai dan meyakini apa yang kita katakan karena kita menjaga konsistensi implementasi dari “perjuangan adalah perwujudan dari kata-kata”.
Perjuangan adalah perwujudan dari kata-kata akan menjadi semacam role model dan inspirasi bagi orang-orang disekitar kita. Ibarat sebuat magnet yang akan menarik benda disekitarnya, akan ada banyak orang yang tergugah dan secara sukarela mendekatkan pikiran dan hatinya kepada kita untuk bersama-sama mencapai suatu tujuan yang lebih baik.
Perjuangan adalah perwujudan dari kata-kata bisa menjadi cikal bakal terbentuknya pribadi yang “walk the talk”. Apapun yang kita katakan kepada orang lain adalah apa yang kita lakukan untuk diri kita. Dengan begitu kita selalu berada dalam koridor konsistensi, komitmen dan tanggung jawab atas apa yang kita katakan. Selain itu perjuangan adalah perwujudan dari kata-kata juga menghindari diri kita dari kebiasaan NATO atau not action talk only. Lebih banyak berbicara namun tidak disertai dengan sikap, perilaku dan action yang nyata. Dengan begitu kata-kata kita menjadi hambar dan tidak mampu mempengaruhi orang lain.
Mulailah detik ini mewujudkan setiap kata-kata internal maupun eksternal melalui sesuatu yang nyata yang mampu dirasakan oleh diri kita dan banyak orang. Perjuangan akan lebih indah apabila simfoni kata-kata yang terucap terwujud nyata dihadapan insan manusia untuk diambil manfaatnya untuk kebaikan dan kemajuan bersama.
Categories: Personal Success Tags: Take Action Now !